• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Bahaya Sinar Matahari untuk Kulit

4 Bahaya Sinar Matahari untuk Kulit

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Sinar matahari atau sinar ultraviolet memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya adalah untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Misalnya saja untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan, vitamin D memengaruhi proses pembentukan tulang. Selain itu, asupan vitamin D yang cukup dapat membuat tulang tumbuh lebih kuat dan sehat.

Baca juga: Cara Meratakan Kulit Belang Akibat Sinar Matahari

Sedangkan bagi orang dewasa, vitamin D ini dibutuhkan untuk menjaga kepadatan tulang. Pada orang dewasa apabila mengalami kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang keropos atau disebut juga osteoporosis.

Namun selain manfaat, sinar matahari pun ternyata dapat memberikan efek negatif lho, khususnya bagi kulit. Berikut ini adalah empat bahaya sinar matahari untuk kulit:

1. Penuaan Dini

Banyak yang mengetahui manfaat yang dirasakan ketika seseorang terpapar sinar matahari pagi khususnya bagi kesehatan. Namun, apabila kulit terpapar sinar ultraviolet dalam waktu lama justru bukan vitamin D yang didapat.

Dilansir dari Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology, paparan sinar matahari dalam durasi yang cukup panjang nyatanya dapat menyebabkan kulit mengalami proses penuaan dini lebih cepat.

Hal ini disebabkan sinar matahari yang berlebihan dapat merusak serat kolagen dan elastin (lapisan dermis kulit). Akibatnya, kulit akan tampak keriput, kendur, dan pori-pori membesar.

2. Risiko Kanker Kulit

Selain penuaan kulit, efek jangka panjang radiasi sinar matahari pun bisa menyebabkan kanker kulit. Dilansir dari, hal ini disebabkan paparan sinar matahari yang berlebihan bisa merusak materi genetik pada Cancer Research UK sel kulit. Kerusakan ini bisa menyebabkan pertumbuhan kulit jadi tidak terkendali sehingga berakibat kanker kulit.

Baca juga: Jangan Takut Matahari Ini Manfaatnya Berjemur

3. Kulit Terbakar

Dilansir dari Mayo Clinic, bahaya lain dari paparan sinar matahari yang berlebihan adalah kulit terbakar atau yang dikenal dengan istilah sunburn. Warna kulit jadi kemerahan bahkan terlihat berwarna coklat terbakar.

Tidak hanya itu, kulit yang mengalami sunburn akan terasa perih jika disentuh. Radiasi ultraviolet yang mengenai kulit berpotensi memicu reaksi inflamasi yang mengancam kesehatan tubuh. Kerusakan kulit ini meningkatkan risiko kanker dan penuaan dini.

4. Gangguan Mata

Selain kulit, paparan sinar matahari berlebihan juga bisa merusak mata. Sinar ultraviolet bisa merusak saraf pusat penglihatan dan makula, yakni bagian retina di bagian belakang mata. Dalam jangka panjang, radiasi sinar matahari ini bisa menyebabkan katarak.

Cara untuk menghindari paparan sinar matahari berlebih ikuti beberapa tips berikut:

  • Ingat untuk selalu menggunakan pelembap kulit dengan SPF minimal 24 sebelum beraktivitas di luar ruangan.
  • Lindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung dengan menggunakan payung atau pakaian. Hindari juga pakaian berwarna gelap saat berada di luar ruangan karena warna gelap dapat menyerap sinar matahari.
  • Untuk melindungi mata, gunakan kacamata dengan proteksi terhadap sinar ultraviolet.

Baca juga: 5 Jenis Makanan yang Baik untuk Kesehatan Kulit

Atasi masalah kesehatan dan kecantikan dengan bicara langsung pada ahlinya. Kamu bicara langsung dengan dokter untuk mendapatkan saran yang tepat.

Hubungi dokter spesialis pilihan dengan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Chat, Video Call, dan Voice Call. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang melalui App Store dan Google Play.

 

Referensi:
Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology. Diakses pada 2020. Effect of The Sun on Visible Clinical Signs of Aging in Caucasian Skin
Cancer Research UK. Diakses pada 2020. How Does The Sun and UV Cause Cancer?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Sunburn.