• Home
  • /
  • Kerokan Bisa Bikin Angin Duduk, Mitos atau Fakta?

Kerokan Bisa Bikin Angin Duduk, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kerokan Bisa Bikin Angin Duduk, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta – Kerokan adalah salah satu cara yang sering dilakukan masyarakat Indonesia ketika mengalami masuk angin. Pengobatan tradisional ini dilakukan dengan cara menggosokan logam yang ke area punggung yang telah dioleskan minyak angin terlebih dahulu. Kulit yang sudah dikerok biasanya akan mengalami kemerahan. Sebenarnya, manfaat kerokan masih sering diperdebatkan dalam dunia medis.

Ada yang mengatakan bahwa kerokan tidak berbahaya maupun sebaliknya. Bahkan, muncul anggapan bahwa kerokan bisa sebabkan angin duduk. Angin duduk atau angina adalah nyeri dada yang disebabkan karena kurangnya aliran darah yang menuju ke jantung. Kondisi ini sering menandai adanya penyakit arteri koroner. Lantas, benarkah kerokan bisa sebabkan angin duduk?

Baca juga: Mitos atau Fakta, Kerokan Bisa Sembuhkan Masuk Angin?

Benarkah Kerokan Bisa Sebabkan Angin Duduk?

Anggapan bahwa kerokan memicu angin duduk hanya mitos belaka dan tidak terbukti kebenarannya. Angin duduk disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Darah bekerja membawa oksigen yang dibutuhkan otot jantung untuk bertahan hidup. Ketika otot jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup, maka seseorang bisa mengembangkan kondisi yang disebut iskemia.

Berkurangnya aliran darah ke otot jantung sering disebabkan oleh penyakit arteri koroner. Penyempitan arteri ini bisa disebabkan oleh timbunan lemak yang disebut plak. Di dunia medis, kondisi ini disebut sebagai aterosklerosis. Ada tiga jenis angin duduk yang dibedakan dari penyebabnya. Melansir dari Mayo Clinic, berikut ketiga jenis angin duduk yang perlu kamu tahu:

  • Angina stabil. Angina stabil dipicu oleh aktivitas fisik seperti saat kamu menaiki tangga, berolahraga atau berjalan. Aktivitas tersebut memicu jantung untuk membutuhkan lebih banyak darah, tetapi arteri menyempit memperlambat aliran darah. Selain aktivitas fisik, faktor-faktor lain seperti stres emosional, suhu dingin, makanan berat, dan merokok juga dapat mempersempit arteri dan memicu angina.
  • Angina tidak stabil. Ketika timbunan lemak yang ada dalam pembuluh darah pecah atau membentuk gumpalan, kondisi ini memblokir atau mengurangi aliran melalui arteri yang menyempit. Akibatnya, aliran darah yang menuju jantung bisa berkurang secara mendadak. 
  • Angina Prinzmetal. Jenis angina ini disebabkan oleh kejang tiba-tiba pada arteri koroner, yang mempersempit arteri. Penyempitan ini mengurangi aliran darah ke jantung, sehingga menyebabkan nyeri dada yang parah. Angina Prinzmetal sering terjadi saat istirahat. Namun, stres emosional, merokok, obat-obatan yang mengencangkan pembuluh darah (seperti obat migrain) dan penggunaan kokain dapat memicu angina Prinzmetal.

Baca juga: Ini Alasan Tubuh Lebih Enak setelah Kerokan

Gejala utama angin duduk adalah nyeri dada. Namun, nyeri dada yang disebabkan oleh angina biasanya terasa berat dan bisa menyebar ke lengan kiri, leher, rahang atau punggung. Nyeri dada angina juga dipicu oleh aktivitas fisik atau stres. Nyeri berhenti dalam beberapa menit setelah istirahat. Terkadang nyeri disertai dengan gejala lain, seperti merasa sakit atau terengah-engah.

Apakah Angin Duduk dapat Diobati?

Pengidap angin duduk mungkin perlu minum beberapa obat seumur hidup. Pemberian obat-obatan ini bertujuan untuk mengobati serangan nyeri dada yang tiba-tiba muncul, mencegah serangan kembali terjadi dan mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Jika obat-obatan tidak cocok atau tidak membantu, operasi diperlukan untuk meningkatkan aliran darah ke otot jantung.

Baca juga: Beda Tanda Masuk Angin dan Angina Pektoris

Pengidap angin duduk perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan mengatur pola makan, menjaga berat badan tetap ideal, olahraga teratur, tidak merokok dan tidak minum alkohol. Jika kamu mengalami nyeri dada setelah kerokan, hentikan kerokan terlebih dahulu. Tanyakan kepada dokter melalui aplikasi Halodoc terkait gejala yang dialami untuk mencari tahu penyebabnya. Lewat aplikasi Halodoc, kamu dapat menghubungi  dokter kapan saja dan di mana saja.

Referensi :
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Angina.
National Health Service. Diakses pada 2020. Angina.