Beda Tanda Masuk Angin dan Angina Pektoris

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Beda Tanda Masuk Angin dan Angina Pektoris

Halodoc, Jakarta - Bagi kamu yang beranggapan kalau masuk angin dan angin duduk merupakan keluhan kesehatan yang sama, jawabannya keliru. Meski sama-sama menyandang kata “angin”, kedua keluhan ini tidaklah serupa. Masuk angin boleh dibilang penyakit umum yang tak begitu serius. 

Sedangkan angin duduk lain lagi, bila tak ditangani dengan tepat dan cepat, bisa berakibat fatal bagi kesehatan. Dalam dunia medis, angin duduk disebut sebagai angina (angina pektoris). 

Baca juga: Ini yang Dimaksud dengan Angin Duduk

Bagaimana dengan masuk angin? Masuk angin sebenarnya bukanlah sebuah penyakit. Di belahan bumi Barat sana, tak mengenal istilah masuk angin di dalam dunia medis. Namun, di negara kita masuk angin sering digunakan untuk menggambarkan masalah tak enak badan, perut kembung, dan pegal-pegal.

Banyak yang mengira penyebabnya karena terlalu banyak angin masuk ke dalam tubuh, terutama saat musim hujan. Yang perlu digarisbawahi,  sebenarnya dunia medis tidak mengenal istilah masuk angin. Adanya keluhan asam lambung yang tinggi sehingga menyebabkan perut kembung, pusing, sendawa, dan buang angin. 

Lalu apa sih perbedaan gejala masuk angin dengan angin duduk? 

Gejala Masuk Angin

Keluhan masuk angin sering kali terjadi akibat turunnya sistem imun, sehingga seseorang rentan terinfeksi virus atau bakteri. Alasan kondisi ini, dikaitkan dengan angin hujan memang masih belum jelas. Akan tetapi, yang pasti kurangnya paparan sinar matahari saat musim hujan, bisa membuat produksi vitamin D dalam tubuh menurun.

Vitamin D ini sendiri amat berperan dalam daya tahan tubuh. Nah, hal inilah yang bisa menyebabkan keluhan kesehatan dengan berbagai gejala, seperti masuk angin yang sering disebut di negara kita. 

Lalu, seperti apa saja sih gejala masuk angin? 

  • Meriang.

  • Sakit kepala.

  • Nyeri otot.

  • Merasa lelah.

  • Badan tidak terasa enak.

  • Hilang nafsu makan.

  • Merasa lelah.

  • Perut kembung.

  • Sering sakit perut.

  • Badan terasa hangat atau demam.

  • Sering buang angin dan berbau.

  • Diare.

  • Pegal-pegal. 

Baca juga: 5 Cara Ampuh untuk Atasi Masuk Angin

Angin Duduk Lebih Serius

Sebagian orang beranggapan angin duduk serupa dengan masuk angin. Parahnya lagi, banyak pula yang menyepelekan kondisi kesehatan ini. Padahal, angin duduk terbilang masalah kesehatan yang cukup serius. 

Angin duduk atau angina pektoris merupakan kondisi yang ditandai dengan nyeri pada dada, akibat otot-otot jantung kurang mendapat pasokan darah. Pasokan darah yang terganggu ini terjadi karena adanya penyempitan atau pengerasan pada pembuluh darah. Yang perlu diingat, angin duduk ini bisa menyerang seseorang secara tiba-tiba. 

Pengidap angina bisa mengalami nyeri dada sampai menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, dan punggung. 

Awasi Gejala Angina Pektoris 

Gejala angina pektoris umumnya ditandai dengan rasa nyeri pada dada. Kira-kira seperti ditekan dan terasa berat. Selain itu, rasa nyeri pada dada ini bisa menyebar ke lengan kiri, leher, rahang, dan punggung. 

Di samping itu ada juga gejala lainnya yang bisa menyertai, seperti:

Baca juga:Angin Duduk Bisa Sebabkan Kematian Mendadak?

  • Sesak napas.

  • Gelisah.

  • Pusing.

  • Mual.

  • Keringat berlebih.

  • Pusing.

  • Mudah lelah.

  • Hingga nyeri, seperti gejala penyakit asam lambung.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!