• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kesalahan Pakai Hand Sanitizer Gagal Usir Kuman

Kesalahan Pakai Hand Sanitizer Gagal Usir Kuman

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Saat masa pandemi ini, setiap orang wajib untuk menjaga kebersihan tubuhnya. Salah satu bagian tubuh yang harus benar-benar diperhatikan adalah telapak tangan, karena kerap menyentuh wajah. Saat menyentuh mulut, mata, bahkan telinga, risiko untuk terjangkit COVID-19 menjadi meningkat. 

Cara yang paling ampuh untuk menjaga kebersihan telapak tangan adalah menggunakan hand sanitizer. Dengan memastikan selalu membawa cairan pembersih kuman dan bakteri tersebut, kamu dapat mencegah terjadinya kontaminasi coronavirus. Meski begitu, masih banyak kesalahan saat menggunakan hand sanitizer yang dilakukan. Berikut ulasannya!

Baca juga: Berapa Lama Hand Sanitizer dapat Memberikan Perlindungan?

Kesalahan saat Menggunakan Hand Sanitizer

Salah satu cara yang paling baik untuk mencegah infeksi dari coronavirus adalah memastikan tangan tetap bersih dengan mencuci tangan dengan sabun dan air. Saat penggunaan sabun dan air tidak memungkinkan, kamu dapat menggunakan hand sanitizer sebagai salah satu upaya menghilangkan bakteri dan virus dari telapak tangan. Kandungan alkohol pada pembersih tangan tersebut adalah pilihan terbaik setelah cuci tangan dengan sabun.

Meski begitu, kamu tidak hanya sekadar menyemprotkan atau mengoleskan hand sanitizer ke tangan. Beberapa metode harus diperhatikan agar dapat menjaga telapak tangan tetap bersih dan menghilangkan segala macam penyakit. Maka dari itu, kamu harus tahu beberapa kesalahan menggunakan hand sanitizer yang sering dilakukan:

1. Penggunaan Hand Sanitizer yang Terlalu Sedikit

Salah satu kesalahan menggunakan hand sanitizer adalah menuangkan cairan yang terlalu sedikit. Meskipun mengandung alkohol yang dapat mengurangi jumlah kuman dengan cepat, penggunaannya harus di situasi yang tepat. Selain itu, kamu juga harus memastikan jika cairan tersebut mencakup semua permukaan tangan. Terlalu banyak menuangkan cairan hand sanitizer lebih baik dibandingkan terlalu sedikit.

Setelah pembersih tangan tersebut dituangkan ke telapak, kamu harus memastikan semua bagian celah mendapatkan cairan yang cukup. Saat melakukannya, paling tidak kamu membutuhkan waktu 20-30 detik untuk memastikan semua virus dan bakteri menghilang. Selain itu, jangan gunakan hand sanitizer jika tangan sedang kotor atau berminyak. Kamu harus lebih memilih mencuci tangan dengan sabun dan air saat kondisi tersebut terjadi.

Baca juga: Lebih Baik Mana, Cuci Tangan atau Pakai Hand Sanitizer?

2. Tidak Memastikan Hand Sanitizer untuk Mengering

Kesalahan menggunakan hand sanitizer lainnya yang sering dilakukan adalah tidak menunggu hingga cairan pembersih tersebut kering. Maka dari itu, kamu disarankan untuk menunggu selama 20-30 detik agar kering dan benar-benar menghilangkan semua virus dan bakteri pada telapak tangan. Seperti halnya mencuci tangan dengan sabun, cairan pembersih berbahan dasar alkohol ini juga butuh waktu untuk melakukan tugasnya.

3. Hand Sanitizer Tidak Disimpan dengan Benar

Kamu juga harus memastikan jika hand sanitizer yang digunakan selalu disimpan di tempat yang benar. Saat kamu tidak menyimpannya dengan baik, bukan tidak mungkin jika bakteri atau virus menempel pada lubang tempat keluarnya cairan tersebut. Meski begitu, tidak serta-merta jika pembersih tangan tersebut dapat menggantikan peran dari sabun dan air, terutama saat tangan kotor.

Saat menggunakan hand sanitizer dengan benar, hal tersebut dapat menjadi cara yang efektif untuk memperlambat potensi penyebaran coronavirus. Meski begitu, hal tersebut seharusnya tidak menjadi satu-satunya langkah pencegahan yang dilakukan. Kamu juga harus menggunakan masker setiap keluar rumah untuk memastikan jika cairan ludah dari orang lain tidak masuk ke tubuh melalui pernapasan.

Baca juga: Ini Masker yang Tepat untuk Cegah Virus Corona

Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut mengenai hal ini, tanyakan saja pada dokter di Halodoc. Tanpa perlu keluar rumah, kamu bisa berdiskusi dengan dokter kapan dan di mana saja. Tunggu apa lagi? Ayo, download aplikasinya sekarang juga di App Store atau Google Play!

Referensi:
HuffPost. Diakses pada 2020. You May Be Using Hand Sanitizer All Wrong.
CDC. Diakses pada 2020. Hand Sanitizer Use Out and About.