09 May 2018

Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Memilih Takjil

Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Memilih Takjil

Halodoc, Jakarta – Salah satu cara untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah berpuasa adalah dengan mengonsumsi makanan yang tepat. Sebab tubuh membutuhkan asupan yang dapat menggantikan energi yang hilang selama tidak diisi makanan maupun minuman.

Alih-alih memilih makanan yang sehat dan bergizi, saat berbuka puasa seseorang cenderung memilih jenis  makanan alias takjil yang bisa memuaskan “nafsu”. Yaitu makanan yang kaya rasa–manis, asin, gurih, dan lainnya. Duh, padahal kebiasaan sembarangan dalam memilih takjil untuk berbuka puasa bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan, lho. Lantas, apa saja sih kesalahan yang sering dilakukan saat memilih takjil dan bagaimana cara menghindarinya?

Terlalu Manis

Salah satu aturan yang cukup populer untuk berbuka puasa adalah mengonsumsi makanan dan minuman yang manis. Sebab makanan manis dipercaya dapat membantu mengembalikan energi tubuh. Meski tidak sepenuhnya salah, tetap ada takaran dan aturan yang perlu diperhatikan.

Mengonsumsi makanan manis penting untuk mengembalikan kadar gula dalam darah yang menurun selama berpuasa. Namun, jangan sampai makanan dan minuman yang dikonsumsi terlalu manis. Hal itu malah bisa menyebabkan kadar gula melonjak, dan jika dibiasakan bisa berujung pada diabetes.

Cara untuk menghindari hal ini adalah dengan membatasi jumlah minuman manis yang masuk ke dalam tubuh. Karena jika dikonsumsi secukupnya saja, minuman dan makanan manis akan memberi manfaat bagi tubuh. Daripada memilih makanan dan minuman dengan pemanis tambahan, cobalah untuk mengonsumsi yang lebih alami. Salah satu pilihan makanan manis terbaik untuk berbuka puasa adalah kurma.

Terlalu Banyak Minum Air Putih

Setiap manusia memang dianjurkan untuk banyak mengonsumsi air putih. Termasuk setelah berpuasa, agar terhindari dari kekurangan cairan alias dehidrasi. Namun sebaiknya jangan terlalu banyak dan berlebihan. Terlalu banyak minum air putih bisa membuat perut terasa penuh, bahkan bisa menyebabkan mual.

Bahkan yang lebih parah, kebiasaan minum air berlebihan malah bisa menyebabkan masalah terhadap kesehatan. salah satunya adalah menyebabkan gangguan elektrolit di darah. Sebaiknya konsumsi air putih secukupnya saja. Batas yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 2 liter atau setara dengan 8 gelas setiap hari.

Namun yang perlu diingat, minum air pun sebaiknya jangan sampai terlalu sedikit. Karena hal ini bisa menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi, sakit kepala, dan sulit berkonsentrasi.

Makan Terlalu Terburu-buru

Selain pilihan menu, cara mengonsumi takjil pun sering kali salah dilakukan. Misalnya, makan dan minum terlalu cepat karena merasa sangat lapar. Padahal, kebiasaan ini sama sekali tidak baik.

Mengunyah makanan buka puasa terlalu cepat dapat membuat makanan yang masuk ke dalam tubuh masih dalam kondisi kasar. Nah, hal ini bisa mengganggu sistem pencernaan. Apalagi setelah berpuasa seharian, peruta akan kosong sehingga pencernaan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bekerja. Jika makanan yang masuk terlalu keras, bisa membuat pencernaan bekerja keras untuk mencerna dan menimbulkan sakit perut atau masalah pencernaan lain.

(Baca juga: Hindari 6 Kesalahan Masak yang Tidak Sehat)

Terlalu Asin dan Berminyak

Selain rasa manis, makanan yang digoreng dan memiliki rasa gurih pun sering menjadi primadona saat berbuka puasa. Jika hal ini dibiasakan, bisa menyebabkan berbagai penyakit mulai dari hipertensi alias tekanan darah tinggi, obesitas, hingga naiknya kadar gula dalam darah.

Punya masalah kesehatan selama puasa dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja! Hubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips puasa sehat dan rekomendasi beli obat dari dokter terpercaya. Ayo, download sekarang di App Store dan Google Play!