• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Abses Peritonsil

Abses Peritonsil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Abses Peritonsil

Pengertian Abses Peritonsil

Abses peritonsil adalah kumpulan nanah atau abses akibat infeksi bakteri di tenggorokan. Kondisi ini biasanya merupakan komplikasi dari tonsilitis atau radang amandel yang tidak diobati dengan baik. Kumpulan nanah ini juga bisa terbentuk di dekat area kulit yang terinfeksi atau jaringan lunak lainnya 

Akibatnya, terbentuk kantung nanah yang disebut abses, di salah satu tonsil atau amandel. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi paling sering dialami oleh orang dewasa muda, anak-anak, dan remaja. 

Ketika tonsilitis terjadi dan pengobatan tidak dilakukan dengan baik, infeksi bisa menyebar dan menyasar jaringan lunak di sekitarnya. Kondisi inilah yang disebut abses peritonsil.

Kondisi ini biasanya terjadi pada orang dewasa muda, dengan prevalensi kasus terbanyak pada usia 20-40 tahun. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi pada anak-anak.

Baca juga: Abses Perintosil dan Radang Tenggorokan, Apa Perbedaannya?

Gejala Abses Peritonsil

Gejala abses peritonsil mirip dengan tonsilitis dan radang tenggorokan. Namun, disertai dengan adanya kantong nanah di belakang tenggorokan. Ini bisa dilihat ketika membuka mulut lebar-lebar.

Beberapa gejala yang bisa terjadi ketika mengidap kondisi ini adalah:

  • Nyeri pada satu sisi tenggorokan.
  • Demam.
  • Nyeri telinga.
  • Suara sengau atau bindeng.
  • Sulit membuka mulut atau terasa ada yang mengganjal di tenggorokan.
  • Kesulitan dan nyeri saat menelan, bicara atau bernapas.
  • Produksi air liur yang berlebih. 
  • Pembesaran kelenjar getah bening di sekitar leher.

Penyebab Abses Peritonsil

Abses peritonsil terjadi akibat tonsilitis atau infeksi amandel yang tidak diobati, sehingga menyebar hingga ke jaringan sekitarnya. Penyebab infeksi biasanya adalah bakteri Streptokokus, yang dapat disertai juga dengan infeksi bakteri anaerob lainnya.

Faktor Risiko Abses Peritonsil

Beberapa hal yang bisa jadi faktor risiko kondisi ini adalah:

  • Adanya infeksi gigi.
  • Tonsilitis (radang amandel) kronis.
  • Merokok. 
  • Leukemia. 
  • Batu/kalsium yang terdeposit di tonsil.

Diagnosis Abses Peritonsil

Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil wawancara dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menggunakan senter untuk melihat kondisi amandel dan jaringan sekitarnya dan menekan bagian yang dicurigai abses untuk memastikan adanya nanah di dalamnya. 

Pemeriksaan pendukung lainnya dapat menggunakan USG, rontgen maupun CT scan. Tujuannya adalah untuk melihat kemungkinan penyebab lain yang terlibat pada jaringan tersebut.

Baca juga: Waspada, Abses Peritonsil Sebabkan Sulit Bernapas

Komplikasi Abses Peritonsil

Pengidap abses peritonsil akan merasa sulit untuk bernapas, sehingga mereka akan kesulitan untuk minum ataupun makan. Oleh karena itu, pengidap berisiko tinggi mengalami dehidrasi. 

Selain itu, pengidap dengan masalah medis lain, seperti diabetes melitus, penyakit gangguan daya tahan tubuh, penggunaan steroid lama, ataupun tanda sepsis, ini dapat memperparah kondisi.

Pengobatan Abses Peritonsil

Pada pengobatan abses peritonsil, dokter akan menggunakan terapi antibiotik. Pemberian antibiotik ditujukan untuk membunuh bakteri dan sebagian besar kasus dapat ditangani dengan rawat jalan. 

Namun, jika diperlukan, dokter akan menyarankan untuk dirawat di rumah sakit. Selain itu, dokter juga mungkin akan memberikan obat untuk meredakan nyeri dan mempercepat perbaikan kondisi. 

Apabila terapi klinis tidak memberikan hasil yang diharapkan, maka kemungkinan diperlukan pemeriksaan kultur bakteri dari abses.

Drainase juga diperlukan untuk mengeluarkan nanah di dalam abses yang ukurannya lebih dari 1 sentimeter, yang diikuti keluhan pada rongga mulut, seperti membuka mulut. 

Prosedur yang dilakukan biasanya menggunakan insisi dengan pisau, jarum atau tonsilektomi. Tonsilektomi biasanya dianjurkan pada pengidap dengan riwayat tonsilitis berulang atau pada anak yang tidak dapat menjalankan tindakan drainase dengan pembiusan lokal.

Pencegahan Abses Peritonsil

Pencegahan untuk penyakit ini bisa dilakukan dengan:

  • Mengonsumsi makanan sehat.
  • Minum air putih yang cukup.
  • Membatasi konsumsi makanan berminyak. 

Baca juga: Abses Peritonsil dan Tonsilitis, Apa Bedanya?

Apabila terdapat keluhan berupa sakit pada tenggorokan (radang) saat menelan, segera diskusikan dengan dokter untuk diobati hingga sembuh. Selain itu, pola istirahat yang baik dan tidur yang teratur juga diperlukan, supaya daya tahan tubuh tetap baik.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami keluhan seperti yang dijelaskan tadi, jangan tunda untuk periksakan diri ke dokter. Terutama jika mengalami sakit tenggorokan saat menelan yang disertai demam dan tidak membaik.

Jadi, segeralah download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, guna menjalani pemeriksaan. Semakin cepat kondisi didiagnosis dan diobati, maka semakin baik.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Peritonsillar Abscess.
Healthline. Diakses pada 2021. Peritonsillar Abscess.
Diperbarui pada 5 November 2021