• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Alergi Kacang

Alergi Kacang

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Alergi Kacang

Pengertian Alergi Kacang

Alergi kacang adalah reaksi yang terjadi ketika tubuh salah mengidentifikasi kacang sebagai zat berbahaya. Saat mengosumsi kacang atau makanan yang mengandung kacang, sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan, sehingga menyebabkan respons yang serius, bahkan mengancam jiwa.

Gejala Alergi Kacang

Umumnya reaksi alergi akan muncul beberapa saat setelah mengonsumsi kacang. Berikut ini tanda dan gejala alergi kacang:

  • Rasa gatal atau kesemutan di sekitar mulut atau tenggorokan.
  • Kulit gatal disertai munculnya bintik kecil atau besar di permukaan kulit.
  • Sakit perut disertai kecemasan atau perasaan tidak tenang, seperti memiliki perasaan tentang hal yang buruk akan terjadi.
  • Batuk dan suara serak.
  • Kesulitan bernapas.
  • Sakit kepala.
  • Diare.
  • Muntah.
  • Mata gatal, berair, ataupun bengkak.
  • Bersin.
  • Pusing atau pingsan.
  • Hidung berair atau tersumbat.

Jika muncul dalam intensitas parah, kondisi tersebut dikenal dengan istilah reaksi anafilaksis. Reaksi yang muncul dapat mengganggu pernapasan dan berpotensi mengancam jiwa. Gejalanya dapat berupa:

  • Pembengkakan pada mulut atau bibir.
  • Sesak napas.
  • Pusing.
  • Pingsan.

Reaksi alergi yang muncul pada masing-masing pengidap akan berbeda. Bahkan, satu orang pengidap bisa saja memiliki reaksi alergi berbeda saat mengonsumsi jenis kacang yang berbeda.

Penyebab dan Faktor Risiko Alergi Kacang

Seperti pada penjelasan di awal, alergi kacang adalah reaksi yang terjadi ketika tubuh salah mengidentifikasi kacang sebagai zat berbahaya. Paparan kacang yang terjadi secara langsung atau tidak langsung menyebabkan kekebalan tubuh melepaskan histamin ke dalam aliran darah.

Hal tersebut yang membuat sejumlah gejala alergi kacang muncul. Di samping itu, berikut ini beberapa faktor risiko alergi kacang yang perlu diwaspadai:

  • Usia

Alergi makanan paling sering terjadi pada anak-anak, terutama balita dan bayi 14 bulan hingga 2 tahun. Tidak jarang kondisi tersebut berlanjut sampai dewasa.

  • Riwayat Alergi Kacang

Seseorang yang memiliki riwayat alergi kacang pada saat usia anak-anak, bsia saja muncul kembali pada saat dewasa.

  • Alergi Lainnya

Jika memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu, risiko untuk terkena alergi kacang semakin tinggi.

  • Keturunan Genetik

Jika memiliki orangtua atau saudara kandung mengidap alergi kacang, risiko terkena alergi menjadi semakin tinggi.

Diagnosis Alergi Kacang

Proses diagnosis dilakukan oleh dokter spesialis berdasarkan hasil wawancara dan keluhan yang dialami pengidap. Berikut ini beberapa pemeriksaan penunjang yang dilakukan:

  • Buku harian makanan. Dokter akan meminta catatan harian makanan mengenai kebiasaan makan, gejala, atau obat-obatan yang dikonsumsi.
  • Diet eliminasi. Dokter menyarankan untuk menghilangkan kacang atau makanan lain yang dicurigai menimbulkan reaksi alergi selama 1-2 minggu.
  • Tes kulit. Dokter menempatkan alergen di lapisan bawah kulit. Jika muncul benjolan, pasien memiliki alergi terhadap bahan makanan tersebut.
  • Tes darah. Dokter dapat mengukur respons sistem kekebalan terhadap makanan tertentu. Caranya dengan memeriksa jumlah antibodi tipe alergi dalam aliran darah.

Pengobatan Alergi Kacang

Hingga kini, belum ada pengobatan yang efektif untuk mengatasi alergi kacang. Langkah pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi gejala yang muncul. Berikut ini beberapa langkah yang umum dilakukan:

  • Obat Antihistamin

Obat antihistamin dapat konsumsi sesaat setelah mengonsumsi kacang atau saat gejala ringan muncul.

  • Obat Epinefrin

Obat epinefrin adalah obat yang biasanya diberikan pada pengidap reaksi alergi akut. Obat ini diberikan oleh tim medis di fasilitas kesehatan.

Pencegahan Gejala Alergi Kacang

Untuk mencegah munculnya reaksi alergi kacang, berikut ini beberapa langkah yang dapat kamu lakukan:

  1. Baca label kemasan sebelum membeli bahan makanan.
  2. Tanyakan kepada pelayan restoran sebelum memesan makanan.
  3. Jangan menghirup udara yang mengandung residu kacang.
  4. Kenakan gelang yang mencantumkan jika anak mengidap alergi kacang.
  5. Bawalah obat-obatan seperti antihistamin ke mana pun kamu pergi untuk mengatasi reaksi alergi ringan.
  6. Bawa suntikan epinefrin ke mana pun kamu pergi untuk mengatasi reaksi alergi parah.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera temui dokter di rumah sakit terdekat terdekat lewat aplikasi Halodoc saat menemukan gejalanya. Segera dapatkan bantuan, jangan meremehkan reaksi alergi yang muncul. Ingat, reaksi alergi yang parah (anafilaksis) akibat alergi kacang bisa menyebabkan kematian bila telat ditangani. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Peanut Allergy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Peanut allergy.
University of Michigan Health. Diakses pada 2021. Peanut Allergy.