Alergi Kacang

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Alergi Kacang

Alergi kacang merupakan salah satu alergi makanan yang umum dialami oleh anak-anak maupun dewasa. Alergi kacang memiliki dua jenis, yaitu kacang yang tumbuh dari pepohonan (kacang pohon), seperti kenari, almond, serta hazelnut, dan dari bawah tanah (kacang tanah), misalnya kacang, kacang polong, dan kacang kedelai. Kacang tanah dan pohon tidaklah sama, tetapi alergi terhadap kacang tanah meningkatkan pengidap untuk alergi kacang pohon 25 hingga 40 persen. Bagi pengidap alergi kacang tanah dan kacang pohon menimbulkan reaksi alergi dan dapat mengancam jiwa.

Lihat Juga Alergi Makanan

 

Faktor Risiko  Alergi Kacang

Orang dengan faktor risiko tertentu memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan alergi kacang. Berikut adalah faktor risiko alergi kacang:

  • Umur

Alergi makanan paling sering terjadi pada anak-anak, terutama balita dan bayi 14 bulan hingga 2 tahun, bahkan bisa berlanjut sampai dewasa. Pada usia dewasa, sistem pencernaan telah matang, dan tubuh cenderung bereaksi terhadap makanan yang memicu alergi.

  • Riwayat Alergi Kacang

Seseorang yang memiliki riwayat alergi kacang pada saat usia anak-anak, kemudian muncul kembali pada saat dewasa.

  • Alergi Lainnya

Jika memiliki alergi terhadap suatu jenis makanan, kemungkinan untuk mengidap alergi kacang meningkat.

  • Keturunan Genetik

Keturunan genetik dari orangtua atau saudara kandung yang memiliki alergi kacang juga menjadi faktor risiko seseorang memiliki alergi kacang.

 

Penyebab Alergi Kacang

Salah satu faktor terjadinya alergi kacang padang seseorang disebabkan sistem tubuh yang keliru ketika mengidentifikasi protein kacang sebagai sesuatu yang berbahaya. Paparan kacang dapat terjadi secara kontak langsung atau tidak langsung yang menyebabkan kekebalan tubuh melepaskan histamin penyebab gejala ke dalam aliran darah.

Baca juga: Pengidap Alergi Kacang Bolehkah Minum Susu Kedelai?

 

Gejala Alergi Kacang

Umumnya reaksi alergi akan muncul setelah beberapa saat mengonsumsi kacang. Berikut adalah tanda dan gejala alergi kacang

  • Rasa gatal atau kesemutan di sekitar mulut atau tenggorokan.

  • Kulit gatal disertai munculnya bintik kecil atau besar di permukaan kulit.

  • Sakit perut disertai kecemasan atau perasaan tidak tenang, seperti memiliki perasaan tentang hal yang buruk akan terjadi.

  • Batuk dan suara serak.

  • Kesulitan bernapas

  • Sakit kepala.

  • Diare.

  • Muntah.

  • Mata gatal, berair, ataupun bengkak.

  • Bersin.

  • Pusing atau pingsan.

  • Hidung berair atau tersumbat.

  • Reaksi anafilaksis, dapat berupa reaksi yang mengganggu pernapasan dan berpotensi mengancam jiwa. Gejala reaksi anafilaksis yang perlu untuk mendapat perhatian, antara lain: bengkak pada mulut/bibir, sesak napas, pusing, ataupun pingsan.

Efek yang ditimbulkan dari alergi kacang tanah dan kacang pohon memiliki gejala yang berbeda pada masing-masing individu. Orang yang sama juga dapat bereaksi berbeda pada waktu yang berbeda. Bahkan, bagi beberapa orang hanya memakan kacang dalam jumlah yang sedikit dapat menyebabkan reaksi serius.

Baca juga: Anak Alergi Kacang, Bisa Diobati?

 

Lihat Juga Alergi Susu

 

Diagnosis Alergi Kacang

Penegakkan diagnosis alergi kacang membutuhkan waktu yang tidak sedikit, karena gejala pada setiap orang bisa beraneka ragam. Selain itu, setiap individu memiliki kecenderungan untuk mengalami gejala yang tidak sama. Mencatat riwayat alergi kacang dapat membantu dokter untuk memeriksa dan melacak gejala yang dimiliki. Catatan yang diperlukan sebelum janji temu, antara lain:

  • Apa saja dan berapa banyak makanan yang dimakan.

  • Kapan gejala mulai terjadi.

  • Apa yang dilakukan untuk meringankan gejalanya.

  • Berapa lama sebelum gejala itu muncul.

Selanjutnya, dokter akan melakukan beberapa langkah pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, seperti:

  • Dokter akan bertanya tentang riwayat gejala alergi pengidap dan keluarga. Pengidap juga akan ditanya tentang kesehatan secara keseluruhan dan riwayat medis keluarga, termasuk setiap kerabat dengan alergi.

  • Pemeriksaan fisik.

  • Tes darah. Tes darah dapat mengukur respons sistem kekebalan pengidap terhadap makanan tertentu dengan memeriksa jumlah antibodi tipe alergi dalam aliran darah, yang dikenal sebagai immunoglobulin E (IgE) antibodi.

 

Pengobatan Alergi Kacang

Hingga kini, belum ada pengobatan yang efektif untuk membuat seseorang menjadi tidak alergi kacang lagi. Pengobatan utama pada alergi kacang adalah dengan mengurangi gejalanya. Cara untuk meredakan keluhan akibat alergi kacang dapat dilakukan dengan terapi, seperti pemberian obat alergi.

Obat Antihistamin

Pada reaksi alergi yang ringan, biasanya dapat membaik dengan minum obat-obatan golongan antihistamin. Obat antihistamin dapat diminum jika menyadari telah memakan kacang atau ketika terkena gejala alergi akibat kacang.

Obat Epinefrin

Obat epinefrin adalah obat yang biasanya diberikan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan untuk serangan alergi.

Individu yang mengalami reaksi alergi akut terhadap paparan kacang yang tidak disengaja juga harus memberi tahu sang profesional perawatan kesehatan. Sangat penting untuk dicatat bahwa tingkat keparahan reaksi akut tidak dapat diprediksi oleh pengujian diagnostik atau reaksi sebelumnya.

Lihat Juga Alergi Telur

 

Pencegahan Alergi Kacang

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menghindari makanan berjenis kacang. Apabila pengidap memiliki alergi terhadap salah satu jenis kacang pohon, pengidap memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk alergi terhadap jenis lain. Untuk alasan ini, dokter mungkin menyarankan pengidap untuk menghindari semua jenis kacang.

Baca juga: Pertolongan Pertama saat Alergi Kacang Kambuh

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu memiliki gejala alergi kacang, sebaiknya catat gejala yang dialami dan kunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan terapi yang sesuai.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Peanut Allergy

Diperbarui pada tanggal 20 Agustus 2019