• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Alopecia Areata

Alopecia Areata

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Alopecia Areata - Pengertian, Gejala, dan Cara Mengobatinya | Halodoc

Pengertian Alopecia Areata

Alopecia adalah istilah medis untuk rambut rontok. Salah satu jenisnya adalah alopecia areata. Ini adalah penyakit autoimun, yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat pada tubuh sendiri. Penyakit ini menyerang folikel rambut. 

Folikel rambut merupakan struktur tempat rambut akan tumbuh. Penyakit ini menyebabkan folikel rambut akan menjadi semakin kecil dan berhenti memproduksi rambut, awalnya menimbulkan rambut rontok hingga mengakibatkan kebotakan jika dibiarkan.

Gejala Alopecia Areata

Gejala yang disebabkan alopecia areata, antara lain:

  • Kebotakan berpola bulat pada satu atau beberapa tempat yang tadinya ditumbuhi rambut, yang bersifat sementara tapi dapat juga permanen.
  • Kebotakan yang dapat meluas hingga menyeluruh di kulit kepala (alopecia totalis) dan bahkan di seluruh tubuh (alopecia universalis).
  • Gangguan pada kuku jari tangan dan jari kaki, berupa kuku berubah bentuk, memiliki garis putih dengan permukaan yang tipis dan kasar, atau terbelah.
  • Kebotakan yang dapat disertai sensasi rasa terbakar atau gatal pada kulit kepala.

Penyebab Alopecia Areata

Alopecia areata adalah penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuh, dalam hal ini folikel rambut. Ketika ini terjadi, rambut orang tersebut mulai rontok, seringkali dalam bentuk gumpalan. 

Tingkat kerontokan rambut bervariasi. Dalam beberapa kasus, ini terjadi hanya di beberapa tempat. Namun, kerontokan rambut bisa lebih besar. Pada beberapa kasus yang jarang, seseorang bisa kehilangan semua rambut di kepalanya (alopecia areata totalis) atau seluruh tubuh (alopecia areata universalis).

Dipercaya bahwa susunan genetik seseorang dapat memicu reaksi autoimun alopecia areata. Bersama dengan virus atau zat yang bersentuhan dengan orang tersebut.

Faktor Risiko Alopecia Areata

Berbagai faktor risiko alopecia areata, antara lain:

  • Riwayat penyakit yang sama pada anggota keluarga.
  • Pertambahan usia.
  • Penyakit autoimun lain, seperti diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis, atau lupus eritematosus.
  • Memiliki warna, bentuk, tekstur, atau ketebalan kuku yang abnormal.
  • Masalah psikologis, seperti stres, depresi, cemas, atau gangguan paranoid.

Diagnosis Alopecia Areata

Dokter akan mendiagnosis alopecia areata dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti:

  • Analisis sampel kulit kepala dengan menggunakan mikroskop di laboratorium, untuk memastikan penyebab alopecia areata.
  • Pemeriksaan darah jika diduga mengidap penyakit autoimun. Ini untuk memeriksa antibodi yang tidak normal, kadar C-reactive protein, zat besi, hormon tiroid, hormon testosteron, follicle stimulating hormone (FSH), dan luteinizing hormone (LH).

Komplikasi Alopecia Areata

Beberapa komplikasi alopecia areata, antara lain:

  • Kebotakan menjadi bersifat permanen.
  • Memiliki risiko yang lebih besar untuk mengidap atau memiliki keluarga dengan penyakit asma, alergi, dan penyakit autoimun lain, seperti penyakit tiroid dan vitiligo.
  • Gangguan psikologis berupa gangguan emosional akibat kepercayaan diri yang hilang, yang dapat berkembang menjadi depresi.

Pengobatan Alopecia Areata

Sampai saat ini, pengobatan yang cocok untuk menyembuhkan penyakit alopecia areata masih belum ditemukan. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk merangsang pertumbuhan rambut agar kembali tumbuh lebih cepat. Obat-obatan yang diberikan dokter, antara lain:

  • Obat untuk merangsang pertumbuhan rambut kembali.
  • Obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh.
  • Obat untuk memengaruhi sistem imun pada kulit.
  • Obat untuk mengalihkan sistem pertahanan tubuh.
  • Krim tabir surya dan rambut palsu atau topi untuk melindungi kulit kepala dari sinar matahari.
  • Bulu mata palsu dan kacamata yang berguna untuk melindungi mata pengidap alopecia areata dari debu.

Pencegahan Alopecia Areata

Alopecia areata tidak dapat dicegah karena penyebabnya tidak diketahui. Gangguan autoimun ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. Termasuk riwayat keluarga, kondisi autoimun lainnya, dan bahkan kondisi kulit lainnya. 

Namun, ada beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Membatasi penggunaan perangkat perawatan rambut yang berisiko merusak atau membuat rambut kering.
  • Membatasi penggunaan bahan kimia untuk rambut.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala alopecia areata yang tadi dijelaskan, segera bicarakan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat. Jika dokter memberi resep obat, kamu bisa download Halodoc untuk cek kebutuhan medis kamu dengan mudah.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Alopecia Areata.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Alopecia Areata.
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Need to Know About Alopecia Areata.
Diperbarui pada 1 Desember 2021