Amnesia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Amnesia

Amnesia atau hilang ingatan adalah suatu gangguan dalam hal mengingat informasi, pengalaman atau kejadian, serta kesulitan dan membentuk ingatan baru. Penyakit ini dapat terjadi secara tiba-tiba maupun perlahan-lahan. Amnesia juga merupakan suatu gejala dari salah satu penyakit serius.

Baca juga: Sama-Sama Bikin Lupa, Ini Bedanya Amnesia, Demensia, dan Alzheimer

 

Faktor Risiko Amnesia

  • Cedera pada kepala, misalnya akibat kecelakaan.

  • Stroke.

  • Kejang.

  • Ensefalitis atau peradangan otak.

  • Tumor otak.

  • Penyakit Alzheimer.

  • Ketergantungan alkohol dalam jangka waktu lama.

  • Konsumsi obat-obatan, seperti benzodiazepine atau obat penenang.

  • Penurunan pasokan oksigen ke otak (anoxia).

  • Trauma psikologis, misalnya akibat pelecehan seksual.

 

Penyebab Amnesia

Penyebab utama amnesia adalah terjadinya kerusakan pada bagian otak yang berfungsi untuk membentuk sistem limbik. Sistem limbik tersebut berperan dalam mengatur emosi dan juga ingatan seseorang. Bagian otak tersebut bisa rusak jika mengalami benturan yang sangat kencang. Ketika kepala terbentur kencang, maka ada kemungkinan dinding otak mengalami cedera berupa retak. Kepala yang terbentur tersebut meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap amnesia.

Seseorang akan mengalami amnesia sementara dengan waktu yang berbeda-beda, jika pembuluh darah di sekitar otak mengalami kelainan, misalnya otak kecil cedera dan terhimpit akibat tekanan saat benturan keras terjadi. Sementara itu, jika cedera akibat benturan hanya mencederai dinding otak, amnesia yang terjadi mudah disembuhkan. Namun, pengidap amnesia membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh, terutama jika cedera cukup parah dan mengenai bagian otak besar, kecil, dan tengah.

 

Gejala Amnesia

Gejala amnesia terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Amnesia anterograde. Pada keadaan ini, pengidap sulit membuat ingatan diri. Gangguan ini dapat bersifat sementara, tetapi dapat juga permanen.

  • Amnesia retrograde. Pada keadaan ini, pengidap tidak dapat mengingat informasi atau kejadian di masa lalu. Gangguan ini umumnya memengaruhi ingatan yang baru terbentuk. Pada ingatan lama, seperti ingatan pada masa kecil, gangguan timbul lebih lambat.

Pengidap amnesia juga sering mengalami gejala disorientasi atau kebingungan dan juga konfabulasi atau ingatan palsu. Konfabulasi adalah suatu bentuk ingatan yang berasal dari karangan atau kejadian yang benar-benar terjadi, tetapi ditempatkan pada waktu yang salah. 

Baca juga: Saraf Terganggu Saat Kepala Terbentur Jadi Penyebab Utama Amnesia

 

Diagnosis Amnesia

Diagnosis amnesia akan dilakukan oleh dokter dengan beberapa cara, antara lain:

  • Melakukan wawancara dengan keluarga atau kerabat pengibat untuk mengetahui riwayat gejala penyakit.

  • Melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang lain yang meiputi MRI, CT scan, pemeriksaan darah, dan EEG (elektroensefalogram).

  • Melakukan tes kognitif untuk mengukur daya ingat.

 

Komplikasi Amnesia

Pengidap amnesia juga dapat mengalami dissociative disorder. Dalam kondisi tersebut, pengidap akan kehilang memori yang ada dan mengalami kesulitan untuk mengenali dirinya sendiri. Dissociative disorder disebabkan oleh stres yang berat dan muncul akibat kejadian traumatis atau merupakan penyakit bawaan yang dari orang terdekat.

 

Pengobatan Amnesia

Pengobatan amnesia dilakukan denga cara sebagai berikut:

  • Terapi okupasi. Terapi jenis ini mengajarkan pasien untuk mengenalkan informasi baru dengan ingatan yang masih ada.

  • Teori kognitif. Terapi ini bertujuan untuk memperkuat daya ingat pasien dengan cara bantuan teknologi, seperti telepon, tablet, agenda elektronik, atau tablet.

  • Pemberian vitamin dan suplemen untuk mencegah kerusakan otak yang lebih parah.

  • Perubahan gaya hidup. Salah satunya dengan menghindari minuman beralkohol.

Baca juga: 3 Cara Menyembuhkan Amnesia

 

Pencegahan Amnesia

Amnesia bisa dicegah dengan menghindari faktor risiko dan penyebab dari amnesia. Karena penyebab utamanya adalah benturan keras pada kepala yang dapat menyebabkan cedera. Dianjurkan untuk menggunakan pelindung kepala saat olahraga atau melakukan aktivitas sehari-hari seperti mengendarai motor. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko kepala terbentur dengan keras jika terjadi kecelakaan. Selain itu, karena amnesia bisa disebabkan oleh faktor lain, maka pencegahan juga bisa dilakukan dengan menghindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, menghindari penggunaan obat-obat penenang, serta menjaga kesehatan mental karena stres dan trauma juga bisa menyebabkan amnesia.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala tersebut, segera bicarakan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Amnesia
WebMD. Diakses pada 2019. Amnesia

Diperbarui pada 6 September 2019