• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Andropause
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Andropause

Andropause

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
andropauseandropause

Pengertian Andropause

Menopause laki-laki adalah istilah yang lebih umum untuk andropause. Ini menggambarkan perubahan terkait usia dalam kadar hormon pria. Kelompok gejala yang sama juga memiliki sebutan lain, misalnya defisiensi testosteron, defisiensi androgen, dan hipogonadisme dengan gejala atau perkembangan yang lambat.

Menopause pria melibatkan penurunan produksi testosteron pada pria berusia 50 tahun atau lebih. Kondisi ini juga memiliki kaitan dengan hipogonadisme. Kedua hal tersebut melibatkan penurunan kadar testosteron dan gejala serupa.

Testosteron adalah hormon yang dibuat pada organ testis. Hormon ini memiliki banyak peran penting untuk pria. Tidak hanya menstimulasi dorongan seksual, testosteron juga memicu perubahan selama masa pubertas, memicu energi mental dan fisik, hingga mempertahankan massa otot

Menopause pria berbeda dengan menopause wanita dalam beberapa hal. Salah satunya, tidak semua pria mengalaminya. Selain itu, kondisi ini tidak melibatkan penghentian total pada organ reproduksi. Meski demikian, komplikasi seksual bukan tidak mungkin dapat terjadi akibat penurunan kadar hormon.

Penyebab Andropause

Penurunan testosteron merupakan faktor penting pada pria dengan andropause. Namun, seiring bertambahnya usia, tidak hanya tubuh mulai membuat lebih sedikit testosteron, tetapi juga kadar hormon lain, termasuk globulin pengikat hormon seks (SHBG), yang menarik testosteron dari darah, mulai meningkat. Hormon ini mengikat beberapa testosteron yang tersedia dan beredar dalam darah. 

Testosteron yang tidak terikat pada hormon SHBG memiliki sebutan bioavailable testosteron, artinya tersedia dan tubuh bisa menggunakannya.

Pria dengan gejala yang berhubungan dengan andropause telah mengalami penurunan jumlah testosteron bioavailabilitas dalam darah. Oleh karena itu, jaringan dalam tubuh yang terstimulasi oleh testosteron menerima jumlah yang lebih rendah. Akhirnya, hal ini dapat menyebabkan berbagai perubahan fisik dan mental pada seseorang seperti perubahan suasana hati atau kelelahan.

Faktor Risiko Andropause

Andropause bisa terjadi pada semua pria yang sudah memasuki usia 50 tahun atau lebih. Meski begitu, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya menopause pria, yaitu: 

  • Faktor lingkungan, misalnya karena paparan polusi dari lingkungan.
  • Internal, termasuk terjadinya perubahan hormon pada tubuh laki-laki (prolaktin, melatonin, testosterone, dehydroepiandrosterone (DHEA), dehydroepiandrosterone sulfate (DHEA-S), Growth Hormone (GH), dan hormon Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1).
  • Kondisi psikologis, termasuk stres fisik dan psikis.
  • Konsumsi obat tertentu.
  • Pola hidup, terutama pola hidup tidak sehat.
  • Kondisi medis, seperti diabetes, PPOK, stroke, obesitas, masalah ginjal, sindrom metabolik, gangguan autoimun, dan lainnya. 

Gejala Andropause

Andropause dapat menyebabkan masalah fisik, seksual, dan psikologis bagi pria. Bahkan, gejalanya biasanya memburuk seiring bertambahnya usia, termasuk:

  • Tingkat energi yang rendah.
  • Depresi atau kerap merasa sedih
  • Motivasi dan rasa percaya diri menurun.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Mengalami insomnia atau sulit tidur.
  • Peningkatan lemak pada tubuh.
  • Berkurangnya massa otot dan perasaan kelemahan fisik.
  • Ginekomastia, atau perkembangan payudara.
  • Penurunan kepadatan tulang.
  • Disfungsi ereksi.
  • Berkurangnya libido.
  • Peningkatan risiko infertilitas.

Selain itu, pengidap mungkin juga mengalami payudara membengkak atau melunak, ukuran testis yang mengecil, rambut rontok, dan hot flashes. Kadar testosteron yang rendah terkait dengan menopause pria juga berhubungan dengan osteoporosis. 

Ini adalah kondisi ketika tulang menjadi lemah dan rapuh. Akan tetapi, kerapuhan tulang karena andropause terbilang langka. Biasanya hanya memengaruhi pria pada usia yang sama dengan wanita memasuki menopause.

Diagnosis Andropause

Supaya bisa mendapatkan diagnosis yang lebih akurat untuk kondisi andropause, dokter umumnya akan melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Melakukan pemeriksaan fisik.
  • Bertanya tentang gejalanya.
  • Melakukan pemeriksaan penunjang untuk mengesampingkan masalah medis yang mungkin berkontribusi pada kondisi tersebut.
  • Merekomendasikan pengidap untuk melakukan tes darah, yang mungkin termasuk mengukur kadar testosteron.

Pengobatan Andropause

Jika kadar testosteron rendah, terapi penggantian testosteron dapat membantu meringankan gejala, seperti penurunan libido, depresi, dan kelelahan yang berlebihan. 

Sama seperti terapi penggantian hormon pada wanita, terapi penggantian testosteron memiliki potensi risiko dan efek samping. Mengganti testosteron dapat meningkatkan risiko kanker prostat dan penyakit jantung.

Jika kamu sedang mempertimbangkan terapi penggantian androgen, bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. Dokter mungkin juga merekomendasikan gaya hidup tertentu atau perubahan lain untuk membantu beberapa gejala menopause pria. Ini termasuk diet, program latihan, dan resep obat seperti antidepresan.

Komplikasi Andropause

Komplikasi yang terkait dengan andropause termasuk peningkatan risiko masalah kardiovaskular dan osteoporosis (tulang rapuh). Selain itu, pengidapnya juga bisa mengalami masalah seksual seperti penurunan libido, yang berujung pada depresi jika tidak segera mendapatkan penanganan.

Pencegahan Andropause

Oleh karena terjadi secara alami, yang bisa kamu lakukan hanyalah memperlambat datangnya kondisi ini. Jadi, kamu tidak bisa mencegah munculnya andropause. Pastikan saja kamu tetap disiplin menerapkan pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, kurang minuman beralkohol, kafein, dan tinggi gula.

Selain itu, hindari pula paparan polusi lingkungan yang berlebihan, rutin olahraga, tidak begadang, dan mengelola stres dengan baik. Tidak ketinggalan, pastikan juga kamu memenuhi asupan cairan tubuh. 

Kapan Harus ke Dokter?

Kamu bisa segera melakukan pemeriksaan medis apabila mengalami gejala seperti penis terasa nyeri, berkemih berlebihan, ejakulasi dini, kencing mengejan atau tidak lancar. 

Tanyakan pada dokter di Halodoc penanganan yang tepat dan apa yang harus kamu lakukan. Cek dan download Halodoc secara gratis langsung melalui App Store maupun Play Store. 

Referensi:
MedBroadcast. Diakses pada 2023. Andropause.
WebMD. Diakses pada 2023. Male “Menopause”.
Healthline. Diakses pada 2023. What Is Male Menopause?