• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Pengertian Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Asam Folat

Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat (vitamin B9) merupakan kondisi yang berkembang ketika tubuh kekurangan vitamin B12 dan folat. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh memproduksi sel darah merah besar yang tidak normal yang tidak dapat berfungsi dengan baik.

Padahal, sel darah merah berfungsi untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh menggunakan zat yang disebut hemoglobin. Akibatnya, anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat akan terjadi. Salah satu pemicu jenis anemia tersebut ialah kurangnya asupan makanan dengan vitamin B12 atau folat pada tubuh. Di samping itu, adanya kesulitan pada tubuh untuk memproses atau menyerap zat-zat tersebut juga dapat meningkatkan risikonya. 

Penyebab Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Asam Folat

1. Penyebab Anemia Defisiensi Vitamin B12

  • Mengidap anemia pernisiosa. Tubuh menyerap vitamin B12 melalui lambung. Agar proses penyerapan vitamin B12 dari makanan yang dikonsumsi lancar, sebuah protein bernama faktor intrinsik akan menempelkan dirinya pada vitamin B12. Anemia pernisiosa adalah penyakit autoimun yang memengaruhi lambung. 

Penyakit autoimun berarti sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat tubuh sendiri. Pada anemia pernisiosa, terjadi defisiensi, karena vitamin B12 tidak dapat diserap oleh tubuh. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel dalam lambung yang menghasilkan faktor intrinsik.

  • Faktor makanan yang dikonsumsi. Ikan, daging, dan berbagai produk olahan susu adalah menu makanan yang menyediakan banyak kandungan vitamin B12. Vegetarian atau orang yang hanya mengonsumsi makanan berasal dari tumbuhan, mungkin tidak memiliki cukup vitamin B12 dalam menu mereka. Hal ini juga dapat terjadi pada orang-orang yang memiliki menu sangat sederhana dalam jangka waktu lama.
  • Penyakit yang memengaruhi usus. Saat tubuh tidak dapat menyerap vitamin B12 seperti biasanya, penyakit yang memengaruhi usus atau sebagian dari sistem pencernaan bisa menjadi penyebabnya. Salah satunya adalah penyakit Crohn, yaitu penyakit jangka panjang yang menyebabkan peradangan pada dinding sistem pencernaan. Kondisi ini dapat membuat tubuh kekurangan vitamin B12.
  • Kondisi yang memengaruhi lambung. Kondisi lambung atau operasi lambung bisa menjadi penyebab terhalangnya proses penyerapan vitamin B12.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu. Konsumsi obat-obatan tertentu bisa mengurangi kandungan vitamin B12 pada tubuh. Misalnya proton pump inhibitor (PPIs), yaitu obat untuk mengatasi masalah pencernaan.

2. Penyebab dari Anemia Defisiensi Folat

  • Makanan yang tidak sehat dan tidak seimbang.
  • Mengubah jenis atau pola makan harian, misalnya untuk alasan menurunkan berat badan.
  • Konsumsi minuman beralkohol berlebihan juga berisiko mengalami anemia defisiensi folat.
  • Terjadinya malabsorpsi pada penderita penyakit Celiac. Kondisi ini dapat memengaruhi sistem pencernaan, sehingga tubuh tidak dapat menyerap folat.
  • Buang air kecil berlebihan, seperti pada pengidap penyakit ginjal, jantung, dan hati, menyebabkan kehilangan folat dari tubuh.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu. Efek dari obat-obatan tertentu menyebabkan folat dapat berkurang jumlahnya dan kadang sulit diserap tubuh.
  • Bayi prematur yang lahir sebelum 37 minggu masa kehamilan cenderung akan mengalami anemia defisiensi folat, karena tubuh mereka yang sedang berkembang membutuhkan lebih banyak vitamin folat daripada bayi lahir usia kandungan normal.
  • Faktor kehamilan. Jika sedang hamil atau berencana untuk hamil, disarankan minum suplemen asam folat 0,4 miligram per hari dan dilakukan hingga kehamilan berusia 12 minggu. Hal ini dilakukan untuk memastikan ibu dan bayi memiliki cukup folat dalam tubuh. Dan bertujuan membantu bayi tumbuh dan berkembang.

 

Gejala Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Asam Folat

1. Gejala Anemia Defisiensi Vitamin B12

  • Gejala umum anemia, seperti lemah, letih, lesu, dan pucat.
  • Lidah perih dan berwarna kemerahan atau radang lidah.
  • Warna kulit menjadi kekuningan.
  • Sariawan di mulut.
  • Indra peraba terasa berbeda atau fungsinya berkurang.
  • Kemampuan merasakan sakit berkurang.
  • Penglihatan terganggu.
  • Mudah marah.
  • Perubahan cara berjalan dan bergerak.
  • Depresi, yaitu merasa sedih sekali dan berlangsung lama.
  • Demensia, yaitu kemampuan mental berkurang terkait ingatan, pemahaman, dan penilaian.
  • Psikosis, yaitu kondisi yang memengaruhi pikiran dan mengubah pola pikir, perasaan, dan perilaku.

2. Gejala Anemia Defisiensi Folat

  • Gejala umum yang berkaitan dengan anemia.
  • Kemampuan indra peraba menurun, misalnya berkurang atau hilangnya rasa sentuhan dan rasa sakit.
  • Mati rasa dan kesemutan pada kaki dan tangan. 
  • Kemampuan otot melemah.
  • Merasa depresi.

Diagnosis Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Asam Folat

Diagnosis bisa dilakukan dokter dengan beberapa langkah berikut ini:

  • Memeriksa ukuran sel darah merah apakah melebihi normal.
  • Memeriksa tingkat hemoglobin dalam darah.
  • Memeriksa kadar vitamin B12 di dalam darah.
  • Memeriksa kadar folat di dalam darah.

Jika dicurigai mengidap defisiensi vitamin B12, dokter akan menyarankan pengidap untuk menjalani beberapa pemeriksaan tambahan, yaitu:

  • Pemeriksaan antibodi. Antibodi dalam darah pengidap akan diperiksa.
  • Pemeriksaan asam methylmalonic. Pada pemeriksaan ini, dokter akan memeriksa apakah zat asam methylmalonic terdapat dalam darah pengidap.
  • Tes schilling. Pengidap akan diminta untuk menelan sejumlah kecil radioaktif vitamin B12, kemudian darahnya akan diperiksa untuk memastikan apakah tubuh menyerap vitamin B12.
  • Pemeriksaan oleh dokter spesialis sistem pencernaan, spesialis hematologi, dan ahli gizi.

 

Pengobatan Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Asam Folat

Terdapat beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan bagi pengidap anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat, antara lain:

  • Pada anemia defisiensi vitamin B12 yang disebabkan oleh makanan, pengidap akan diberikan resep tablet vitamin B12 untuk diminum setiap hari setelah makan.
  • Pada anemia defisiensi vitamin B12 yang tidak disebabkan oleh makanan, pengidapnya perlu mendapatkan suntikan vitamin B12.  Vitamin B12 sendiri terbagi menjadi dua, yakni hidroksokobalamin dan sianokobalamin. Hydroxocobalamin biasanya merupakan pilihan yang direkomendasikan karena bertahan lebih lama di dalam tubuh.
  • Pada anemia defisiensi asam folat, untuk meningkatkan kadar folat dalam tubuh, dokter akan memberikan resep tablet asam folat. Tablet asam folat perlu dikonsumsi selama empat bulan atau lebih. Jika penyebab dasar dari anemia defisiensi folat tidak kunjung hilang, maka konsumsi tablet asam folat bisa seumur hidup.

Komplikasi Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Asam Folat

Meski jarang terjadi, anemia defisiensi vitamin B12 atau folat (dengan atau tanpa anemia) dapat menyebabkan komplikasi. Terutama jika kamu kekurangan vitamin B12 atau folat selama beberapa waktu. Berikut adalah beberapa komplikasi potensial yang dapat terjadi, antara lain: 

  • Masalah dengan sistem saraf.
  • Infertilitas (kemandulan) sementara.
  • Gangguan pada fungsi jantung, seperti gagal jantung. 
  • Komplikasi kehamilan dan cacat lahir

Beberapa komplikasi tersebut dapat membaik dengan perawatan yang tepat. Akan tetapi, komplikasi lain seperti masalah pada sistem saraf dapat bersifat permanen.

Pencegahan Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Asam Folat

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guna mengurangi risiko terjadinya anemia defisiensi vitamin B12 dan folat.  Berikut adalah beberapa cara tersebut, antara lain: 

  • Rutin mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12, seperti daging, telur, ikan salmon, ikan kod, susu dan produk olahannya. 
  • Rutin mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat, seperti kol, brokoli, bayam, asparagus, alpukat, dan kacang polong. 
  • Mengonsumsi suplemen multivitamin,  jika memiliki pola makan yang kurang asupan vitamin.
  • Rutin memeriksakan kondisi kesehatan. 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami salah satu atau sejumlah gejala anemia defisiensi vitamin B12 dan folat, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Nantinya dokter akan melakukan diagnosis berdasarkan gejala yang dirasakan dan melalui tes darah. 

Tujuannya agar anemia defisiensi vitamin B12 atau folat dapat didiagnosis dan diobati sesegera mungkin. Sebab, beberapa gangguan kesehatan akibat komplikasi penyakit ini  bisa bersifat permanen. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji dengan dokter spesialis penyakit dalam (hematolog) di rumah sakit pilihanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang! 

Referensi:
Nhs.uk. Diakses pada 2021. Vitamin B12 or folate deficiency anaemia.
Web MD. Diakses pada 2021. Vitamin B12 Deficiency Anemia: Symptoms, Causes, Treatments.
NHS 111. Wales. Diakses pada 2021. Anaemia, vitamin B12 and folate deficiency