Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Pengertian Anemia Defisiensi Folat

Saat tubuh kekurangan vitamin B12 atau folat maka seseorang akan mengalami Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat. Tubuh akan menghasilkan sel darah merah yang tidak berfungsi dengan baik. Jadi saat tubuh tidak dapat menyerap vitamin B12 atau kekurangan vitamin B12 maka anemia jenis ini akan terjadi.

Umumnya, anemia defisiensi vitamin B12 dan folat jarang terjadi pada usia muda namun orang yang menjalani menu vegetarian pun tetap berisiko mengalaminya. Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat lebih sering terjadi pada orang tua dengan perkiraan 1 dari 10 orang di atas usia 75 tahun.

Dampak Kekurangan Vitamin B12 atau Folat

Vitamin B12 dan folat berguna untuk menjaga sistem saraf tetap sehat, termasuk otak, saraf, dan saraf tulang belakang. Sedangkan B9 atau folat diperlukan untuk wanita hamil. Kekurangan folat pada wanita hamil dapat meningkatkan risiko kelainan bawaan atau cacar pada calon bayi yang belum dilahirkan.

GejalAnemia Defisiensi Vitamin B12

Gejala utama dari anemia defisiensi vitamin B12 dan folat ini adalah rasa letih dan lelah. Jadi jika merasa lelah dan letih secara terus menerus, sebaiknya langsung menemui dokter. Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat dapat diketahui berdasarkan gejala dan juga tes darah.

  • Lidah perih dan berwarna merah atau radang lidah.
  • Warna kulit menjadi kekuning-kuningan.
  • Sariawan di mulut.
  • Indera peraba terasa berbeda atau fungsinya berkurang.
  • Kemampuan merasakan sakit berkurang.
  • Penglihatan terganggu.
  • Mudah marah.
  • Perubahan cara berjalan dan bergerak.
  • Depresi: Merasa sedih sekali dan berlangsung lama.
  • Demensia: Kemampuan mental berkurang, misalnya soal ingatan, pemahaman, dan penilaian.
  • Psikosis: Kondisi yang memengaruhi pikiran dan mengubah pola pikir, perasaan, dan perilaku.

Gejala Anemia Defisiensi Folat

Gejala defisiensi folat mirip dengan gejala umum anemia. Tapi kondisi ini bisa juga menyebabkan kemampuan indera peraba menurun, misalnya berkurang atau hilangnya rasa sentuhan dan rasa sakit. Dan juga kemampuan otot melemah serta merasa depresi.

Pengobatan Anemia Defisiensi Folat

Umumnya anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat dapat dengan mudah diatasi, yakni dengan memberikan suntikan B12. Namun dalam beberapa kasus juga diberikan suplemen tambahan yang dikonsumsi bersamaan dengan waktu makan.

Sedangkan untuk folat, diperlukan tablet asam folat yang biasanya dikonsumsi selama empat bulan hingga mencapai kadar normal yang dibutuhkan tubuh. Meski jarang terjadi namun defisiensi vitamin B12 dan asam folat baik dengan atau tanpa anemia dapat menyebabkan komplikasi. Dampak negatif yang bisa muncul adalah penyakit jantung, paru-paru, dan sistem saraf serta meningkatkan risiko kemandulan. Meski begitu, semua komplikasi pada umumnya bisa diobati

Pencegahan Anemia Defisiensi Folat

Penuhi kebutuhan B12 dari makanan seperti daging, telur, dan produk olahan susu. Sedangkan untuk sumber folat terbaik bisa didapatkan dari sayuran hijau seperti brokoli, kol Brussel, dan kacang polong.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat.