• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Astrovirus
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Astrovirus

Astrovirus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
astrovirusastrovirus

Pengertian Astrovirus

Astrovirus adalah jenis virus yang menyebabkan gastroenteritis (diare). Meski menyebabkan gejala yang mirip dengan infeksi virus pada umumnya, diare akibat astrovirus umumnya jauh lebih ringan ketimbang yang disebabkan oleh rotavirus dan norovirus. Pengidap juga jarang membutuhkan perawatan medis.

Penyebab Astrovirus

Astrovirus dapat ditemukan pada hewan seperti anjing, burung, babi, sapi, kelelawar, dan lumba-lumba. Infeksi dari virus ini lebih sering terjadi pada musim dingin dan musim semi. Di iklim tropis, astrovirus lebih sering terjadi pada musim hujan.

Faktor Risiko Infeksi Astrovirus

Adapun faktor pemicu yang meningkatkan risiko penyakit, yakni:

  • Tidak mencuci tangan sebelum makan.
  • Tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet.
  • Tidak mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan.
  • Tidak membersihkan permukaan benda yang sering tersentuh.
  • Tinggal atau bekerja di ruang tertutup, seperti asrama, barak dan pusat penitipan anak.

Gejala Astrovirus

Gejala utama yang disebabkan oleh astrovirus adalah diare ringan. Adapun gejala lainnya, yakni:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit perut.
  • Kehilangan selera makan.
  • Pegal-pegal.
  • Demam.

Gejala di atas biasanya ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Penyakit ini hanya berlangsung selama beberapa dan jarang memerlukan pengobatan khusus.

Diagnosis Astrovirus

Virus ini biasanya dapat didiagnosis dengan kombinasi pemeriksaan fisik, tinjauan riwayat kesehatan dan pemeriksaan darah serta tekstur feses. 

Adapun prosedur pemeriksaannya, meliputi:

  • Kultur feses untuk menguji astrovirus secara visual dan kimia dalam sampel feses.
  • Enzyme-linked immunosorbent assay (EIA), yakni tes darah yang berfungsi untuk memeriksa protein kekebalan tubuh (antibodi) sebagai respons terhadap mikroorganisme penyebab infeksi.
  • Tes Polymerase Chain Reaction (PCR), yakni pemeriksaan yang berfungsi untuk mendeteksi RNA (materi genetik) astrovirus dalam darah.

Pengobatan Astrovirus

Pengobatan yang dilakukan berfokus pada pengelolaan gejala, seperti menurunkan intensitas mual atau mengganti cairan guna mencegah dehidrasi. Di antaranya pemberian obat-obatan dan mengonsumsi banyak air putih.

Komplikasi Astrovirus

Adapun komplikasi yang bisa saja terjadi, yakni:

  • Urine berwarna gelap.
  • Penurunan volume urine.
  • Peningkatan detak jantung.
  • Sakit kepala.
  • Kulit memerah dan kering.
  • Iritabilitas dan kebingungan.
  • Kepala terasa ringan dan pusing.
  • Mual dan muntah parah
  • Tidak bisa makan.

Pencegahan Astrovirus

Adapun langkah pencegahan yang dapat dilakukan, yakni:

  • Mencuci tangan setelah memakai toilet.
  • Jangan berbagi menggunakan peralatan pribadi dengan orang lain.
  • Jangan menyiapkan makanan saat sedang terkena diare.
  • Menggunakan antiseptik atau disinfektan untuk membersihkan permukaan benda yang sering tersentuh.
  • Bilas semua daging, unggas, ikan, buah-buahan dan sayuran di bawah air mengalir sebelum dimasak.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah memasak daging.
  • Pisahkan makanan mentah dan makanan matang. Jangan gunakan peralatan atau talenan yang sama saat memasak makanan.
  • Pastikan memasak daging hingga benar-benar matang.

Kapan ke Dokter?

Silakan buat janji medis saat mengalami gejala yang disebutkan di atas. Jika membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2022. An Overview of Astrovirus.
Science Direct. Diakses pada 2022. Astrovirus.
Health Harvard. Diakses pada 2022. How to prevent infections.