Bakteriologi

Apa Itu Bakteriologi?

Bakteriologi adalah ilmu atau studi yang mempelajari bakteri dan hubungannya dengan obat-obatan, serta bidang lainnya seperti pertanian dan industri. Bakteriologi mempelajari tentang sejarah, seluk beluk, tinjauan klinis/patologis, epidemologi, dan teknik diagnosis bakteri dari segala aspek, baik klinis, standar laboratorium, maupun teknik biakan. Dalam ilmu kesehatan, bakteriologi biasa dimanfaatkan dalam menguji atau memeriksa keberadaan bakteri dalam tubuh ataupun objek, seperti air dan makanan.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa bakteri adalah mikroorganisme bersel satu yang dapat hidup sebagai organisme independen, atau dependen sebagai parasit. Karena ukurannya yang sangat kecil, bakteri hanya dapat dilihat dengan menggunakan alat bantu seperti mikroskop. Secara struktur, setiap bakteri terdiri atas:

  • Dinding Sel

Dinding sel tersusun atas mukopolisakarida dan peptidoglikan (murein) yaitu susunan yang terdiri dari polimer besar dan terbuat dari N – asetil glukosamin dan asam N – asetil muramat yang saling berikatan silang dengan ikatan kovalen.

  • Kapsul

Merupakan selaput licin terdiri dari polisakarida terletak di luar dinding sel. Bakteri yang patogen memiliki kapsul berfungsi mempertahankan diri dari antitoksin yang dihasilkan sel inang.

  • Membran Sel

Tersusun atas lemak dan protein, bersifat semipermeable, berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat ke dalam sel.

  • Sitoplasma

Merupakan tempat berlangsungnya reaksi metabolik.

  • Nucleoid (DNA)

Untuk mengontrol sintesis protein dan pembawaan sifat.

  • Flagella (Cambuk Besar)

Berfungsi untuk bergerak. Bagian ini biasanya melekat pada membran luar di dinding sel.

  • Ribosom

Tersusun atas protein dan RNA, sebagai tempat sintesis protein.

  • Mesosom

Terbentuk dari membran sel yg tidak membentuk lipatan. Organel ini berfungsi sebagai tempat pemisahan dua molekul DNA, dan berperan juga dalam pembentukan dinding sel baru antara kedua sel anak tersebut.

Kenapa Melakukan Pemeriksaan Bakteriologi?

Ada banyak sekali jenis bakteri, begitu pula sifat dan peranannya dalam kehidupan manusia. Ada bakteri baik, yang dapat membawa manfaat, ada pula yang merugikan dan menyebabkan penyakit. Pemeriksaan bakteriologi perlu dilakukan, untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri pada suatu objek, sehingga dapat diketahui apakah bakteri tersebut masuk ke dalam golongan bakteri baik atau bakteri jahat.

Adapun jenis-jenis bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut:

  1. Membantu proses pembusukan, seperti penguraian sisa-sisa makhluk hidup, contohnya bakteri Escherichia colie.
  2. Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi, contohnya Acetobacter pada pembuatan asam cuka, Lactobacillus bulgaricus pada pembuatan yoghurt, Acetobacter xylinum pada pembuatan nata de coco dan Lactobacillus casei pada pembuatan keju yoghurt.
  3. Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen, yaitu Rhizobium leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman kacang-kacangan dan Azotobacter chlorococcum.
  4. Penyubur tanah, contohnya Nitrosococcus dan Nitrosomonas yang berperan dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan tanaman.
  5. Penghasil antibiotik, contohnya adalah Bacillus polymyxa (penghasil antibiotik polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif, Bacillus subtilis penghasil antibiotik untuk pengobatan infeksi bakteri gram positif, Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk pengobatan bakteri gram negatif, termasuk bakteri penyebab TBC dan Streptomyces rimosus penghasil antibiotik tetrasiklin untuk berbagai bakteri.
  6. Pembuatan zat kimia misalnya aseton dan butanol oleh Clostridium acetobutylicum.
  7. Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan, sehingga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya methanobacterium.
  8. Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang. Sebagai contoh dalam bidang kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk kimia bermanfaat yang disintesis oleh bakteri, misalnya enzim, vitamin, dan hormon.

Sementara itu, bakteri yang merugikan akan membawa dampak, sebagai berikut:

  1. Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum.
  2. Penyebab penyakit pada manusia contohnya Mycobacterium tuberculosis (penyebab penyakit TBC), Vibrio cholerae (penyebab kolera atau muntaber), Clostridium tetani (penyebab penyakit tetanus), dan Mycobacterium leprae (penyebab penyakit lepra).
  3. Penyebab penyakit pada hewan contohnya Bacillus anthracis (penyebab penyakit antraks pada sapi).
  4. Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya Pseudomonas solanacearum (penyebab penyakit pada tanaman tomat, lombok, terung, dan tembakau) serta Agrobacterium tumafaciens (penyebab tumor pada tumbuhan).

Bagaimana Melakukan Pemeriksaan Bakteriologi?

Karena merupakan mikroorganisme, bakteri memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga tidak dapat dilihat dan dideteksi dengan kasat mata. Oleh sebab itu, pemeriksaan bakteriologi perlu dilakukan dengan peralatan-peralatan seperti mikroskop, atau peralatan lainnya yang digunakan untuk mendeteksi mikroorganisme.

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan Bakteriologi?

Pemeriksaan bakteriologi biasanya dilakukan ketika ingin menguji keberadaan bakteri dalam suatu objek. Dalam dunia kesehatan, pemeriksaan bakteriologi dilakukan untuk membantu menentukan diagnosis ketika seseorang diduga mengidap penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau mikroorganisme lain. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari, bakteriologi juga kerap dimanfaatkan untuk menguji adanya bakteri dalam air atau makanan yang beredar di pasaran.

Di Mana Melakukan Pemeriksaan Bakteriologi?

Pemeriksaan bakteriologi dapat dilakukan di laboratorium, atau tempat yang menyediakan peralatan yang memadai untuk mengecek keberadaan bakteri.