22 February 2019

Inilah 7 Penyakit yang Perlu Pemeriksaan Bakteriologi

Inilah 7 Penyakit yang Perlu Pemeriksaan Bakteriologi

Halodoc, Jakarta - Terdapat beberapa penyakit yang dapat menyerang manusia dan disebabkan oleh bakteri. Penyakit-penyakit tersebut membutuhkan pengecekan yang mendalam dengan pemeriksaan bakteriologi. Bakteri adalah jenis mikroorganisme yang hanya dapat terlihat dengan mikroskop. Bakteri umumnya dapat hidup di kulit, usus, dan kelamin seseorang.

Faktanya, sebagian besar bakteri tidak menyebabkan penyakit dan bahkan dapat membantu untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Bakteri jenis tersebut juga dikenal dengan sebutan "bakteri baik". Selain itu, terdapat bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan infeksi dan penyakit, disebut dengan bakteri patogen.

Bakteri yang membawa dampak buruk pada tubuh dapat masuk dan berkembang biak, serta membunuh bakteri sehat yang ada. Selain itu, bakteri patogen tersebut dapat tumbuh di jaringan yang steril. Ketika hal tersebut terjadi, bakteri akan menyebarkan racun yang dapat menyebabkan penyakit.

Baca Juga: Begini Prosedur Saat Menjalani Pemeriksaan Bakteriologi

Beberapa penyakit yang disebabkan bakteri dan butuh pemeriksaan bakteriologi adalah:

  1. Necrotizing Fasciitis (Penyakit Pemakan Daging)

Necrotizing fasciitis adalah sebuah infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes. Bakteri tersebut adalah bakteri pemakan daging yang menghasilkan racun yang dapat menghancurkan sel-sel tubuh, khususnya sel darah merah dan sel darah putih. Penyakit tersebut dapat dideteksi dengan pemeriksaan bakteriologi.

  1. Infeksi Staph

Pemeriksaan bakteriologi juga dapat mendeteksi infeksi staph. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Bakteri tersebut mempunyai daya resistansi terhadap obat yang mengandung penisilin. Bakteri tersebut dapat menginfeksi tulang, sendi, katup jantung, dan paru-paru.

  1. Meningitis

Meningitis adalah peradangan selubung pada pelindung otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh bakteri. Sakit kepala yang parah adalah gejala meningitis yang paling sering terjadi. Penyakit ini dapat dideteksi melalui pemeriksaan bakteriologi. Selain itu, meningitis dapat diobati dengan mengonsumsi antibiotik.

  1. Pneumonia

Salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan dapat didiagnosis melalui pemeriksaan bakteriologi adalah pneumonia. Bakteri yang menyebabkan penyakit ini adalah Streptococcus pneumonia. Penyakit infeksi paru-paru ini menyerang saluran pernapasan dan tidak menyerang orang yang sehat. Pengobatan dari penyakit pneumonia yang paling sering dilakukan adalah mengonsumsi antibiotik.

Baca Juga: Ketahui Tes Bakteriologi untuk Diagnosis Penyakit

  1. Tuberkulosis

Pemeriksaan bakteriologi juga dapat berfungsi untuk mendeteksi penyakit tuberkulosis. Penyakit infeksi paru-paru ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit TBC juga dapat mematikan apabila tidak diberikan pengobatan yang tepat. TBC menyebar melalui udara yang telah tercemar bakteri ketika orang yang mengidapnya batuk, bersin, atau berbicara.

Di beberapa negara, terjadi peningkatan pengidap tuberkulosis karena semakin banyak orang yang mengidap HIV. Lemahnya sistem kekebalan tubuh membuat bakteri tersebut mudah menyerang. Pengobatan yang umumnya dilakukan untuk seseorang yang mengidapnya adalah dengan mengonsumsi antibiotik.

  1. Kolera

Kolera adalah penyakit infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae dan dapat didiagnosis dengan pemeriksaan bakteriologi. Kolera adalah penyakit bawaan makanan yang umumnya disebabkan melalui makanan dan air yang telah terkontaminasi. Penyakit ini umumnya terjadi pada daerah dengan sanitasi buruk. Seseorang yang mengidap kolera dapat diobati dengan mengonsumsi antibiotik.

  1. Disentri

Penyakit disentri adalah peradangan usus yang disebabkan oleh bakteri. Penyebab dari disentri mirip dengan kolera, yaitu melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Penyakit tersebut juga disebabkan oleh seseorang yang tidak mencuci tangan setelah buang air. Gejala yang timbul dari disentri adalah diare berdarah, demam, dan nyeri. Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi antibiotik.

Baca Juga: Urine dan Feses Jadi Utama Bakteriologi

Itulah beberapa penyakit yang dapat dideteksi oleh pemeriksaan bakteriologi. Jika kamu mempunyai pertanyaan tentang pemeriksaan bakteriologi, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter bisa dilakukan dengan mudah melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa beli obat di Halodoc. Praktis tanpa perlu keluar rumah, pesananmu akan diantarkan sampai tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!