Batu Empedu

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Batu Empedu

Di dalam kantung empedu terdapat cairan yang disebut sebagai empedu dan berperan dalam pencernaan lemak. Batu empedu akan terbentuk ketika cairan empedu tersebut mengeras. Ukuran batu empedu bisa bermacam-macam, mulai dari yang sekecil butiran pasir hingga sebesar bola pingpong. Cairan empedu yang mengeras dan menjadi batu tersebut memiliki jumlah yang bervariasi. Seseorang bisa memiliki banyak batu, bisa juga hanya memiliki satu batu pada kantong empedu, jika orang tersebut mengidap batu empedu.

Baca juga: Batu Empedu Tingkatkan Risiko Sakit Kuning

 

Penyebab dan Faktor Risiko Batu Empedu

Batu empedu bisa terjadi karena adanya kolesterol yang mengeras dan tertimbun dalam cairan empedu. Ini terjadi karena ada ketidakseimbangan antara senyawa kimia dan kolesterol dalam cairan tersebut. Ketika seseorang memiliki batu empedu, penanganan khusus tidak dibutuhkan, karena pada umumnya batu empedu tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, apabila batu empedu menyumbat saluran empedu, maka pengidap batu empedu akan mengalami rasa sakit pada bagian kanan perut yang datang secara tiba-tiba atau disebut juga kolik bilier.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena batu empedu:

  • Faktor usia. Semakin meningkatnya usia seseorang, maka risiko penyakit batu empedu juga akan meningkat. Penyakit ini umumnya dialami orang yang sudah berusia di atas 40 tahun.

  • Jenis kelamin, Bila dibandingkan pria, wanita memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk terkena penyakit batu empedu.

  • Dampak melahirkan. Wanita yang pernah melahirkan memiliki risiko lebih tinggi. Perubahan hormon pada masa kehamilan bisa saja meningkatkan kadar kolesterol, dan menjadi penyebab batu empedu.

  • Pengaruh berat badan, risiko akan meningkat jika mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

  • Pemakaian pil kontrasepsi hormonal meningkatkan risiko terbentuknya batu kandung empedu pada wanita.

 

Gejala Batu Empedu

Umumnya, batu empedu tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, apabila batu menyumbat saluran empedu atau saluran pencernaan lainnya, maka dapat menimbulkan rasa sakit yang datang secara tiba-tiba. Rasa sakit ini dapat terjadi pada beberapa bagian perut, di antaranya bagian tengah perut atau di atas kanan perut.

Rasa sakit ini juga bisa menyebar ke sisi tubuh atau tulang belikat. Gejala sakit perut bervariasi, misalnya dapat muncul kapan saja, berlangsung selama beberapa menit sampai berjam-jam dan tidak berkurang meski sudah ke toilet, kentut, atau muntah. Frekuensi kemunculannya jarang, tetapi bisa dipicu oleh makanan dengan kadar lemak yang tinggi.

Jika penyumbatan terjadi pada salah satu saluran pencernaan dan disebabkan oleh batu empedu, maka akan muncul gejala-gejala seperti berikut:

  • Sakit perut yang terus-menerus atau hilang timbul, terutama beberapa saat setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak (kolik bilier).

  • Sakit kuning detak jantung yang cepat.

  • Timbul demam jika ada infeksi saluran empedu. Jika saluran tersumbat karena batu tanpa infeksi, demam tidak akan terjadi.

  • Gatal-gatal pada kulit.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Mual dan muntah.

Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter jika mengalami sakit perut hebat yang berlangsung lebih dari delapan jam, sakit kuning, atau demam.

Baca juga: 4 Makanan Sehat untuk Mencegah Batu Empedu

 

Komplikasi Batu Empedu

Batu empedu tentunya bisa menyebabkan komplikasi pada tubuh, meskipun hal tersebut jarang terjadi. Contohnya, inflamasi kantong empedu (kolesistitis) yang memiliki gejala, seperti:

  • Rasa sakit perut yang konstan.

  • Demam tinggi.

  • Sakit kuning.

  • Pankreatitis akut apabila batu empedu masuk dan menghambat saluran pankreas. Peradangan pankreas ini akan menyebabkan sakit perut yang akan terus bertambah parah.

 

Pengobatan Batu Empedu

Umumnya, batu empedu tidak mengganggu kesehatan, tetapi apabila menunjukkan gejala yang mengganggu hingga terjadi komplikasi, maka harus ditangani secara serius. Penanganan secara medis yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan operasi pengangkatan kantung empedu. Fungsi organ ini memang penting, tetapi tubuh dapat bertahan tanpa kantung empedu. Untuk pencernaan lemak, hati tetap dapat mengeluarkan cairan empedu meski tanpa kantung empedu.

Jenis operasi yang direkomendasikan untuk mengatasi kondisi ini adalah operasi lubang kunci atau dikenal juga dengan kolesistektomi laparoskopik. Metode operasi ini direkomendasikan, karena tingkat risiko komplikasi yang lebih rendah.

Baca juga: Idap Batu Empedu, Hindari 5 Makanan Ini

 

Pencegahan Batu Empedu

Kurangi konsumsi makanan berkolesterol tinggi dan perbanyak konsumsi makanan tinggi serat. Mulai gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga. Selain itu, mengonsumsi air putih dalam dosis yang tepat juga bisa membantu melarutkan kadar lemak yang berlebihan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2019. Gallstones: Picture, Symptoms, Types, Causes, Risks, Treatments.

Diperbarui pada 22 Agustus 2019