• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Bayi Tabung

Bayi Tabung

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
bayi tabung

Pengertian Bayi Tabung

Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) adalah kehamilan yang terjadi dan diawali dengan sel telur dibuahi oleh sperma di luar tubuh. Pembuahan tersebut pun dilakukan di dalam sebuah tabung. Prosedur ini dilakukan setelah beberapa percobaan untuk mendapatkan kehamilan tidak kunjung terwujud, seperti konsumsi obat-obatan, tindakan bedah atau inseminasi buatan tidak mampu mengatasi masalah ketidaksuburan.

IVF adalah salah satu metode yang paling efektif dari kategori teknologi reproduksi untuk mendapatkan kehamilan. Prosedurnya dapat dilakukan dengan menggunakan sel telur sendiri dibantu dengan sperma pasangan. Di sisi lain, cara ini dapat melibatkan sel telur, sperma atau embrio dari pemberi donor. Pada beberapa kasus, ibu pengganti juga memungkinkan untuk menanamkan embrio di dalam rahimnya jika dirasa sang wanita memiliki suatu masalah.

Baca juga: Benarkah Stres Berpengaruh pada Keberhasilan Bayi Tabung?


Cara Bayi Tabung Dilakukan

Selama prosedur bayi tabung, sel telur matang dikumpulkan dari ovarium dan mendapatkan pembuahan di laboratorium. Setelah itu, telur yang telah dibuahi, atau embrio, dipindahkan ke dalam rahim. Setelah sel telur yang telah dibuahi menjalani kultur embrio selama 2–6 hari, sel telur tersebut ditanamkan ke dalam rahim wanita yang diinginkan dengan tujuan agar kehamilan menjadi sukses.

Untuk memperbesar kemungkinan terjadinya kehamilan, ahli medis mungkin akan memasukkan tiga embrio sekaligus. Setelah dua minggu dari proses tersebut, wanita yang mendapatkan prosedur bayi tabung diminta untuk melakukan tes kehamilan. Satu siklus IVF membutuhkan paling tidak waktu sekitar tiga minggu. Pada beberapa kasus, semua langkah ini dibagi menjadi beberapa bagian, sehingga prosesnya menjadi lebih lama dari waktu yang diperkirakan.


Alasan Dilakukan Bayi Tabung

In vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung adalah pengobatan yang dilakukan untuk seseorang dengan infertilitas atau masalah genetik. Metode ini dipilih oleh seseorang yang mengalami infertilitas dan sudah mencoba berbagai cara dan terus gagal. Cara ini juga sering dilakukan pada wanita di atas 40 tahun yang mengalami infertilitas serta beberapa masalah kesehatan, seperti:

  • Sumbatan atau kerusakan pada tuba falopi.
  • Gangguan ovulasi.
  • Endometriosis.
  • Pernah melakukan sterilisasi atau pengangkatan tuba sebelumnya.
  • Mengalami fibroid rahim.
  • Fungsi sperma yang terganggu.

Pada wanita yang tidak memiliki rahim yang sehat atau terdapat risiko kesehatan serius saat hamil, bayi tabung dapat menjadi solusi yang paling tepat. Untuk kasus ini, sel telur wanita yang dibuahi dengan sperma, tetapi embrio diletakkan pada ibu pengganti.


Faktor Risiko Bayi Tabung

Metode untuk mendapatkan kehamilan ini tidak selalu berhasil dan dapat memengaruhi seseorang secara fisik dan emosional. Berikut ini beberapa faktor risiko yang perlu diketahui sebelum melakukan metode IVF:

  • Kelahiran ganda.
  • Persalinan prematur dan berat lahir rendah.
  • Sindrom hiperstimulasi ovarium.
  • Keguguran.
  • Komplikasi saat prosedur pengambilan sel telur dilakukan.
  • Kehamilan ektopik.
  • Cacat lahir.

Baca juga: 7 Risiko Program Bayi Tabung untuk Menjadi Pertimbangan


Persiapan Melakukan Bayi Tabung

Hal yang perlu diketahui adalah ada banyak faktor yang dapat memengaruhi tingkat keberhasilan kehamilan dari bayi tabung, seperti usia dan kesehatan secara personal dan pendekatan serta kemampuan klinik selama proses dilakukan. Pastikan untuk mencari klinik yang terbaik dan meminta rincian biaya di setiap langkah.

Sebelum memulai siklus IVF, ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan, antara lain:

  • Pengujian cadangan ovarium.
  • Analisis air mani.
  • Skrining penyakit menular.
  • Praktek transfer embrio.
  • Pemeriksaan rahim.

Jika kamu dan pasangan sangat menginginkan kehamilan dan selalu mendapatkan jalan buntu selama prosesnya, bayi tabung dapat menjadi solusi yang tepat. Tentunya hal ini membutuhkan pertimbangan yang matang dari segala hal, terutama kesehatan dan keuangan. Tentu, tidak sedikit biaya yang dikeluarkan saat melakukan bayi tabung.

Baca juga: Memutuskan untuk Bayi Tabung, Ini Perkiraan Biayanya

Kamu juga dapat meminta saran langsung dari dokter profesional melalui aplikasi Halodoc tentang segala hal yang berhubungan dengan bayi tabung. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan dapat dilakukan hanya dengan menggunakan smartphone. Nikmati kemudahan ini sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. In vitro fertilization (IVF).
Planned Parenthood. Diakses pada 2021. What is IVF?


Diperbarui pada 6 April 2021.