Botak

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Botak

Botak adalah kondisi di mana rambut mengalami kerontokan dan bersifat permanen pada umumnya. Kondisi tersebut disebut sebagai alopecia areata menurut istilah medis dan merupakan penyakit autoimun. Hal tersebut disebabkan karena sistem imun dalam tubuh menyerang tubuh seseorang itu sendiri. Kebotakan bukanlah penyakit yang menular karena disebabkan oleh sistem autoimun. Botak yang disebabkan oleh kerontokan rambut ini bisa disebabkan oleh bermacam-macam penyebab.

Penyebab kebotakan yang paling umum adalah karena usia dan faktor genetik. Terutama mereka yang sudah menginjak usia di atas 40 tahun atau memang memiliki faktor keturunan yang mengalami kerontokan rambut. Adapun penyebab lainnya yang bersifat eksternal, seperti pemakaian produk untuk rambut yang tidak cocok atau sedang stres dapat menjadi pemicu kebotakan.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Folikulitis Bisa Sebabkan Kebotakan Permanen

 

Faktor Risiko Kebotakan

Terdapat berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap kebotakan, antara lain:

  • Mengidap alopecia areata

  • Faktor keturunan atau genetik

  • Perubahan atau ketidakseimbangan hormon

  • Sedang stres berat

  • Menggunakana produk rambut yang tidak cocok secara berlebihan

  • Penderita penyakit lupus

  • Penderita diabetes 1

  • Sedang dalam pengobatan kanker (kemoterapi) atau pengobatan radiasi

 

Penyebab Kebotakan

Penyebab kebotakan terbagi menjadi dua faktor, yaitu penyebab yang berasal dari internal dan juga eksternal. Penyebab internal kebotakan umumnya disebabkan karena faktor keturunan memiliki pengaruh besar sebagai pemicu kondisi ini. Jika memiliki anggota keluarga yang mengalami kebotakan, maka seseorang berisiko mengidap kondisi yang sama. Kondisi autoimun lain, seperti lupus atau diabetes tipe 1 juga berpotensi meningkatkan risiko kebotakan.

Penyebab kebotakan secara eksternal, seperti mengikat rambut terlalu kencang bisa jadi faktor pemicu. Penggunaan shampo yang tidak cocok juga berbahaya karena membuat rambut rontok. Pemakaian pomade yang ternyata tidak cocok dengan kulit kepala juga bisa menjadi faktor pemicunya. Saat seseorang memakai pomade, wax, atau gel rambut dan semacamnya tetapi kulit kepalanya terasa gatal, maka hal itu mengindikasikan bahwa produk yang digunakannya tidak cocok.

Umumnya, kondisi tersebut makin parah dengan lupa membilas dan membersihkan rambut sebelum tidur. Hal itu tentu saja membuat kulit kepala rusak karena kotor dan juga bisa terjadi iritasi yang menyebabkan ketombe dan kerontokan. Jika iritasi dibiarkan, maka akan menyebabkan folikulitis pada kulit kepala. Tingkat stres yang tinggi juga bisa memicu seseorang untuk mengalami kerontokan rambut.

 

Gejala Kebotakan

Gejala yang di alami setiap orang akan berbeda karena tergantung pada tingkat keparahan. Kebotakan bisa terjadi hanya di rambut kepala, bisa juga terjadi pada bagian tubuh yang lain. Seperti pitak hanya pada satu bagian hingga di berbagai bagian. Pada awalnya, pitak akan muncul pada rambut kepala atau bagian lain, sampai akhirnya rambut rontok atau pitak tersebut mengalami peningkatan kuantitas. Gejala kebotakan juga berpengaruh pada kuku jari tangan dan juga kuku jari kaki. Munculnya bintik atau garis putih pada kuku yang berubah kusam dan kasar, serta ujung kuku yang bergelombang, contohnya.

Baca juga: Hati-Hati, 7 Hal ini Bisa Sebabkan Kebotakan

 

Pengobatan Kebotakan

Langkah-langkah pengobatan yang diberikan dapat berupa:

  • Minoksidil. Sebagian besar pengidap baru merasakan manfaat obat ini setelah menggunakannya selama sekitar empat bulan.

  • Kortikosteroid. Obat ini akan menekan sistem kekebalan tubuh dan tersedia dalam bentuk obat suntik, oles, dan minum. Sebagian besar pengidap botak yang menggunakan obat ini akan merasakan dampaknya dalam beberapa bulan.

  • Anthralin. Sama seperti kortikosteroid, obat ini akan memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Setelah dioles dan didiamkan selama maksimal satu jam, anthralin harus dicuci bersih agar kulit pengidap botak tidak mengalami iritasi.

 

Pencegahan Kebotakan

Hindari menggunakan sampo yang tidak cocok untuk mencegah rambut rontok. Selain itu, pemakaian pomade atau gel rambut yang berlebihan juga tidak dianjurkan. Untuk menghindari gejala kebotakan, bisa juga dengan melakukan perawatan rambut secara rutin, seperti penggunaan vitamin rambut dan juga mengonsumsi makanan yang sehat dan mengandung protein tinggi. Kamu juga bisa cari informasi lebih lengkap mengenai cara mencegah kebotakan di artikel Halodoc.

Baca juga: Kenali 6 Mitos dan Fakta Mengenai Kebotakan

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala kebotakan di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Sebab bisa jadi, kebotakan merupakan tanda penyakit tertentu.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hair loss, symptoms and causes
Diperbarui pada 19 September 2019