• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Bradikardia

Bradikardia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bradikardia

Pengertian Bradikardia

Bradikardia merupakan kondisi ketika jantung berdetak lebih lambat dari kondisi normal. Detak jantung pada pada orang dewasa ketika sedang beristirahat normalnya adalah 60-100 kali per menit. Namun, detak jantung pengidap bradikardia di bawah 60 kali per menit.

Pada beberapa orang, detak jantung yang lambat tidak menyebabkan masalah medis. Namun, pada sebagian orang lainnya, bradikardia bisa merupakan tanda adanya gangguan sistem kelistrikan jantung. Gangguan ini juga dapat membuat jantung tidak dapat memompa cukup darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya dapat membuat pusing, tubuh lelah, sesak napas, hingga kematian.

Meski begitu, detak jantung yang lambat bisa terjadi dalam kondisi tertentu. Contohnya, ketika sedang beristirahat atau tertidur. Para atlet terlatih pun juga memiliki detak jantung yang lebih lambat dibandingkan dengan orang normal lainnya. 

Penyebab Bradikardia

Penyebab dari masalah ini adalah sesuatu yang mengganggu impuls listrik pengontrol tempo detak jantung. Banyak hal yang menyebabkan gangguan tersebut, beberapa di antaranya adalah:

  • Adanya ketidakseimbangan elektrolit di dalam tubuh.
  • Rusaknya jaringan jantung akibat usia, serangan jantung, atau penyakit tertentu.
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Kelainan jantung saat lahir.
  • Infeksi pada jaringan jantung.
  • Peradangan jaringan jantung (miokarditis).
  • Komplikasi saat pembedahan jantung.
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme).
  • Gangguan napas berulang saat tidur.
  • Jeda pernapasan yang berulang saat tidur (obstructive sleep apnea).
  • Ketidakseimbangan bahan kimia dalam darah, seperti kalium atau kalsium.
  • Penyakit inflamasi, seperti demam rematik atau lupus.
  • Penimbunan zat besi pada organ tubuh.
  • Obat-obatan.
  • Gangguan pada noda sinus, sumber kelistrikan jantung.
  • Blok jantung. Kondisi akibat terganggunya aliran listrik yang mengendalikan denyut jantung.

Faktor Risiko Bradikardia

Bradikardia kerap dikaitkan dengan kerusakan jaringan pada jantung dari beberapa jenis gangguan di organ tersebut. Ada dugaan segala hal yang meningkatkan risiko masalah jantung juga dapat meningkatkan risiko terjadinya detak jantung lambat ini. Beberapa faktor risikonya, antara lain:

  • Usia yang lebih tua.
  • Tekanan darah yang tinggi.
  • Kebiasaan merokok.
  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol.
  • Penggunaan obat-obatan terlarang.
  • Alami stres dan kecemasan.

Diketahui cara menurunkan faktor risiko ini adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, atau melakukan perawatan medis yang dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung.

Gejala Bradikardia

Apabila bradikardia sampai menyebabkan pasokan oksigen ke tubuh dan otak tidak cukup, seseorang biasanya merasakan beberapa gejala-gejala berikut:

  • Gangguan ingatan.
  • Pusing atau sakit kepala ringan.
  • Kebingungan atau masalah memori.
  • Pingsan (sinkop) atau hampir pingsan.
  • Napas pendek atau sesak napas.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Sakit pada dada.
  • Mudah lelah saat beraktivitas fisik.

Lalu, apabila kamu merasakan kesulitan bernapas atau sakit pada dada selama beberapa menit, segera temui dengan dokter.

Jika kamu memeriksa detak jantung dan secara teratur berada di bawah angka 60 detak per menit, perlu waspada. Jika tidak menimbulkan gejala, pemeriksaan ke dokter tidak diperlukan. Kamu mungkin hanya perlu lebih banyak berolahraga agar menjadi lebih baik.

Diagnosis Bradikardia

Dokter akan memulai dengan wawancara medis sebagai langkah awal. Tanya jawab terkait gejala yang dialami, riwayat penyakit yang pernah dialami diri sendiri dan anggota keluarga, hingga riwayat konsumsi obat-obatan. Setelah itu, barulah dokter akan menggunakan stetoskop untuk memeriksa detak jantung, dan ikuti dengan pengukuran tekanan darah.

Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan ada tidaknya bradikardia. Pemeriksaan utama untuk kelainan ini adalah tes elektrokardiografi (EKG). Cara ini berguna untuk memeriksa aliran listrik yang ada pada jantung. Alternatif lainnya adalah tes holter monitoring. Alat ini bisa membantu dokter untuk menelisik aliran listrik jantung hingga satu hari penuh saat beraktivitas. 

Pengobatan Bradikardia

Untuk pengobatan bradikardia biasanya disesuaikan dengan faktor penyebab dan tingkat keparahan serta jenis gangguan yang terjadi pada jantung. Apabila bradikardia tidak menimbulkan gejala apa pun, tindakan medis mungkin saja tidak diperlukan. Pastikan juga untuk mengatasi masalah yang menjadi penyebab detak jantung lebih lambat ini.

Pada kebanyakan kasus, pemasangan alat pacu jantung di bawah tulang selangka dapat dilakukan sebagai pengobatan. Cara ini berfungsi untuk menghasilkan impuls listrik yang dibutuhkan untuk menjaga irama detak jantung. Dengan begitu, detak jantung yang normal dapat terjaga setiap saat.

Komplikasi Bradikardia

Jangan menyepelekan kondisi medis ini. Pasalnya, bradikardia yang tidak mendapatkan penanganan dengan efektif bisa memunculkan masalah lainnya. Berikut beberapa komplikasi dari kelainan ini:

  • Ketidakmampuan jantung untuk memompa cukup darah (gagal jantung).
  • Nyeri dada (angina pektoris).
  • Hipertensi.
  • Hipotensi. 
  • Sinkop atau pingsan.
  • Serangan jantung mendadak atau kematian mendadak.

Pencegahan Bradikardia

Bradikardia biasanya tidak dapat dicegah, tetapi penyedia layanan kesehatan merekomendasikan cara untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Berolahraga secara teratur.
  • Menjalani diet yang sehat.
  • Mengontrol berat badan ideal.
  • Menjaga tingkat tekanan darah dan kadar kolesterol.
  • Berhenti merokok.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang.
  • Menghindari stres.
  • Melakukan pemeriksaan jantung secara rutin.
  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan petunjuk dokter.
  • Segera melakukan pemeriksaan jika gejala memburuk.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu merasakan irama jantung tiba-tiba tidak beraturan atau mengalami gejala yang berhubungan dengan bradikardia, segera berbicara dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut hingga mengambil tindakan yang diperlukan.

Kamu juga bisa lho melakukan pemesanan untuk pemeriksaan kesehatan jantung di beberapa rumah sakit rekanan Halodoc. Pemesanan ini bisa dilakukan hanya dengan menggunakan smartphone yang sudah ada aplikasi Halodoc. Untuk mendapatkan kemudahan ini, segera gunakan aplikasinya!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. What is Brdycardia?
American Heart Association. Diakses pada 2022. Bradycardia: Slow Heart Rate.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Bradycardia.
Web MD. Diakses pada 2022. What is Bradycardia?

Diperbarui pada 5 Mei 2022