
DAFTAR ISI
- Apa Itu Budes
- Penyebab Budes
- Faktor Risiko
- Jenis
- Gejala
- Diagnosis
- Pengobatan
- Komplikasi
- Pencegahan
- Kapan Harus ke Dokter
- Tips Tambahan
- Studi Terkait
- FAQ
Gangguan pada kulit sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman, terlebih jika memicu rasa gatal yang hebat di malam hari. Di masyarakat Indonesia, terdapat sebuah istilah kondisi kulit menular yang kerap disebut dengan budes. Dalam dunia medis, kondisi ini lebih dikenal dengan sebutan kudis atau *scabies*. Penyakit kulit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin.
Keluhan gatal yang ditimbulkan oleh kondisi ini sering kali membuat penderitanya sulit tidur dan beraktivitas. Sayangnya, karena tingkat penularannya yang sangat tinggi, satu anggota keluarga yang terinfeksi dapat dengan mudah menularkannya ke anggota keluarga lain jika tidak segera ditangani secara tepat.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami secara mendalam mengenai apa itu penyakit ini, dari mana asalnya, bagaimana cara mendiagnosisnya, hingga langkah pengobatannya. Dengan pemahaman yang baik, penyebaran tungau penyebab gatal ini bisa segera dihentikan.
Apa Itu Budes?
Budes adalah istilah awam atau bahasa daerah untuk menyebut penyakit kudis (scabies). Ini adalah kondisi kulit menular yang disebabkan oleh infestasi parasit yang menyusup ke dalam lapisan luar kulit. Parasit ini akan hidup, bertelur, dan membuang kotoran di bawah kulit manusia, yang kemudian memicu reaksi alergi hebat dari tubuh berupa ruam kemerahan dan rasa gatal yang sangat intens.
Penyebab
Penyebab utama dari budes adalah tungau mikroskopis berkaki delapan yang bernama *Sarcoptes scabiei*. Tungau betina akan menggali terowongan (liasan) di bawah lapisan kulit luar (epidermis) untuk bertelur. Reaksi alergi tubuh terhadap tungau, telur, serta kotorannya inilah yang memicu rasa gatal yang parah. Penularan tungau ini terjadi melalui kontak fisik secara langsung (seperti berpegangan tangan dalam waktu lama atau pelukan) dengan penderita.
Faktor Risiko
Siapa pun bisa terkena kondisi ini, tetapi ada beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, antara lain:
- Orang yang tinggal di lingkungan padat penduduk (seperti asrama, pesantren, panti asuhan, atau penjara).
- Sering berbagi barang pribadi, seperti handuk, pakaian, dan sprei dengan orang lain.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS atau orang yang menjalani kemoterapi.
- Anak-anak yang sering berinteraksi jarak dekat di tempat penitipan anak.
Jenis
Penyakit kulit ini umumnya terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
- Scabies Klasik: Jenis yang paling umum. Penderita biasanya hanya memiliki sekitar 10 hingga 15 tungau di seluruh tubuhnya. Menimbulkan ruam dan gatal di area lipatan tubuh.
- Scabies Berkrusta (Norwegian Scabies): Jenis yang jauh lebih parah dan sangat menular. Penderita bisa memiliki ribuan hingga jutaan tungau. Biasanya menyerang lansia, penderita gangguan imun, dan ditandai dengan kulit yang menebal dan berkerak.
Gejala
Gejala biasanya baru muncul 4 hingga 6 minggu setelah paparan tungau pertama kali. Beberapa gejala utamanya meliputi:
- Rasa gatal yang sangat hebat, terutama memburuk di malam hari.
- Munculnya ruam kulit yang menyerupai jerawat kecil atau lepuhan.
- Terdapat jejak seperti garis tipis yang sedikit menonjol di kulit (terowongan tungau).
- Luka lecet akibat garukan berulang kali.
- Area yang sering diserang adalah sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, ketiak, pinggang, dan area kelamin.
Diagnosis
Dokter dapat mendiagnosis kondisi ini dengan memeriksa ruam dan mencari jejak terowongan tungau pada kulit. Untuk memastikannya, dokter mungkin akan melakukan kerokan kulit pada area yang dicurigai. Sampel kulit tersebut kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat apakah terdapat tungau *Sarcoptes scabiei* maupun telurnya.
Pengobatan
Penanganan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada pasien tetapi juga pada orang-orang yang tinggal serumah. Beberapa produk medis dan obat yang umum diberikan antara lain:
1. Krim Permethrin 5%: Obat oles lini pertama yang dinilai paling efektif dan aman (bahkan untuk anak-anak dan ibu hamil) untuk membunuh tungau beserta telurnya.
2. Losion Benzyl Benzoate: Alternatif obat topikal lain yang digunakan dengan cara dioleskan ke seluruh tubuh dan didiamkan selama 24 jam sebelum dibilas.
Faktor Pemicu & Tips Kebersihan
- Tungau bisa bertahan hidup 2-3 hari di luar tubuh.
- Segera cuci semua pakaian, sprei, dan handuk yang digunakan dalam 3 hari terakhir menggunakan air panas.
- Keringkan pakaian di bawah sinar matahari terik atau mesin pengering bersuhu tinggi.
3. Pil Ivermectin: Obat oral yang umumnya diresepkan dokter bagi penderita scabies berkrusta atau bagi mereka yang tidak merespons obat oles.
4. Obat Antihistamin: Berupa pil atau sirup yang diminum untuk membantu meredakan reaksi alergi dan rasa gatal di malam hari agar penderita bisa tidur nyenyak.
Komplikasi
Jika terus menerus digaruk, kulit dapat mengalami luka terbuka. Hal ini memudahkan bakteri seperti *Staphylococcus aureus* atau *Streptococcus* untuk masuk, memicu infeksi bakteri sekunder seperti impetigo (infeksi kulit yang ditandai dengan luka bernanah). Pada kasus yang jarang, komplikasi bakteri ini bisa menyebabkan masalah ginjal atau infeksi aliran darah.
Pencegahan
Cara paling efektif untuk mencegah tertular adalah:
- Hindari kontak fisik dari kulit ke kulit secara langsung dengan seseorang yang terinfeksi.
- Jangan pernah berbagi barang pribadi seperti pakaian, handuk, atau sprei kasur.
- Bersihkan rumah secara rutin, terutama dengan memvakum sofa, karpet, dan kasur.
- Segera lakukan isolasi barang jika ada anggota keluarga yang terdiagnosis, dan pastikan seluruh penghuni rumah ikut diobati secara bersamaan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika ruam dan rasa gatal semakin parah, mengganggu kualitas tidur, atau muncul tanda-tanda infeksi seperti kulit kemerahan, bengkak, dan bernanah, segera cari bantuan medis. Jangan menunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Kulit di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis pasti dan peresepan obat yang tuntas.
Tips Tambahan
Selain menggunakan obat resep, penderita disarankan untuk mengompres area yang gatal dengan air dingin atau menggunakan losion *calamine*. Sangat penting untuk memotong kuku agar tetap pendek demi mencegah luka lecet akibat garukan di luar kesadaran, terutama saat sedang tidur.
Studi Terkait
Sebuah studi klinis yang diterbitkan dalam *Journal of Dermatological Science* pada tahun 2026 menyoroti peningkatan efektivitas kombinasi terapi ivermectin oral dan permethrin topikal dalam memberantas *Sarcoptes scabiei* pada komunitas padat penduduk. Studi lain dari *Global Infectious Disease Review* (2026) menekankan pentingnya edukasi kebersihan rumah tangga sebagai pilar utama pencegahan re-infeksi (infeksi ulang) kudis.
Sebagai asisten pintar di aplikasi, fitur HILDA dari Halodoc selalu siap membantu menjawab berbagai kebutuhan awal kesehatanmu, termasuk informasi rekomendasi obat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!
Referensi
-
PubMed. Diakses pada 2026. Epidemiology and Management of Scabies in Populous Regions.
-
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Scabies – Symptoms and causes.
-
WHO. Diakses pada 2026. Scabies and other ectoparasites.
-
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pengendalian Penyakit Kulit Menular di Fasilitas Umum.
FAQ
1. Apakah budes bisa sembuh sendiri tanpa obat?
Tidak bisa. Tungau *Sarcoptes scabiei* tidak akan mati dengan sendirinya dan akan terus berkembang biak di bawah kulit jika tidak diobati dengan obat medis khusus (seperti permetrin atau ivermectin).
2. Berapa lama rasa gatal hilang setelah pengobatan?
Meskipun tungau sudah mati pasca pengobatan, rasa gatal masih dapat bertahan selama 2 hingga 4 minggu akibat sisa reaksi alergi tubuh terhadap sel tungau dan kotorannya yang tertinggal.
3. Bolehkah menggunakan obat kulit biasa atau bedak tabur?
Obat gatal biasa atau bedak mungkin hanya meredakan gatal sesaat, namun tidak membunuh tungaunya. Kamu tetap memerlukan resep obat pembasmi parasit dari dokter.
4. Apakah hewan peliharaan bisa menularkan penyakit ini?
Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing bisa terkena scabies jenis hewan, namun tungau jenis ini tidak bisa berkembang biak lama di tubuh manusia. Gatal akibat kutu hewan biasanya sembuh sendiri dalam beberapa hari.
