Bursitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Bursitis 

Bursitis merupakan peradangan atau pembengkakan kantong cairan, yaitu organ yang letaknya di bawah kulit atau biasanya di atas sendi. Organ tersebut berfungsi sebagai bantalan di antara tulang dan tendon. Selain itu, kantung cairan ini disebut juga sebagai bursa.

 

Faktor Risiko Bursitis

Faktanya bursitis bisa terjadi karena banyak hal. Beberapa risiko yang dapat menyebabkannya, antara lain:

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

  • Mengalami kecanduan alkohol.

  • Mengalami penyakit HIV/AIDS.

  • Mengalamui gangguan ginjal.

  • Mengidap diabetes.

  • Pernah melakukan perawatan kemoterapi.

Baca juga: Kenali Bursitis, Penyebab Sendi Membengkak

 

Penyebab Bursitis

Bursitis disebabkan oleh cedera akibat gerakan berulang pada otot, sendi, dan tendon di sekitar bursa. Misalnya berulang kali menekuk dan meluruskan siku, mengangkat beban yang berisiko pada bahu, berjalan atau berlari secara berlebihan yang berisiko pada pergelangan kaki, dan menyandarkan lutut atau siku pada permukaan yang keras.

Selain gerakan berulang, cedera juga bisa terjadi akibat jatuh atau mengalami benturan. Ketika bursa mengalami cedera, maka jaringan di dalamnya berisiko mengalami iritasi yang berlanjut pada peradangan dan pembengkakan.

Bursitis yang disebabkan oleh bakteri disebut sebagai bursitis septik. Selain rasa sakit, pengidap gejala bursitis septik akan mengalami gejala tambahan berupa kerusakan kulit di area yang mengalami peradangan, selulitis atau infeksi pada lapisan kulit dalam, dan demam tinggi hingga menggigil.

Selain cedera dan infeksi bakteri, bursitis juga bisa muncul akibat komplikasi penyakit, misalnya rheumatoid arthritis atau radang lapisan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang keliru, penyakit asam urat, ankylosing spondylitis atau radang sendi jangka panjang pada bagian tulang belakang, serta scleroderma atau penyakit yang menyebabkan pengerasan kulit.

 

Gejala Bursitis

Gejala utamanya adalah rasa sakit dan warna kulit yang memerah di sekitar area yang mengalami peradangan. Rasa sakit ini biasanya akan makin meningkat saat tubuh bergerak atau mengalami tekanan. Tidak hanya rasa sakit yang akan dirasakan, area yang terkena bursitis juga bisa terasa kaku dan mengalami pembengkakan. Semua area tubuh bisa terkena bursitis, tetapi penyakit ini lebih sering menyerang pinggul, lutut, siku, dan bahu.

 

Diagnosis Bursitis

Ketika seseorang diduga mengalami bursitis, maka dokter akan melakukan beberapa hal guna memastikannya. Dokter akan melakukan pemeriksaan tubuh bagian luar yang mengalami sakit, dan menanyakan terkait aktivitas fisik yang dilakukan.

Jika pengidapnya mengalami demam, dokter akan mengambil sampel cairan dari bursa dan diteliti di laboratorium untuk mengetahui apakah bursitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau komplikasi dari asam urat. Prosedur pengambilan cairan ini dikenal dengan aspirasi.

Jika gejala tidak mereda, dicurigai terdapat kemungkinan lain penyebab bursitis. Oleh karena itu, sangat mungkin untuk dilakukan pemindaian MRI untuk mendeteksi adanya robekan tendon, atau dengan tes darah guna mendeteksi penyakit seperti rheumatoid arthritis.

Baca juga: 4 Fakta Penting Mengenai Bursitis

 

Pengobatan Bursitis 

Sebagian besar kasus bursitis tidak perlu dirawat di rumah sakit dan bisa sembuh melalui perawatan sendiri di rumah. Jangka waktu untuk penyakit ini sembuh total tergantung kepada penyebab dan lokasi terjadinya peradangan. Umumnya gejala rasa sakit bisa hilang dalam beberapa minggu. Namun, untuk pembengkakannya biasanya membutuhkan waktu lebih lama.

Untuk meredakan rasa sakit, pengidap bisa mengonsumsi obat-obatan, seperti ibuprofen atau parasetamol. Untuk meredakan bengkak, pengidap bisa mengonsumsi diclofenac atau naproxen. Kedua obat ini merupakan golongan obat antiinflamasi nonsteroid.

Selain dengan obat, sebenarnya ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk meredakan pembengkakan, yaitu:

  • Menempelkan kantung es pada area bursitis selama 10-20 menit, yang diulang tiap beberapa jam sekali.

  • Jangan berdiri terlalu lama apabila bursitis terjadi pada pinggul, lutut, atau pergelangan kaki.

  • Topang bagian yang terkena bursitis saat tidur, misalnya dengan bantalan, untuk membantu mengurangi peradangan.

  • Jika bursitis terjadi di salah satu sisi tubuh, hindarilah tidur miring dengan posisi permukaan kasur mengenai langsung bagian yang sakit.

  • Menggunakan alat pelindung pada sendi yang bengkak untuk menghindari cedera kedua yang dapat memperparah kondisi, misalnya pelindung lutut.

Untuk kasus bursitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik seperti clarithromycin, erythromycin, dan flucloxacillin. Dalam kasus yang parah, bursitis bisa diobati dengan cara berikut ini:

  • Memberikan suntikan obat kortikosteroid. Obat ini merupakan hormon yang dapat meredakan peradangan. Obat ini biasanya diberikan jika bursitis tidak bisa lagi ditangani dengan pengobatan biasa. Harap diperhatikan bahwa kortikosteroid tidak boleh disuntikkan pada area yang mengalami peradangan lebih dari tiga kali dalam waktu satu tahun. Selain itu, metode ini tidak bisa diterapkan pada kasus bursitis septik atau bursitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

  • Aspirasi. Ini merupakan metode penyedotan cairan bursa yang bertujuan mengurangi rasa sakit dan memulihkan kemampuan gerak sendi.

  • Operasi pengangkatan bursa. Prosedur ini biasanya dilakukan pada bursa septik yang tidak mempan terhadap pengobatan antibiotik.

Baca juga: Sakit pada Sendi Saat Bergerak, Hati-Hati Bursitis 

 

Pencegahan Bursitis 

  • Melakukan pemanasan setidaknya selama enam menit sebelum berolahraga.

  • Beristirahat secara teratur saat melakukan aktivitas fisik yang melibatkan gerakan berulang-ulang pada satu bagian otot.

  • Melakukan latihan-latihan yang dapat melenturkan dan menguatkan otot.

  • Memakai alat pelindung, misalnya pelindung lutut atau menggunakan sepatu yang sesuai dengan aktivitas.

  • Mengurangi berat badan karena kelebihan berat badan juga dapat menyebabkan bursitis.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. 

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2018. Health A-Z. Bursitis.
Healthline. Diakses pada 2018. What Causes Bursitis?
WebMD. Diakses pada 2018. Bursitis

Diperbarui pada 2 September 2019.