• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Cek Apolipoprotein B (Apo B)

Cek Apolipoprotein B (Apo B)

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cek Apolipoprotein B (Apo B)

Apa Itu Cek Apolipoprotein B (Apo B)?

Cek Apolipoprotein B (Apo B) merupakan jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk membantu mengetahui ada atau tidak risiko penyakit kardiovaskular. Tes ini umumnya dilakukan bersamaan dengan tes lipid lainnya alias tes profil lipid. Tes ini merupakan analisis lipoprotein yang dilakukan untuk mengukur kadar darah dari jumlah kolesterol, LDL kolesterol, HDL kolesterol, dan trigliserida. 

Umumnya, cek apolipoprotein B (Apo B) tidak termasuk dalam pemeriksaan rutin. Namun, Apo-B disarankan bagi orang yang memiliki faktor risiko, misalnya riwayat penyakit jantung dalam keluarga, riwayat kolesterol tinggi, dan trigliserida. Tes ini dilakukan bersama dengan pemeriksaan lain untuk mengetahui apa penyebab tingginya kadar lipid pada seseorang. Pemeriksaan ini juga sering dilakukan untuk mengetahui penyebab tingginya kadar trigliserida. 

Baca juga: Ini Perbedaan Jenis Kolesterol yang Harus Diketahui

 

Kenapa Melakukan Cek Apolipoprotein B (Apo B)?

Cek apolipoprotein B (Apo B) dilakukan untuk mengetahui apa penyebab tingkat lipid yang tidak normal alias abnormal. Sebelumnya perlu diketahui, apo B merupakan protein yang terlibat dalam metabolisme lipid. Apo B merupakan konstituen protein utama lipoprotein, seperti low-density lipoprotein dan low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat. 

Selain untuk mengetahui risiko penyakit kardiovaskular, pemeriksaan ini juga bisa dilakukan untuk mendiagnosis masalah yang terkait dengan genetik. Cek apolipoprotein B (Apo B) bisa membantu mendiagnosis masalah genetik yang menyebabkan kelebihan atau kekurangan produksi apo B pada tubuh. 

Baca juga: Ketahui 6 Penyebab Kolesterol Tinggi

 

Kapan Harus Melakukan Cek Apolipoprotein B (Apo B)?

Pemeriksaan ini sebenarnya tidak termasuk dalam kategori pemeriksaan rutin yang harus dilakukan. Namun, cek apolipoprotein B (Apo B) biasanya dilakukan untuk mendeteksi risiko penyakit kardiovaskular pada seseorang. Pemeriksaan ini dianjurkan pada individu yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga, riwayat kadar kolesterol tinggi, serta trigliserida yang tinggi. 

Peningkatan kadar apo B biasanya berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular alias CVD. Ada beragam faktor yang bisa menyebabkan kadar apo B meningkat, tetapi umumnya oleh diet tinggi lemak atau karena penurunan LDL pada darah. Apo B yang abnormal juga bisa disebabkan oleh kondisi medis atau penyakit tertentu serta kehamilan. 

 

Bagaimana Melakukan Cek Apolipoprotein B (Apo B)?

Pemeriksaan apo B dilakukan dengan bantuan serum khusus atau plasma. Seseorang biasanya akan diminta untuk melakukan puasa sebelum cek dilakukan. Artinya, tidak boleh makan dan minum (kecuali air putih) selama batas waktu yang ditentukan. Biasanya, puasa sebelum tes apo B dilakukan selama 12 jam baru setelah itu dilakukan pengambilan darah yang nantinya akan menjadi sampel pemeriksaan. 

Pemeriksaan ini akan dilakukan oleh profesional atau orang yang memang sudah berpengalaman. Ada banyak manfaat yang bisa didapat dari melakukan pemeriksaan apo B, seperti menentukan risiko penyakit jantung koroner atau gangguan kardiovaskular lainnya, memantau kadar kolesterol dalam darah, serta trigliserida. Pemeriksaan ini juga bisa membantu memantau efektivitas atau keberhasilan dari pengobatan terhadap kolesterol tinggi. 

 

Di mana Melakukan Cek Apolipoprotein B (Apo B)?

Cek asam urat bisa dilakukan di fasilitas kesehatan mana saja, mulai dari klinik atau puskesmas, rumah sakit, bagian unit gawat darurat (UGD), hingga laboratorium kesehatan.

Baca juga: 7 Cara untuk Menurunkan Trigliserida dalam Darah

Referensi 
NCBI. Diakses pada 2020. Apolipoprotein B-containing lipoproteins and atherosclerotic cardiovascular disease.
Science Direct. Diakses pada 2020. Lipids and disorders of lipoprotein metabolism- Apolipoprotein B.