• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Cek Apolipoprotein B (Apo B)

Cek Apolipoprotein B (Apo B)

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Cek Apolipoprotein B (Apo B)

Pengertian Cek Apolipoprotein B (Apo B)

Cek Apolipoprotein B (Apo B) merupakan jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk membantu mengetahui ada atau tidak risiko penyakit kardiovaskular. Tes ini umumnya dilakukan bersamaan dengan tes lipid lainnya alias tes profil lipid. Tes ini merupakan analisis lipoprotein yang dilakukan untuk mengukur kadar darah dari jumlah kolesterol, LDL kolesterol, HDL kolesterol, dan trigliserida

Umumnya, cek apolipoprotein B (Apo B) tidak termasuk dalam pemeriksaan rutin. Namun, Apo-B disarankan bagi orang yang memiliki faktor risiko, misalnya riwayat penyakit jantung dalam keluarga, riwayat kolesterol tinggi, dan trigliserida. Tes ini dilakukan bersama dengan pemeriksaan lain untuk mengetahui apa penyebab tingginya kadar lipid pada seseorang. Pemeriksaan ini juga sering dilakukan untuk mengetahui penyebab tingginya kadar trigliserida.  

Alasan Melakukan Cek Apolipoprotein B (Apo B)

Cek apolipoprotein B (Apo B) dilakukan untuk mengetahui apa penyebab tingkat lipid yang tidak normal alias abnormal. Sebelumnya perlu diketahui, apo B merupakan protein yang terlibat dalam metabolisme lipid. Apo B merupakan konstituen protein utama lipoprotein, seperti VLDL (very low-density lipoprotein) dan LDL (low-density lipoprotein) alias kolesterol jahat. 

Tubuh membutuhkan lemak dan kolesterol untuk memproduksi hormon dan menjaga sel-sel tubuh tetap sehat. Akan tetapi, kadar kolesterol jahat yang berlebihan dalam tubuh bisa memicu berbagai penyakit, mulai dari penyakit jantung hingga stroke. 

Apo B membawa berbagai lipoprotein, yang dikenal sebagai kolesterol jahat:

  • Lipoprotein, seperti kilomikron.
  • Lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL)
  • Lipoprotein densitas rendah (LDL)
  • Lipoprotein densitas menengah (IDL).

Protein Apo B menempel pada reseptor di sel tubuh, yang memungkinkan lipoprotein, atau kolesterol jahat, masuk ke dalam sel. Begitu masuk, zat tersebut  dipecah, dan melepaskan lemak serta kolesterol ke dalam darah. Kolesterol jahat inilah yang dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah.

Selain untuk mengetahui risiko penyakit kardiovaskular, pemeriksaan ini juga bisa dilakukan untuk mendiagnosis masalah yang terkait dengan genetik. Cek apolipoprotein B (Apo B) bisa membantu mendiagnosis masalah genetik yang menyebabkan kelebihan atau kekurangan produksi apo B pada tubuh.  

Kapan Harus Melakukan Cek Apolipoprotein B (Apo B)?

Pemeriksaan ini sebenarnya tidak termasuk dalam kategori pemeriksaan rutin yang harus dilakukan. Namun, cek apolipoprotein B (Apo B) biasanya dilakukan untuk mendeteksi risiko penyakit kardiovaskular pada seseorang. Pemeriksaan ini dianjurkan pada individu yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga, riwayat kadar kolesterol tinggi, serta trigliserida yang tinggi. 

Peningkatan kadar apo B biasanya berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Ada beragam faktor yang bisa menyebabkan kadar apo B meningkat, tetapi umumnya kondisi ini disebabkan oleh diet tinggi lemak. Apo B yang abnormal juga bisa disebabkan oleh kondisi medis atau penyakit tertentu serta kehamilan.  

Bagaimana Melakukan Cek Apolipoprotein B (Apo B)?

Pemeriksaan apo B dilakukan dengan bantuan serum khusus atau plasma. Seseorang biasanya akan diminta untuk melakukan puasa sebelum cek dilakukan. Artinya, tidak boleh makan dan minum (kecuali air putih) selama batas waktu yang ditentukan. Biasanya, puasa sebelum tes apo B dilakukan selama 12 jam sebelum pengambilan sampel darah. 

Pemeriksaan ini akan dilakukan oleh ahli yang memang sudah berpengalaman. Ada banyak manfaat yang bisa didapat dari melakukan pemeriksaan apo B, seperti:

  • Menentukan risiko penyakit jantung koroner atau gangguan kardiovaskular lainnya.
  • Memantau kadar kolesterol dalam darah
  • Memantau kadar trigliserida.

Pemeriksaan ini juga bisa membantu memantau efektivitas atau keberhasilan dari pengobatan terhadap kolesterol tinggi. 

Apa Saja Hasil Tes yang Dapat Keluar?

Hasil tes apolipoprotein B dikatakan kisaran normal jika kurang dari 100 mg/dL. Jika kamu menerima hasil tes normal, maka jumlah lipoprotein yang dimiliki sesuai dalam darah dan risiko penyakit jantung rendah. 

Apabila hasilnya abnormal, maka kondisi tersebut bisa menandakan berbagai hal.  Kadar Apo B yang tinggi berkisar di atas100 mg/dL tergolong tinggi. Jika hasil tes menunjukkan tingkat yang lebih tinggi dari normal, maka seseorang memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi pula. 

Beberapa kondisi yang mendasari dapat menyebabkan tingkat Apo B tinggi, termasuk:

  • Tiroid kurang aktif.
  • Penyakit ginjal.
  • Diabetes.
  • Kehamilan, yang menyebabkan Apo B tinggi sementara. 

Kadar Apo B yang rendah yaitu jika hasil tes menunjukkan bahwa seseorang memiliki lipoprotein yang lebih rendah dari normal dalam darah. Mungkin juga ada beberapa kondisi mendasar yang mencegah tubuh untuk memproduksi lipoprotein atau apolipoprotein, contohnya:

  • Sindrom Reye.
  • Tiroid yang terlalu aktif.
  • Malnutrisi.
  • Jaringan parut pada hati, yang disebut sirosis.
  • Penyakit parah.
  • Kekurangan apolipoprotein B, kondisi genetik langka yang dikenal sebagai sindrom Bassen-Kornzweig.

Di mana Melakukan Cek Apolipoprotein B (Apo B)?

Cek Apolipoprotein B bisa dilakukan di fasilitas kesehatan mana saja, mulai dari klinik atau puskesmas, rumah sakit, bagian unit gawat darurat (UGD), hingga laboratorium kesehatan. Kamu juga bisa membuat jadwal kunjungan dokter di rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi :
NCBI. Diakses pada 2020. Apolipoprotein B-containing lipoproteins and atherosclerotic cardiovascular disease.
Science Direct. Diakses pada 2020. Lipids and disorders of lipoprotein metabolism- Apolipoprotein B.
WebMD. Diakses pada 2022. What Is the Apolipoprotein B-100 (ApoB) Test?