Cek Bilirubin Direk

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Apa Itu Cek Bilirubin Direk?

Cek bilirubin dilakukan untuk mengetahui kadar bilirubin direk di dalam darah. Sebelumnya perlu diketahui, bilirubin merupakan pigmen berwarna jingga-kuning yang merupakan sisa dari perombakan sel darah merah. Di dalam tubuh manusia, bilirubin disaring oleh hati dan keluar dari tubuh melalui feses atau urine.

Tes bilirubin dilakukan untuk mengetahui kadar bilirubin, meliputi kadar bilirubin direk, bilirubin indirek, serta bilirubin total. Dalam artikel ini, akan dibahas apa yang dimaksud dengan cek bilirubin direk. Sebelum sampai ke organ hati, bilirubin masih belum saling tergabung alias belum terkonjugasi. Setelah melalui proses dan sampai di hati, bilirubin akan bergabung dengan gula tertentu dan kemudian berubah menjadi bilirubin terkonjugasi. 

Bilirubin yang sudah bergabung bisa larut di dalam air dan keluar dari hati serta usus. Kemudian, bilirubin akan kembali menjadi tidak terkonjugasi dalam perjalanan sebelum diekskresikan tubuh. Dalam pemeriksaan ini, ada yang disebut dengan bilirubin direk yang digunakan untuk mendeteksi bilirubin terkonjugasi. Kadar bilirubin direk yang berada di atas rata-rata bisa menjadi tanda bahwa ada yang tidak beres pada organ hati. 

Baca juga: Ini Akibatnya Jika Kadar Bilirubin Bayi Tinggi

 

Kenapa Melakukan Cek Bilirubin Direk?

Tes ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti kadar bilirubin di dalam darah. Saat kadar bilirubin, baik direk maupun indirek berada di atas rata-rata, bisa jadi telah muncul gangguan atau kelainan pada organ hati. Umumnya, kondisi ini mengindikasikan peningkatan laju perombakan sel darah merah alias hemolisis. 

Cek bilirubin direk bertujuan untuk mengukur jumlah bilirubin direk di dalam darah. Dari hasil pemeriksaan ini, akan diketahui kemungkinan lokasi terjadinya gangguan. Dalam kondisi normal alias tidak ada kelainan, bilirubin direk sebenarnya hampir tidak pernah ditemukan dalam darah. Hal itu terjadi karena proses pembuangan yang terjadi cepat. 

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui tentang Sakit Kuning

 

Kapan Harus Melakukan Cek Bilirubin Direk?

Pemeriksaan ini dianjurkan bagi orang yang memiliki riwayat atau faktor risiko kerusakan dan gangguan pada organ hati. Cek bilirubin direk biasanya dibarengi dengan tes lain dan dilakukan setelah muncul gejala kelainan fungsi hati. Tes ini disarankan jika muncul gejala penyakit kuning, riwayat konsumsi alkohol secara berlebih, pernah keracunan obat, urine berwarna pekat, pembengkakan pada perut, serta gejala penyakit liver kronis. 

 

Bagaimana Melakukan Cek Bilirubin Direk?

Cek kadar bilirubin dilakukan dengan mengambil sampel darah yang nantinya akan dianalisis di laboratorium. Sebelum pengambilan darah dilakukan, disarankan untuk melakukan puasa makan dan minum selama 4 jam. Konsumsi obat-obatan yang bisa memengaruhi hasil tes juga sebaiknya dihentikan. Sampel darah untuk pemeriksaan ini akan diambil melalui venipuncture. Pengambilan sampel dilakukan dengan menyuntikkan jarum pada pembuluh vena di lengan dan darah akan disimpan pada tabung uji. Baru setelah itu sampel darah akan dibawa ke laboratorium untuk melihat kadar bilirubin direk. 

 

Di mana Melakukan Cek Bilirubin Direk?

Cek bilirubin direk dilakukan oleh petugas yang sudah berpengalaman di bidangnya. Tes ini bisa dilakukan di fasilitas kesehatan mana saja, mulai dari klinik atau puskesmas, rumah sakit, bagian unit gawat darurat (UGD), hingga laboratorium kesehatan. Segera lakukan pemeriksaan kadar bilirubin jika mengalami gejala menyerupai gangguan pada organ hati. 

Baca juga: Jarang Diketahui, Inilah Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan

Referensi 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Bilirubin test.
AACC. Diakses pada 2020.  Bilirubin.
Healthline. Diakses pada 2020. Bilirubin Blood Test.