• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Cek Bilirubin Total

Cek Bilirubin Total

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cek Bilirubin Total

Apa Itu Cek Bilirubin Total?

Cek bilirubin total adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur jumlah total bilirubin yang ada di dalam darah. Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsi hati atau membantu mendiagnosis anemia yang disebabkan oleh kerusakan sel darah merah (anemia hemolitik).

Bilirubin adalah pigmen berwarna oranye-kuning yang terbentuk secara alami sebagai hasil dari pemecahan sel darah merah yang sudah tua. Organ hati akan mengambil bilirubin dari dalam darah lalu mengubah susunan kimianya. Kemudian sebagian besar komposisinya ini akan dibuang melalui feses dan urine.

Jika kadar bilirubin lebih tinggi dari batas normal, maka ini berarti sel darah merah dalam tubuh memiliki kemampuan memecah pada tingkat yang tidak biasa. Selain itu, bisa juga berarti organ hati sedang tidak berfungsi dengan baik dalam membersihkan bilirubin dari darah. Kemungkinan lain adalah bahwa ada masalah di suatu tempat di sepanjang jalur yang mengeluarkan bilirubin dari hati sampai ke feses.

Mengapa Melakukan Cek Bilirubin Total?

Cek bilirubin total biasanya dilakukan sebagai bagian dari sekelompok tes untuk memeriksa kesehatan organ hati seseorang. Cek bilirubin total dapat dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

  • Menyelidiki penyebab penyakit kuning. Peningkatan kadar bilirubin dapat menyebabkan kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice). Namun, cek bilirubin total untuk tujuan ini biasanya dilakukan pada bayi baru lahir
  • Menyelidiki apakah ada penyumbatan di saluran empedu hati.
  • Membantu mendeteksi atau memantau perkembangan penyakit hati lainnya seperti hepatitis.
  • Membantu memantau efektivitas pengobatan.
  • Membantu memastikan diagnosis keracunan obat.

Sementara itu, ada juga beberapa tes umum lain yang mungkin dilakukan bersamaan dengan tes bilirubin, antara lain:

  • Tes Fungsi Hati. Ini adalah sekelompok tes darah yang mengukur enzim atau protein tertentu dalam darah.
  • Albumin dan Total Protein. Kadar albumin, protein yang dihasilkan oleh hati, dan protein total menunjukkan seberapa baik fungsi hati dalam membuat protein yang dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi dan melakukan fungsi lainnya.
  • Cek Hitung Darah Lengkap. Tes ini mengukur beberapa komponen dan fitur darah.
  • Waktu Protrombin. Tes ini mengukur waktu pembekuan plasma.

Kapan Melakukan Cek Bilirubin Total?

Seseorang mungkin dianjurkan untuk melakukan cek bilirubin total bila mengalami gejala-gejala, misalnya kelelahan, mual dan muntah, urine berwarna gelap, nyeri perut dan kotoran berwarna seperti tanah liat.

Selain itu, dokter juga akan menganjurkan untuk melakukan cek bilirubin total bila:

  • Menunjukkan tanda-tanda penyakit kuning.
  • Mengalami anemia.
  • Mungkin mengalami reaksi toksik terhadap obat-obatan.
  • Memiliki riwayat peminum berat.
  • Sudah terpapar virus hepatitis.
  • Mengalami sirosis.

Bagaimana Melakukan Cek Bilirubin Total?

Sebelum menjalankan tes ini, kamu tidak boleh makan atau minum apa pun selain air selama empat jam sebelum tes dilakukan. Kamu dapat meminum air sebanyak biasanya sebelum pergi ke laboratorium. 

Kamu juga mungkin harus berhenti minum obat tertentu sebelum tes dilakukan, tetapi hanya dengan petunjuk dokter. Contoh obat yang dapat memengaruhi kadar bilirubin termasuk antibiotik seperti penisilin G, obat penenang seperti fenobarbital, diuretik seperti furosemide (Lasix), dan obat asma seperti teofilin.

Cek bilirubin total menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan. Biasanya, darah diambil melalui jarum kecil yang dimasukkan ke dalam vena di lengan. Jarum kemudian akan ditempelkan pada tabung kecil, di mana darah akan dikumpulkan.

Pasien mungkin akan merasakan rasa sakit yang cepat saat jarum dimasukkan ke lengan dan mengalami ketidaknyamanan selama beberapa saat di area suntikan setelah jarum dicabut. Sedangkan pada bayi, cek bilirubin total biasanya dilakukan dengan menggunakan alat tajam untuk memecahkan kulit pada tumitnya. Mungkin akan ada sedikit memar di lokasi tusukan sesudahnya.

Saat darah dikumpulkan, kamu mungkin akan merasakan nyeri sedang atau sensasi cubitan ringan. Setelah jarum dicabut, kamu mungkin merasakan sensasi berdenyut. Kamu akan diinstruksikan untuk memberikan tekanan ke tempat jarum masuk ke kulit. Perban akan ditempatkan di atas area suntik. Pertahankan perban ini setidaknya selama 10 hingga 20 menit. Kamu pun harus menghindari menggunakan lengan itu untuk mengangkat beban sepanjang hari.

Sampel darah kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Setelah itu, dapat segera kembali beraktivitas dengan normal.

Namun ada beberapa risiko yang sangat langka saat seseorang mengambil sampel darah, antara lain:

  • Pusing atau pingsan.
  • Hematoma, memar di mana darah menumpuk di bawah kulit.
  • Infeksi, biasanya dicegah dengan membersihkan kulit sebelum jarum dimasukkan.
  • Perdarahan yang berlebihan, atau pendarahan untuk waktu yang lama sesudahnya, yang mungkin mengindikasikan kondisi pendarahan yang lebih serius dan harus dilaporkan ke dokter.

Cara Membaca Hasil Tes Bilirubin

Pada anak yang lebih tua atau orang dewasa, nilai normal bilirubin direk atau langsung adalah dari 0-0,4 miligram per desiliter (mg/dL). Sementara nilai normal bilirubin total adalah dari 0,3-1,0 mg/dL.

Tingkat bilirubin tidak langsung dalam aliran darah adalah total bilirubin dikurangi kadar bilirubin langsung dalam aliran darah. Selain itu, rentang referensi normal dapat bervariasi dari lab ke lab.

Pada bayi baru lahir, bilirubin yang lebih tinggi adalah normal karena stres saat lahir. Bilirubin tidak langsung yang normal akan berada di bawah 5,2 mg/dL dalam 24 jam pertama kelahiran. Namun, banyak bayi baru lahir memiliki beberapa jenis penyakit kuning dan kadar bilirubin yang meningkat di atas 5 mg/dL dalam beberapa hari pertama setelah lahir.

Dokter mungkin akan meminta melakukan tes darah lebih lanjut atau USG jika kadar bilirubin yang tinggi terdeteksi dalam darah. Pada orang dewasa, bilirubin tinggi mungkin karena masalah dengan hati, saluran empedu, atau kantung empedu. Contohnya meliputi:

  • Penyakit hati, seperti hepatitis.
  • Sindrom Gilbert, penyakit genetik.
  • Sirosis, yang merupakan jaringan parut pada hati.
  • Striktur bilier, di mana bagian dari saluran empedu terlalu sempit untuk memungkinkan cairan lewat.
  • Kanker kandung empedu atau pankreas.
  • Batu empedu.
  • Keracunan obat.

Bilirubin yang tinggi juga dapat disebabkan oleh masalah dalam darah, bukan masalah pada hati. Sel darah yang rusak terlalu cepat dapat disebabkan oleh:

  • Anemia Hemolitik: Ini terjadi ketika terlalu banyak sel darah yang dihancurkan dari penyakit autoimun, cacat genetik, keracunan obat, atau infeksi, dan hati tidak dapat memetabolisme jumlah bilirubin tidak langsung dalam tubuh.
  • Reaksi Transfusi: Ini terjadi ketika sistem kekebalan menyerang darah yang diberikan melalui transfusi.

Di Mana Melakukannya?

Cek bilirubin total bisa dilakukan di rumah sakit dan laboratorium kesehatan. Kamu pun bisa buat janji di rumah sakit melalui Halodoc untuk melakukan berbagai tes kesehatan. Praktis bukan? Tunggu apa lagi, yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Bilirubin.
Healthline. Diakses pada 2022. Bilirubin Blood Test.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Bilirubin Test.
WebMD. Diakses pada 2022. What Is a Bilirubin Test?
Diperbarui pada 15 Februari 2022.