• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Cek Cystatin C

Cek Cystatin C

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
cek-cystatin-c-halodoc

Apa Itu Cek Cystatin C?

Ginjal memiliki fungsi utama untuk membuang zat sisa maupun racun yang berada dari dalam tubuh. Ketika fungsi ini mengalami masalah, tentu akan sangat membahayakan untuk tubuh. Guna mengetahui apakah organ ginjal masih menjalankan fungsinya dengan baik, kamu bisa melakukan cek cystatin C.

Pemeriksaan cystatin C dilakukan untuk mengetahui sebanyak apa kadar cystatin C di dalam tubuh. Tes tersebut juga dilakukan untuk mengecek fungsi dan kerja ginjal di dalam tubuh. Cystatin C sendiri adalah protein yang dibuat secara berkelanjutan dalam tubuh. Jenis protein ini dapat ditemukan dalam darah, ASI, dan cairan tulang belakang. 

Cystatin C akan disaring melalui glomerulus dari darah. Glomerulus adalah sekumpulan pembuluh darah berukuran kecil pada ginjal. Setelah menyerap semua protein maupun zat lain, glomerulus akan memproduksi cairan yang disebut filtrat. 

Melalui cairan tersebut, ginjal dapat menyerap kembali cystatin C, glukosa, dan jenis zat lainnya. Semuanya kemudian akan dibawa menuju ke kandung kemih dan keluar dalam bentuk urine. Sementara itu, cystatin C yang kembali diserap akan dipecah dan tidak kembali ke darah. 

Nah, tingkat kecepatan dari proses penyaringan cairan tadi dikenal dengan laju filtrasi glomerulus atau GFR. Saat terjadi penurunan fungsi ginjal, akan turut terjadi penurunan terhadap angka GFR. Sementara itu, kadar cystatin C justru mengalami peningkatan. 

Sebaliknya, perbaikan pada fungsi ginjal berdampak pada peningkatan angka GFR sekaligus penurunan cystatin C, urea, dan kreatinin. Ini karena ginjal dapat membersihkannya lebih efektif dari dalam darah. 

Mengapa Melakukan Cek Cystatin C?

Cek cystatin C dilakukan untuk mengetahui kerja ginjal sekaligus mendeteksi apakah seseorang memiliki kemungkinan mengidap penyakit ginjal atau tidak. Pemeriksaan ini diyakini menjadi pilihan pemeriksaan yang paling mampu memberikan informasi tentang fungsi ginjal secara keseluruhan daripada pemeriksaan lain. 

Meski demikian, selain cek cystatin C, dianjurkan pula untuk melakukan pemeriksaan urine sederhana yang dikenal dengan istilah ACR. Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk mengetahui berapa kadar protein yang ada dalam urine. Memang benar, tubuh membutuhkan protein. Namun, asalnya bukan urine, melainkan dari darah. 

Selain itu, tubuh yang hanya punya sedikit protein di dalam urine juga bisa menjadi tanda bahwa ginjal tidak menyaring darah cukup baik. Alhasil, ini pun jadi gejala awal adanya masalah kesehatan pada ginjal. 

Tinggi rendahnya kadar cystatin C pada tubuh dipengaruhi oleh banyak faktor. Ini termasuk indeks massa tubuh, penggunaan steroid, kondisi hipertiroidisme, rematik, penyakit ganas, HIV/AIDS, dan masalah metabolik tertentu seperti hiperhomosisteinemia (peningkatan homosistein). Sementara itu, kadar cystatin C juga cenderung naik turun pada pengidap dengan transplantasi ginjal.

Bagaimana Cek Cystatin C Dilakukan?

Menjalani pemeriksaan darah sederhana untuk mengetahui kadar cystatin C merupakan langkah awal dalam pemeriksaan GFR. Kreatinin merupakan produk sisa atau limbah yang dibuat oleh otot tubuh. Seharusnya, ginjal bisa menjaga tingkat kreatinin di dalam darah. Tingkatan ini bergantung pada ras, jenis kelamin, dan usia. 

Kadar cystatin C yang tinggi di dalam darah berkaitan erat dengan penurunan GFR sekaligus disfungsi pada ginjal. Ini karena cystatin C dibuat di seluruh bagian tubuh pada kadar yang konstan, lalu dikeluarkan dan dipecah oleh ginjal. Jadi, kadar cystatin C harus tetap stabil dalam darah apabila ginjal bekerja dengan optimal dan angka GFR pun normal. 

Perlu diketahui bahwa cystatin C dikatakan normal apabila kadarnya ada di antara 0,6 sampai 1,3 miligram per desiliter atau mg/dL. Tingginya kadar cystatin C tak hanya menunjukkan peningkatan risiko pada masalah kesehatan ginjal, tetapi juga masalah kesehatan jantung seperti gagal jantung hingga kematian. 

Hal yang Perlu Diketahui dan Dipersiapkan

Memang benar bahwa kadar cystatin C tidak dipengaruhi oleh massa tubuh, usia, maupun pola makan seperti zat lain, termasuk kreatinin. Inilah mengapa, hasilnya bisa dikatakan cukup akurat dalam menilai kerja dan fungsi organ ginjal. 

Akan tetapi, pemeriksaan ini juga belum bisa dibilang sempurna. Pasalnya, hasilnya bisa dipengaruhi oleh konsumsi obat maupun suplemen atau bahkan kondisi medis tertentu. Jadi, sangat penting untuk memberi tahu dokter tentang riwayat pengobatan, kesehatan, serta suplemen yang kamu konsumsi. Tentunya supaya hal tersebut tidak mengganggu hasil dari pemeriksaan yang dilakukan. 

Di mana Melakukan Cek Cystatin C?

Cek cystatin C bisa dilakukan di laboratorium atau rumah sakit yang direkomendasikan oleh dokter spesialis. Melakukan pemeriksaan kadar darah dari protein cystatin C dapat membantu mendeteksi apakah seseorang mengalami masalah ginjal kronis. 

Apabila seseorang mengalami obesitas, telah berusia lanjut, atau memiliki massa otot berlebih tentu disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini. Namun, tetap terhidrasi dengan menjaga asupan cairan tubuh akan membantu ginjal melakukan tugasnya dengan baik. 

Tak ketinggalan, terapkanlah pola hidup sehat dan diet seimbang, seperti perbanyak asupan buah, sayuran, dan biji-bijian. Jika memang dibutuhkan, konsumsi vitamin untuk membantu meningkatkan imunitas. Cek kebutuhan suplemen dan vitamin di apotek online melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download  Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Lab Test Online. Diakses pada 2022. Cystatin C.
National Kidney Foundation. Diakses pada 2022. Cystatin C.
NHS.UK. Diakses pada 2022. Keeping your kidneys healthy.
University of Rochester Medical Center. Diakses pada 2022. Cystatin C.