
Daftar Isi:
- Apa Itu Elektroforesis Hemoglobin (Hb)?
- Tujuan Pemeriksaan Elektroforesis Hb
- Kondisi yang Dapat Dideteksi Melalui Elektroforesis Hb
- Persiapan Sebelum Pemeriksaan
- Prosedur Pemeriksaan Elektroforesis Hb
- Interpretasi Hasil Elektroforesis Hb
- Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil
- Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan Elektroforesis Hb?
- Kesimpulan
Apa Itu Elektroforesis Hemoglobin (Hb)?
Elektroforesis hemoglobin adalah tes laboratorium yang digunakan untuk memisahkan dan mengidentifikasi berbagai jenis hemoglobin dalam darah. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Perbedaan struktur dan muatan listrik antara berbagai jenis hemoglobin memungkinkan pemisahan menggunakan teknik elektroforesis.
Proses elektroforesis memanfaatkan medan listrik untuk memisahkan molekul berdasarkan ukuran dan muatan listriknya. Hemoglobin dengan muatan yang berbeda akan bergerak dengan kecepatan yang berbeda dalam medan listrik, sehingga memungkinkan identifikasi dan kuantifikasi masing-masing jenis hemoglobin.
Tujuan Pemeriksaan Elektroforesis Hb
Pemeriksaan elektroforesis Hb memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:
- Mendeteksi dan mengidentifikasi kelainan hemoglobin, seperti hemoglobin abnormal (HbS, HbC, HbE) dan thalasemia.
- Menentukan proporsi relatif dari berbagai jenis hemoglobin dalam darah.
- Membantu diagnosis dan pemantauan penyakit hemoglobinopati dan thalasemia.
- Skrining populasi berisiko tinggi untuk kelainan hemoglobin.
Apa penyebab kadar hemoglobin berkurang? Baca di sini: Kekurangan Hemoglobin: Ini Penyebab, Nilai HB Normal, dan Cara Mengatasinya
Kondisi yang Dapat Dideteksi Melalui Elektroforesis Hb
Beberapa kondisi yang dapat dideteksi melalui elektroforesis Hb meliputi:
- Thalasemia: Kelainan genetik yang menyebabkan penurunan produksi hemoglobin.
- Penyakit sel sabit: Kelainan genetik yang menyebabkan hemoglobin membentuk struktur abnormal, menyebabkan sel darah merah berbentuk sabit.
- Hemoglobinopati lainnya: Termasuk HbC, HbE, dan varian hemoglobin lainnya.
- Anemia hemolitik: Kondisi di mana sel darah merah hancur lebih cepat dari biasanya.
Elektroforesis Hb membantu mengidentifikasi jenis hemoglobin abnormal yang terkait dengan kondisi-kondisi ini, memungkinkan diagnosis yang tepat dan pengelolaan yang sesuai.
Persiapan Sebelum Pemeriksaan
Umumnya, tidak ada persiapan khusus yang diperlukan sebelum pemeriksaan elektroforesis Hb. Pasien dapat makan dan minum seperti biasa, kecuali jika ada instruksi khusus dari dokter. Informasikan kepada dokter tentang semua obat-obatan dan suplemen yang sedang dikonsumsi.
Penting untuk memberitahu dokter jika memiliki riwayat transfusi darah baru-baru ini, karena ini dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan.
Apa saja obat untuk mengatasi anemia? Baca di sini: Ini Obat Penambah Darah untuk Bantu Atasi Gejala Anemia
Prosedur Pemeriksaan Elektroforesis Hb
Prosedur elektroforesis Hb melibatkan beberapa langkah:
- Pengambilan sampel darah: Sampel darah biasanya diambil dari vena di lengan.
- Persiapan sampel: Sampel darah diproses untuk memisahkan sel darah merah dan mendapatkan hemoglobin.
- Elektroforesis: Hemoglobin ditempatkan pada media (seperti gel agarose atau selulosa asetat) dan dikenakan medan listrik.
- Pemisahan: Berbagai jenis hemoglobin bergerak melalui media dengan kecepatan yang berbeda, menciptakan pola pemisahan yang unik.
- Identifikasi dan kuantifikasi: Pola pemisahan dianalisis untuk mengidentifikasi dan mengukur proporsi setiap jenis hemoglobin.
Interpretasi Hasil Elektroforesis Hb
Interpretasi hasil elektroforesis Hb dilakukan oleh dokter atau ahli hematologi. Hasil biasanya dilaporkan sebagai persentase dari total hemoglobin untuk setiap jenis hemoglobin yang terdeteksi.
Nilai normal bervariasi tergantung pada usia dan populasi, tetapi umumnya meliputi:
- HbA (Hemoglobin A): Jenis hemoglobin utama pada orang dewasa normal.
- HbA2 (Hemoglobin A2): Jumlah kecil hemoglobin A2 normal.
- HbF (Hemoglobin F): Hemoglobin fetal, biasanya hanya ditemukan dalam jumlah kecil setelah usia bayi.
Adanya hemoglobin abnormal, seperti HbS, HbC, atau HbE, atau peningkatan HbF yang signifikan, dapat mengindikasikan kelainan hemoglobin.
Bagaimana cara mengatasi anemia? Baca di sini: Anemia Bikin Lesu dan Pucat, Atasi dengan 5 Makanan Ini
Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil elektroforesis Hb meliputi:
- Transfusi darah baru-baru ini.
- Kehamilan.
- Beberapa kondisi medis lainnya.
Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan Elektroforesis Hb?
Pemeriksaan elektroforesis Hb biasanya direkomendasikan dalam kondisi berikut:
- Anemia yang tidak dapat dijelaskan.
- Riwayat keluarga dengan kelainan hemoglobin.
- Skrining prenatal untuk pasangan yang berisiko memiliki anak dengan kelainan hemoglobin.
- Evaluasi penyakit kuning pada bayi baru lahir.
Jika memiliki gejala yang mencurigakan atau riwayat keluarga dengan kelainan darah, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan apakah pemeriksaan elektroforesis Hb diperlukan.
Kesimpulan
Elektroforesis Hb adalah alat diagnostik penting untuk mendeteksi dan mengidentifikasi kelainan hemoglobin. Dengan memahami tujuan, prosedur, dan interpretasi hasil, pasien dan profesional kesehatan dapat bekerja sama untuk diagnosis dan manajemen yang tepat.
Kamu bisa melakukan pemeriksaan ini melalui layanan homecare Halodoc! Jika memiliki kekhawatiran tentang kesehatan darah, konsultasikan saja langsung pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.
Dapatkan juga obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.


