• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Cek Gamma GT

Cek Gamma GT

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Apa Itu Cek Gamma GT?

Tes Gamma GT (Glutamyl Transferase) merupakan bagian dari tes fungsi hati yang bertujuan untuk menilai kondisi kesehatan organ hati. Pada dasarnya, banyak metode atau tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui aspek tertentu dari kondisi hati. Salah satunya adalah melalui cek Gamma GT. 

Gamma-glutamyl transferase (GGT) merupakan enzim yang ditemukan di berbagai organ tubuh. Akan tetapi, kadar atau konsentrasi enzim ini paling tinggi ditemukan di organ hati. Kadar GGT ini akan meningkat bila terjadi kerusakan di bagian hati atau saluran empedu. 

Baca juga: Begini Prosedur Tes Darah untuk Diagnosis Penyakit Hati

 

Kenapa Melakukan Cek Gamma GT?

Cek Gamma GT ini dilakukan untuk memeriksa penyakit hati, saluran empedu, atau penyalahgunaan alkohol. Selain itu, cek Gamma GT juga bisa membantu dokter untuk mengetahui apakah peningkatan kadar alkali fosfatase (ALP) disebabkan oleh penyakit hati atau tulang. Cek Gamma GT juga digunakan untuk memeriksa atau memantau kerusakan hati akibat konsumsi alkohol. 

 

Kapan Harus Melakukan Cek Gamma GT?

Tes GGT dapat dilakukan ketika seseorang memiliki level ALP yang lebih tinggi. Tes ALP merupakan bagian dari tes untuk mengukur kadar enzim SGPT di dalam darah. Tes ALP ini untuk melihat ada tidaknya kerusakan hari. Bila sel-sel hati mengalami kerusakan, maka enzim SGPT akan terlepas dari sel-sel hati dan masuk kedalam darah. Kondisi ini membuat kandungan enzim tersebut meningkat di dalam darah. 

Tes GGT dapat dilakukan ketika hasil tes ALP tinggi, tetapi tes lain yang merupakan bagian dari tes fungsi hati (seperti AST dan ALT) tidak meningkat.

Tes Gamma GT ini bisa dilakukan bersamaan dengan, atau sebagai tindak lanjut dari tes fungsi hati lainnya. Sebaiknya lakukan lah tes fungsi hati atau Gamat GT ketika mengalami gejala yang menunjukkan adanya penyakit hati, seperti:  

 

  • Kelemahan dan kelelahan.

 

  • Kehilangan selera makan.
  • Mual dan muntah.
  • Pembengkakan perut dan / atau nyeri.
  • Penyakit kuning.
  • Urine gelap dan feses berwarna terang.
  • Gatal (pruritus).

 

 

Cek Gamma GT juga bisa digunakan pada seseorang dengan riwayat penyalahgunaan alkohol yang telah menyelesaikan perawatan. Tes ini bertujuan untuk memantau kepatuhan terhadap program perawatan.

Baca juga: 4 Penyakit yang Sering Terjadi pada Organ Liver

 

Bagaimana Melakukan Cek Gamma GT?

Untuk melakukan tes Gamma GT, dokter akan menginstruksikan pasien berpuasa selama delapan jam sebelum melakukan tes. Selain itu, mereka juga diharuskan untuk berhenti mengonsumsi obat yang sedang dikonsumsi. 

Dalam proses tes Gamma GT, dokter akan mengambil darah dari lipatan siku. Dokter atau penyedia layanan kesehatan juga akan memasang pita elastis di lengan untuk membuat pembuluh darah lebih menonjol. Kemudian, mereka akan mengambil darah melalui jarum suntik dan mengumpulkannya dalam botol untuk dianalisis.

Pasien mungkin merasakan sengatan atau tusukan saat jarum dimasukkan. Di samping itu, mungkin terasa berdenyut-denyut dan memar kecil di kemudian hari.

Baca juga: Ketahui Pemeriksaan untuk mendeteksi Penyakit Hati

 

Bagaimana Membaca Hasilnya?

Hasil dari tes GGT biasanya tersedia pada keesokan harinya. Nantinya dokter akan membantu kita untuk menafsirkannya dan menilai apakah dalam kisaran normal atau tidak.

Kisaran normal untuk level GGT adalah 948 unit per liter (U/L). Namun, nilai normal ini dapat bervariasi bergantung usia dan jenis kelamin. Hal yang perlu diingat, tes GGT ini memang dapat mendiagnosis kerusakan hati, tetapi tidak dapat menentukan penyebabnya. 

Jika level GGT dalam tubuh meningkat, kemungkinan pasien harus menjalani lebih banyak tes. Sebab umumnya semakin tinggi level GGT, semakin besar kerusakan hati.

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan meningkatnya GGT:

  • Terlalu sering mengonsumsi alkohol.
  • Hepatitis virus kronis.
  • Kurangnya aliran darah ke hati.
  • Tumor hati.
  • Sirosis, atau luka/rusaknya hati.
  • Terlalu sering menggunakan obat-obatan tertentu atau zat beracun lainnya.
  • Gagal jantung.
  • Diabetes.
  • Pankreatitis.
  • Penyakit hati berlemak.

GGT sering diukur relatif terhadap enzim lain, seperti alkaline phosphatase (ALP). Jika GGT dan ALP meningkat, diduga tubuh memiliki masalah pada hati atau saluran empedu. Jika GGT normal dan ALP meningkat, kondisi ini dapat mengindikasikan adanya penyakit tulang. 

 

Di mana Melakukan Cek Gamma GT?

Cek Gamma GT bisa dilakukan di rumah sakit maupun di laboratorium melalui aplikasi Halodoc. Pemeriksaan fungsi hati ini ini dilakukan oleh dokter atau tenaga medis yang sudah berpengalaman. 

Referensi:
Lab Test Online. Diakses pada 2020. Gamma-Glutamyl Transferase.  
Lab test Online Australia. Diakses pada 2020. Liver Function Test/Hepatic Function Panel.
Healthline. Diakses pada 2002. Gamma-Glutamyl Transpeptidase (GGT) Test.