Fungsi Hati

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Apa Itu Hati?

Hati merupakan salah satu organ yang perannya sangat vital dalam tubuh manusia. Organ yang sering disebut sebagai liver ini merupakan organ terbesar di dalam tubuh. Organ yang berwarna cokelat ini memiliki berat sekitar 1,5 kilogram. Ia terletak di rongga perut kanan bagian atas, tepat di bawah rusuk bagian kanan. Organ ini memiliki dua bagian, yaitu bagian kanan dan kiri. Lobus kanan hati merupakan bagian terbesar yang ukurannya lima sampai enam kali lebih besar daripada lobus kiri.

Baca juga: Suka Konsumsi Alkohol, Ketahui Fungsi Hati Ini

 

Fungsi Hati

Hati memiliki berbagai fungsi bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Fungsi hati mulai dari menghancurkan racun didalam darah, menghasilkan protein, hingga membantu proses pencernaan. Berikut fungsi hati lainnya:

  • Menghancurkan Sel Darah Merah

Fungsi hati yang satu ini bukannya menghancurkan sembarang sel darah merah, tapi sel darah merah yang sudah tua. Proses ini akan membuat fases berwarna cokelat. Namun, jika fases ini berwarna pucat atau putih, atau pun warna urine menjadi lebih gelap, bisa menjadi pertanda adanya masalah pada organ hati. Cotohnya, hepatitis yang disebabkan oleh virus.

Selain warna fases dan urine, masalah hati juga bisa ditandai oleh perubahan warna mata dan kulit. Umumnya, warna mata berubah menjadi kekunginan, mengindikasikan adanya penyakit kuning dalam tubuh. Penyakit kuning atau jaundice ini disebabkan oleh penumpukkan bilirubin.

  • Membersihkan Darah

Fungsi hati lainnya adalah membersihkan darah dari senyawa berbahaya. Seperti yang berasal dari obat-obatan, alkohol, hingga racun.

  • Memproduksi Protein

Organ yang satu ini bertanggung jawab untuk memproduksi protein, seperti albumin yang berfungsi menjaga cairan dalam sistem sirkulasi tubuh. Protein yang berperan sebagai faktor pembekuan darah dan sistem kekebalan tubuh juga dihasilkan oleh hati.

  • Metabolisme Protein

Hati juga berperan dalam membantu metabolisme protein dengan mengubah amonia menjadi urea yang dikeluarkan bersama urine oleh ginjal.

  • Penyimpanan Nutrisi

Hati juga berperan penting dalam proses penyimpanan nutrisi tubuh. Misalnya zat besi, vitamin A, B12, D, dan K, serta asam folat.

  • Cairan Empedu dan Energi

Organ ini berperan dalam produksi cairan empedu yang bertugas membantu dalam proses pencernaan makanan. Di samping itu, hati juga menyimpan energi untuk tubuh dalam bentuk glikogen dan mengubahnya menjadi glukosa ketika glukosa darah rendah.

  • Trigliserida dan Hormon

Organ terbesar ini bertanggung jawab atas produksi kolesterol dan trigliserida, serta protein pembawanya agar dapat dialirkan dalam darah. Tak hanya itu, hati juga berfungsi untuk memproduksi hormon pertumbuhan anak-anak.

Baca juga: Begadang Bisa Ganggu Fungsi Hati, Kenapa?

 

Pemeriksaan Fungsi Hati

Untuk mengetahui kondisi fungsi hati, maka diperlukan pemeriksaan yang disebut sebagai uji fungsi hati. Sesuai namanya, pemeriksaan fungsi hati ini bertujuan untuk mengetahui kondisi hati secara mendalam dan ada tidaknya potensi penyakit pada liver. Terdapat beberapa penyakit yang bisa menyebabkan masalah pada liver, seperti kanker hati, hepatitis, dan sirosis hati,

Tes fungsi hati ini bisa dilakukan melalui pengambilan sempel darah untuk memeriksa senyawa-senyawa kimia di dalam hati. Pemeriksaan ini akan menentukan senyawa mana yang kadarnya berlebihan atau berkurang, sehingga menimbulkan masalah. Berikut senyawa yang biasanya diukur melalui tes darah.

  • Alanin Transaminase (ALT)

ALT merupakan enzim yang berfungsi membantu mengolah protein. Kadar senyawa ini akan tinggi saat hati mengalami cedera atau peradangan, seperti hati pengidap hepatitis.

  • Gamma-Glutamyl Transferase (GGT)

Meski enzim CGT di produksi oleh hati, tapi enzim ini juga terdapat di organ tubuh lainnya. Contohnya, pankreas, ginjal, ataupun otak. Pemeriksaan ini dilakukan bersama dengan komponen uji fungsi hati lain. Pemeriksaan fungsi hati ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pada saluran hati atau empedu.

  • Aspartat aminotransferase (AST)

Pemeriksaan ini meruapakan pemeriksaan eznim AST yang ada di dalam hati. Kadar AST yang tinggi bisa menandai adanya masalah pada liver.

Pemeriksaan fungsi hati tak cuma melalui tes darah saja tapi juga bisa melalui tes pencitraan. Tes ini merupakan tes diagnostik lain yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit hati. Metode ini digunakan terutama untuk memeriksa ukuran tumor atau jaringan parut di hati.

Baca juga: Bisa Merusak Fungsi Hati, Hindari 4 Kebiasaan Ini

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila merasakan gejala-gejala yang berkaitan dengan fungsi hati seperti berubahnya warna fases menjadi pucat, atau kulit dan mata menguning, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Liver.
MedicineNet. Diakses pada 2019. Anatomy and Function of the Liver.
US National Library of Medicine PubMed Health. Diakses pada 2019. How does the liver work?

Diperbarui pada 6 September 2019