• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Cek Hepatitis C (Anti-HCV)

Cek Hepatitis C (Anti-HCV)

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Apa Itu Cek Hepatitis C (Anti-HCV)?

Cek hepatitis C (Anti-HCV) adalah pemeriksaan medis untuk mendeteksi virus hepatitis C (HCV/Hepatitis C Virus) dalam tubuh. Infeksi virus hepatitis C ini merupakan penyebab utama penyakit hepatitis C yang menimbulkan peradangan pada organ hati. Dalam beberapa kasus, sebagian pengidapnya juga bisa mengalami penyakit liver kronis, yaitu bahan kanker hati. 

Untuk mendeteksi virus hepatitis C di dalam tubuh, dokter akan melakukan pemeriksaan darah. Selain itu, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lain untuk membantu menegakkan diagnosis. 

Baca juga: 4 Fakta Penting tentang Hepatitis C

 

Kenapa Melakukan Cek Hepatitis C (Anti-HCV)?

Cek hepatitis C (Anti-HCV) ini bertujuan untuk mendiagnosis virus hepatitis C dalam tubuh. Lalu, mengapa seseorang perlu melakukan pemeriksaan hepatitis C (Anti-HCV)? Berikut ini alasannya:

  • Virus hepatitis bisa menyerang tanpa menimbulkan gejala.
  • Melalui tes Anti-HCV, kita bisa melindungi atau meminimalkan risiko anggota keluarga tertular virus ini.
  • Perawatan yang tepat setelah hepatitis C terdiagnosis, bisa meningkatkan peluang kesembuhan. 
  • Perawatan hepatitis C sejak dini bisa mencegah sirosis dan gagal hati. 

 

Kapan Harus Melakukan Cek Hepatitis C (Anti-HCV)?

Beberapa pakar kesehatan merekomendasikan, setidaknya seseorang perlu melakukan tes ini satu kali. Sebab, siapa pun memiliki risiko untuk terjangkit virus hepatitis C. Berikut ini beberapa orang yang direkomendasikan untuk melakukan skrining hepatitis C: 

  • Siapa pun yang pernah menyuntikkan atau menghirup obat-obatan terlarang.
  • Siapa pun yang memiliki hasil tes fungsi hati yang abnormal tanpa penyebab yang belum diketahui.
  • Bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis C.
  • Petugas perawatan kesehatan yang terpapar darah atau tertusuk jarum. 
  • Seseorang dengan hemofilia yang dirawat dengan faktor pembekuan sebelum 1987.
  • Orang yang telah menjalani perawatan hemodialisis jangka panjang.
  • Mereka yang menerima transfusi darah atau transplantasi organ sebelum 1992.
  • Pasangan seksual dari seseorang yang didiagnosis dengan infeksi hepatitis C.
  • Pengidap HIV.
  • Siapa pun yang lahir dari 1945 hingga 1965.
  • Siapa pun yang pernah di penjara.

Baca juga: Lebih Bahaya Mana, Hepatitis A, B, atau C?

 

Bagaimana Melakukan Cek Hepatitis C (Anti-HCV)?

Diagnosis atau cek hepatitis C bisa dilakukan melalui tes darah. Dokter atau petugas kesehatan akan mengambil sampel darah pasien untuk diteliti di laboratorium. Setidaknya ada dua jenis tes darah untuk melakukan cek hepatitis C (Anti-HCV), yaitu:

  • Tes Antibodi Hepatitis C (Anti-HCV antibodi)

Tes anti-HCV antibodi ini bertujuan untuk mendeteksi antibodi yang dihasilkan tubuh untuk melawan virus. Seseorang yang mendapatkan hasil positif dalam tes ini, perlu melakukan pemeriksaan lanjutan. Tujuannya untuk menentukan penyakit hepatitis bersifat kronis atau tidak. 

Tes antibodi hepatitis C ini akan tetap positif meski seseorang sudah sembuh dari hepatitis C. Hasil tes anti-HCV antibodi biasanya tersedia dalam beberapa hari hingga satu minggu setelah pemeriksaan. 

  • Tes Genetik Virus (HCV RNA)

Tes ini dilakukan bila seseorang mendapatkan hasil positif dari tes antibodi hepatitis C. Bila tes genetik virus ini menunjukkan hasil positif, artinya tubuh gagal membunuh virus tersebut. Dengan kata lain, hepatitis C sudah berkembang menjadi kronis. Tes HCV RNA juga bisa menentukan respon pengobatan. 

Setelah dokter memastikan pasien pasien mengidap hepatitis C, ada beberapa tes lagi yang mungkin akan dilakukan. Tes selanjutnya bertujuan untuk memeriksa tingkat kerusakan hati. Tes-tes yang akan dilakukan meliputi biopsi hati, tes fungsi hati, atau magnetic resonance elastography (MRE) untuk melihat kondisi dan mengerasnya jaringan hati.

Baca juga: 2 Perbedaan Hepatitis dan Sirosis Hati

 

Di mana Melakukan Cek Hepatitis C (Anti-HCV)?

Kamu dapat melakukan cek hepatitis C (Anti-HCV) di rumah sakit ataupun lab berdasarkan rekomendasi dokter. Tes ini dilakukan oleh petugas kesehatan yang telah berpengalaman.  

Referensi:
LabTestsOnline.org. Diakses pada 2020. Hepatitis C Testing.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hepatitis C - Diagnosis Screening for hepatitis C.
Web MD. Diakses pada 2020. Hepatitis C Diagnosis and Tests.