• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Cek Immunoglobulin M Anti Salmonella

Cek Immunoglobulin M Anti Salmonella

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Apa Itu Cek Immunoglobulin M Anti-Salmonella?

Demam tifoid atau yang lebih dikenal sebagai penyakit Tifus menjadi masalah kesehatan yang masih sering terjadi di negara-negara berkembang, terutama di daerah tropis. Di Indonesia sendiri, angka kejadian demam tifoid rata-rata adalah 900.0000 kasus per tahun dengan angka kematian lebih dari 20.000 jiwa, kebanyakan berusia 5–19 tahun.

Penyebab demam tifoid adalah infeksi oleh bakteri Salmonella typhi yang menyerang bagian saluran pencernaan. Penyakit tersebut bisa menular melalui kontak antar manusia atau bila mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi bakteri Salmonella typhi karena penyajian yang tidak bersih.

Ada banyak cara untuk menegakkan diagnosis demam tifoid, salah satunya adalah dengan melakukan cek immunoglobulin M (IgM) Anti-Salmonella. Pemeriksaan tersebut berguna untuk mendeteksi antibodi IgM terhadap Salmonella typhi yang biasanya muncul 3–4 hari setelah terjadinya demam. Tes TUBEX merupakan uji serologi yang dinilai lebih sensitif, spesifik, dan praktis dalam membantu mendeteksi antibodi spesifik terhadap komponen antigen Salmonella typhi maupun mendeteksi antigen itu sendiri.

Tes TUBEX dapat dengan cepat (kurang lebih 5 menit) dan sangat akurat dalam mendiagnosis infeksi akut demam tifoid, karena tes tersebut hanya mendeteksi adanya antibodi IgM Anti-Salmonella dan tidak mendeteksi antibodi IgG dalam waktu beberapa menit.  

Baca juga: Begini Cara Bakteri Salmonella Sebabkan Tipes

 

Mengapa Melakukan Cek Immunoglobulin M Anti-Salmonella?

Cek Immunoglobulin M Anti-Salmonella merupakan prosedur yang perlu dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis demam tifoid pada orang yang mengalami gejala-gejala penyakit tersebut. Gejala demam tifoid dapat bervariasi mulai dari yang ringan sampai berat. Namun umumnya, gejala yang timbul pada minggu pertama, antara lain demam, sakit kepala, pusing, nyeri otot, mual dan muntah, diare, dan perasaan tidak nyaman di perut.

Pemeriksaan fisik hanya dapat mengukur peningkatan suhu badan pengidap saja. Oleh karena itu, dibutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk membantu memastikan diagnosis. Salah satu pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis demam tifoid adalah cek Immunoglobulin M Anti-Salmonella. Dengan melakukan pemeriksaan tersebut, dokter pun dapat memberikan penanganan yang lebih efektif.

 

Kapan Harus Melakukan Cek Immunoglobulin M Anti-Salmonella?

Cek Immunoglobulin M Anti-Salmonella sebaiknya dilakukan segera setelah mengalami gejala-gejala demam tifoid. Umumnya, masa inkubasi bakteri Salmonella typhi adalah 7–14 hari, tetapi bisa lebih cepat yaitu sekitar tiga hari, atau lebih lama hingga 30 hari. Masa inkubasi dihitung sejak bakteri masuk ke dalam tubuh sampai menimbulkan gejala awal.

Berikut ini gejala umum demam tifoid:

  • Demam yang terus meningkat setiap hari hingga mencapai 39–40 derajat Celsius.
  • Tidak enak badan.
  • Nyeri otot.
  • Sakit kepala.
  • Berkeringat.
  • Kelelahan dan lemas.
  • Batuk kering.
  • Sakit perut.
  • Tidak nafsu makan.
  • Berat badan menurun.
  • Pada anak-anak, demam tifoid juga dapat menimbulkan gejala diare, sedangkan pada orang dewasa, penyakit tersebut dapat menyebabkan konstipasi.

Baca juga: Rentan Terjadi saat Banjir, Ini 9 Gejala Penyakit Tifus

 

Bagaimana Melakukan Cek Immunoglobulin M Anti-Salmonella?

Cek Immunoglobulin M Anti-Salmonella membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan. Pada prosedur tes TUBEX, darah diambil sebanyak 3 mililiter pada pengidap. Sampel darah, kemudian dicampur dengan blue reagent, yaitu partikel-partikel indikator berwarna biru yang dilapisi dengan monoclonal antibody (mAb) spesifik terhadap antigen Salmonella Typhi. Kemudian, campuran tersebut diletakkan pada penyangga magnet yang sudah tersedia untuk memisahkan partikel indikator warna yang berikatan dengan partikel magnetik dari partikel indikator yang tidak berikatan.

Kemudian, hasil tes TUBEX ditentukan berdasarkan atas warna yang terlihat setelah reaksi pencampuran tersebut. Rentang warna yang muncul bisa dari merah hingga biru tua. Pada penyangga magnet juga sudah tercantum skala warna sebagai panduan pembacaan hasil. Skor berkisar dari 0–10, di mana skor 0 menunjukkan semakin merah warna yang terlihat dan semakin negatif hasil yang didapat, sedangkan skor 10 menunjukkan warna semakin biru dan semakin positif hasilnya. Jadi, skor 0–2 menunjukkan hasil negatif, dan skor 3–10 untuk hasil yang positif. 

 

Di Mana Melakukan Cek Immunoglobulin M Anti Salmonella?

Jika berencana melakukan cek Immunoglobulin M Anti Salmonella, langsung saja pilih rumah sakit dan buat janji dengan dokter secara mudah melalui Halodoc.

Baca juga: 5 Pengobatan Gejala Tifus yang Perlu Dicoba

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2020. One-step 2-minute test to detect typhoid-specific antibodies based on particle separation in tubes.
Open Journal Systems – Universitas Udayana. Diakses pada 2020. Pemeriksaan Immunoglobulin M Anti Salmonella Dalam Diagnosis Demam Tifoid.