• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Cek Urine

Cek Urine

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cek Urine

Apa Itu Cek Urine?

Cek urine atau disebut juga dengan istilah urinalisis adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan melalui media urine atau air seni. Prosesnya melibatkan pemeriksaan penampilan, konsentrasi, dan zat-zat yang terkandung di dalam urine.

Banyak penyakit dan gangguan memengaruhi bagaimana tubuh membuang limbah dan racun. Organ yang terlibat dalam hal ini adalah paru-paru, ginjal, saluran kemih, kulit, dan kandung kemih. Masalah dengan salah satu dari organ dan sistem tersebut dapat memengaruhi penampilan, konsentrasi, dan isi urine.

Kenapa Melakukan Cek urine?

Cek biasanya dilakukan karena beberapa alasan berikut:

  • Memeriksa Kesehatan Secara Keseluruhan

Dokter dapat merekomendasikan cek urine sebagai bagian dari pemeriksaan medis rutin, pemeriksaan kehamilan, dan persiapan menjelang proses pembedahan atau operasi. 

Selain itu, pemeriksaan ini juga membantu mendeteksi adanya gangguan kesehatan, seperti diabetes, penyakit yang berhubungan dengan ginjal, dan penyakit hati.

  • Mendiagnosis Kondisi Medis

Dokter juga mungkin menyarankan untuk melakukan cek urine jika pasien mengalami sakit perut, sakit punggung, sering buang air kecil, terdeteksi darah pada urine, atau segala gangguan kesehatan yang berkaitan dengan urine. 

Cek urine umumnya dilakukan untuk membantu diagnosis penyebab dari gejala penyakit yang dirasakan oleh pasien. Contohnya, urine terlihat keruh (bukan jernih) saat terkena infeksi saluran kemih. Terjadinya peningkatan kadar protein pada urine juga bisa memberikan indikasi adanya penyakit pada ginjal.

  • Memantau Kondisi Medis

Jika seseorang telah didiagnosis mengalami suatu kondisi medis, misalnya penyakit ginjal atau gangguan pada saluran kemih, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan cek urine secara teratur untuk memantau kondisi dan pengobatan yang dilakukan.

Kapan Harus Dilakukan?

Cek urine sebenarnya bisa dilakukan kapan saja. Namun, jika kamu melihat ada perubahan dalam urine, seperti perubahan warna, bau atau konsistensi yang terus-menerus, segera hubungi dokter.

Begitu pula jika mengalami gejala infeksi saluran kemih (ISK), seperti keinginan yang kuat dan terus-menerus untuk buang air kecil, dan/atau sensasi terbakar saat buang air kecil, cek urine biasanya perlu dilakukan.

Pada beberapa kondisi, cek urine juga perlu dilakukan secara rutin. Misalnya pada ibu hamil, yang bisa menggunakan tes urine untuk mendeteksi kehamilan positif atau negatif melalui alat test pack. Ibu yang sudah mengandung juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini secara teratur.

Bagaimana Caranya?

Prosedur cek urine diawali dengan pengambilan sampel urine. Petugas medis biasanya akan memberi wadah cangkir steril untuk menampung sampel. Tidak dianjurkan untuk berpuasa jika hanya melakukan tes ini. 

Namun jika cek urine dibarengi dengan pemeriksaan medis lainnya, biasanya kamu akan diminta untuk berpuasa atau memperbanyak konsumsi air putih.

Cara pengumpulan urine pada wanita dan pria sedikit berbeda. Pada wanita, diperlukan pembersihan pada area sekitar uretra. Sapukan tisu pembersih kering pada organ intim dari depan hingga ke belakang secara searah. 

Sementara itu, pada pria, area ujung kepala penis harus dipastikan kebersihannya sebelum dilakukan pengumpulan urine.

Saat menampung sampel, buang aliran awal urine ke toilet, dan tampung sisanya sebanyak 10 hingga 15 mililiter pada cangkir yang steril. Setelah itu, buang sisa urine yang masih keluar langsung ke toilet. 

Cara ini disebut dengan pengumpulan sampel urine secara mid-stream clean-catch. Sampel yang sudah ditampung harus langsung segera diperiksa (antara 1 sampai 2 jam setelah pengambilan). Namun, jika pemeriksaan tidak bisa segera dilakukan, sampel urine akan disimpan di lemari pendingin.

Hasil Cek Urine

Hasil cek urine dapat memiliki beberapa interpretasi karena variasi tes. Hasil yang tidak normal dapat mengindikasikan bahwa ada masalah medis, meski tidak selalu. 

Dalam kebanyakan kasus hasil cek urine yang abnormal, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan. Misalnya dengan tes darah atau tes pencitraan, agar dokter dapat memastikan diagnosis suatu kondisi.

Secara umum, semakin besar konsentrasi atau kadar zat atipikal, seperti kadar glukosa atau sel darah merah yang tinggi, semakin besar kemungkinan adanya kondisi medis yang memerlukan perawatan. 

Dokter jarang menggunakan cek urine saja untuk mendiagnosis kondisi. Namun, cek urine dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan membantu mengarahkan dokter menuju diagnosis.

Jika kamu memiliki pertanyaan tentang hasil cek urine, jangan takut untuk bertanya kepada dokter yang menangani.

Di mana Melakukannya?

Cek urine bisa dilakukan di fasilitas kesehatan mana saja, mulai dari klinik atau puskesmas, rumah sakit, bagian unit gawat darurat (UGD), hingga laboratorium kesehatan. 

Jika kamu ingin menjalani cek urine, download Halodoc saja untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, ya!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. What is Urinalysis?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Urinalysis.
Healthline. Diakses pada 2022. Urinalysis.

Diperbarui pada 24 Februari 2022