halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Buat Janji Offline icon

    Buat Janji Offline

  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan

  • Risiko Kanker icon

    Risiko Kanker


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Ad Placeholder Image

Delusi Cotard

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli
Delusi CotardDelusi Cotard

Pengertian Delusi Cotard

Delusi cotard termasuk ke dalam sindrom langka. Pengidap percaya bahwa memiliki bagian tubuh yang tidak lengkap. Delusi ini rentan dialami oleh pengidap gangguan kesehatan mental dan masalah neurologis (otak dan sistem saraf).

Penyebab Delusi Cotard

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti dari delusi cotard. Namun, kondisi ini merupakan bagian dari gangguan yang memengaruhi otak, seperti:

  • Demensia (penyakit yang menyebabkan penurunan daya ingat dan cara berpikir seseorang).
  • Ensefalopati (penyakit yang menyerang struktur atau fungsi otak).
  • Epilepsi (gangguan pada sistem saraf pusat karena pola aktivitas listrik otak yang berlebihan).
  • Migrain (sakit di salah satu sisi kepala yang disertai dengan sensasi rada berdenyut).
  • Sklerosis ganda (sekelompok gangguan yang terjadi pada saraf otak, mata dan tulang belakang).
  • Penyakit Parkinson (gangguan pada sistem saraf yang mengganggu kemampuan tubuh dalam mengontrol gerakan dan keseimbangan).
  • Perdarahan yang terjadi di luar otak akibat cedera otak parah.

Para ahli berpendapat bahwa delusi cotard disebabkan oleh dua jenis kerusakan otak. Pertama, gangguan mengubah cara orang memandang diri sendiri. Kedua, gangguan menyebabkan pengidap mempercayai cara pandang yang salah tentang dirinya.

Faktor Pemicu Delusi Cotard

Adapun faktor yang meningkatkan risiko delusi cotard, antara lain:

  • Berusia di atas 50 tahun.
  • Berusia di bawah 25 tahun dengan depresi atau gangguan bipolar.
  • Berjenis kelamin wanita.
  • Mengalami depresi pasca-persalinan.
  • Mengidap skizofrenia (gangguan kejiwaan kronis saat seseorang mengalami halusinasi, delusi, kekacauan dalam berpikir, dan perubahan sikap).

Gejala Delusi Cotard

Gejala bisa berdampak pada kondisi psikologis dan fisik pengidap. Adapun, gejala yang tampak, meliputi:

  • Depresi.
  • Halusinasi.
  • Kegelisahan.
  • Perasaan bersalah.
  • Merasa sudah mati.
  • Merasa tidak berarti.
  • Merasa tidak ada.
  • Sering menyakiti diri sendiri.
  • Merasa bagian tubuhnya hilang.
  • Hipokondria (gangguan kesehatan mental berupa reaksi psikologis yang berlebihan terhadap penyakit).

Diagnosis Delusi Cotard

Pertama-tama, dokter akan melakukan wawancara medis yang mendetail. Pemeriksaan ini diikuti dengan tes fisik secara langsung guna mengevaluasi kemungkinan seseorang mengalami delusi cotard.

Pengobatan Delusi Cotard

Adapun langkah yang bisa dilakukan guna mengatasi gangguan, antara lain:

1. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Dokter akan mengidentifikasi apa yang menjadi penyebab munculnya pola pikir dan perilaku negatif pada pengidap. Kemudian, pengidap diajarkan untuk merespons pemicu dengan melakukan aktivitas yang lebih positif dan rasional.

2. Obat-obatan

Obat-obatan berguna untuk membantu meredakan gejala. Beberapa jenis obat yang diberikan, antara lain antipsikotik, antidepresan, dan obat anti-kecemasan. Dalam kasus yang parah, dokter akan meresepkan lebih dari satu jenis obat.

3. Terapi Elektrokonvulsif (ECT)

Jika dua langkah sebelumnya tidak efektif membantu meringankan gejala, terapi elektrokonvulsif mungkin disarankan. Terapi ini menggunakan listrik berarus kecil yang akan dialirkan ke dalam otak. 

Terapi bertujuan untuk mengubah kimia yang ada di dalam otak. Dengan begitu, gejala yang muncul dapat diatasi segera. Beberapa pengidap bisa saja mengalami kehilangan ingatan pasca terapi ECT.

Komplikasi Delusi Cotard

Karena terlalu asyik dengan delusi yang ada dalam pikiran, pengidap bisa saja mulai berhenti merawat diri. Sebab, mereka merasa sudah mati. Ini bisa membuat pengidap dijauhi oleh lingkungan sekitar dan menyebabkan munculnya depresi dan rasa terisolasi dari lingkup sosial.

Komplikasi lainnya adalah berhenti makan dan minum. Ini terjadi karena pengidap percaya bahwa tubuhnya tidak memerlukan nutrisi. Dampaknya, mereka bisa mengalami kekurangan gizi (malnutrisi) yang memicu penurunan berat badan, mudah lelah dan merasa kedinginan.

Pencegahan Delusi Cotard

Hingga kini belum ada metode pencegahan yang efektif karena penyebabnya belum diketahui secara pasti. Dengan kata lain, tidak ada cara yang bisa dilakukan guna menghindari terjadinya kondisi ini.

Kapan ke Dokter?

Jika mengalami gejala atau mendapati gejala pada orang terdekat, segera buat janji rumah sakit untuk melakukan perawatan. Ini bertujuan untuk mencegah perburukan gejala dan munculnya komplikasi di masa depan.

Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan mental, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Psych Central. Diakses pada 2022. The Connection Between Cotard Delusion and Bipolar Disorder.
WebMD. Diakses pada 2022. What Is Cotard’s Syndrome (Walking Corpse Syndrome)?

Topik Terkini

Lihat Semua

Artikel Terkait

Ini 5 Penyakit Langka di Dunia yang Masih Jarang Diketahui
Ini 5 Penyakit Langka di Dunia yang Masih Jarang Diketahui
Alkaptonuria
5 menit
ciri-delusi-cotard-yang-bisa-menyerang-remaja-halodoc
5 Ciri Delusi Cotard yang Bisa Menyerang Remaja
Delusi Cotard
3 menit
Delusi Cotard
Ini Penyebab Seseorang Bisa Mengalami Delusi Cotard
Delusi Cotard
3 menit
Cek Fakta: Wanita Rentan Alami Delusi Cotard?
Cek Fakta: Wanita Rentan Alami Delusi Cotard?
Kesehatan Mental
3 menit
3 langkah yang dilakukan untuk penyembuhan delusi cotard halodoc
3 Langkah yang Dilakukan untuk Penyembuhan Delusi Cotard
Delusi Cotard
3 menit
mengenal-delusi-cotard-penyakit-yang-bikin-tubuh-mati-rasa-halodoc
Mengenal Delusi Cotard, Penyakit yang Bikin Tubuh Mati Rasa
Delusi Cotard
3 menit
halodoc-banner
Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

Download app banner
messagehelp@halodoc.com
local_phone021-5095-9900

BANTUAN & PANDUAN

  • Pusat Bantuan
  • Syarat & Ketentuan
  • Pemberitahuan Privasi

HALODOC

  • Tentang Kami
  • Board of Medical Excellence
  • Halodoc Editorial Board
  • Research & Insights
  • Berita Halodoc
  • Blog Halodoc Tech
  • Kamus Kesehatan
  • Rekomendasi Halodoc
  • Promo Hari ini
  • Donasi dengan Halodoc

KARIR & KOLABORASI

  • Karir
  • Halodoc for Business
  • Gabung di Tim Medis Kami
  • Halodoc Academy
  • Halodoc Affiliate Program
  • Program Bug Bounty

Keamanan & privasi

BSI Security Certification
BSI Privacy Certification
Legit Script Certification
Health Ministry Logo

© 2016-2026, PT Media Dokter Investama and Affiliates. All rights reserved.