Diabetes Tipe 1

Pengertian Diabetes Tipe 1

Saat pankreas (kelenjar ludah perut) tidak memproduksi cukup insulin atau saat tubuh tidak secara efektif menggunakan insulin maka munculah jenis penyakit kronis yang disebut diabetes. Bagi jenis diabetes jenis 1 merupakan jenis diabetes dengan produksi insulin rendah. Oleh karena itu, diebetes tipe 1 ini disebut juga dengan jenis diabetes ketergantungan insulin. Istilah lain diabetes tipe 1 ini adalah penyakit autoimun diabetes dengan penyebab yang belum diketahui pasti.

Kadar gula dalam darah (glukosa)  umumnya dikendalikan oleh hormon insulin. Apabila tubuh kekurangan insulin, maka kadar gula darah akan meningkat drastis akibat terjadinya penumpukan. Kondisi ini yang disebut hiperglikemia dan dapat terjadi saat seseorang mengidap diabetes mellitus tipe 1.

Gejala Diabetes Tipe 1

Gejala awal yang umum terjadi pada diabetes tipe 1 ini adalah:

  • Sering buang air kecil (polyuria).
  • Sering haus (polydipsia).
  • Sering lapar (polyphagia).

Gejala lainnya adalah:

  • Turunnya berat badan.
  • Pandangan kabur akibat perubahan bentuk lensa pada mata.
  • Kelelahan.

Semua gejala-gejala ini akan berkembang dan memburuk dengan tidak terkontrolnya kadar gula dalam darah. Apabila terjadi hiperglikemia, dapat merusak jaringan dan organ-organ tubuh, dan komplikasi.

Dengan tidak adanya insulin, gula dalam darah tidak dapat masuk dan digunakan oleh sel-sel tubuh. Akhirnya tubuh pun mengolah lemak dan otot menjadi energi sehingga menyebabkan penurunan berat badan. Kondisi akut yang terjadi ini disebut ketoasidosis diabetik, yakni kondisi di mana darah menjadi terlalu asam dan terjadinya dehidrasi yang membahayakan.

Kadar glukosa darah yang tinggi juga bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh. Karena itu, diabetes bisa mengakibatkan sejumlah komplikasi jika tidak dikendalikan dengan baik. Peningkatan kadar gula darah yang tidak signifikan dan tidak memicu gejala pun bisa mengakibatkan kerusakan bila terjadi dalam jangka panjang.

Penyebab Diabetes Tipe 1

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab pankreas tidak dapat memproduksi insulin, oleh karenanya tidak bisa dipastikan cara mencegah diabetes tipe 1. Diabetes tipe ini dapat timbul pada usia berapa pun, tapi umumnya menyerang orang di bawah usia 40 tahun, khususnya anak-anak (childhood-onsetdiabetic) atau dikenal juga dengan diabetes remaja.

Faktor Risiko Diabetes Tipe 1

Faktor pemicu diabetes tipe 1, antara lain:

1. Faktor Riwayat Keluarga

Memiliki orangtua atau saudara yang mengidap diabetes  tipe 1 memberi risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 1.

2. Faktor Keturunan

Keberadaan gen tertentu meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 1.

3. Faktor Geografi

Kemungkinan terjangkit diabetes tipe 1 meningkat saat tinggal menjauhi garis khatulistiwa. Orang yang berdomisili di daerah jauh dari equoator seperti Finlandia dan Sardinia dikatakan paling banyak terkena diabetes tipe 1, sekitar dua atau tiga kali lebih tinggi dibandingkan  terjadi di Amerika Serikat dan 400 kali lebih banyak dibanding orang-orang yang tinggal di daerah tropis seperti Venezuela, dan Indonesia

4. Usia

Usia yang rentan terhadap diabetes tipe 1 adalah saat usia 4 - 7 tahun dan usia 10 - 14 tahun.

5. Faktor Lain

  • Virus tertentu seperti virus Epstein-Barr, virus coxsackie, virus gondok, dan cytomegalovirus.
  • Meminum susu sapi di usia terlalu dini.
  • Kurangnya vitamin D.
  • Meminum air yang di dalamnya terkandung natrium nitrat.
  • Pengenalan makanan sereal dan gluten yang terlalu cepat (sebelum usia 4 bulan) atau terlalu lambat (setelah usia 7 bulan).
  • Memiliki ibu yang mengalami preeklampsia saat hamil.
  • Orang yang saat lahir mengidap penyakit kuning.

Diagnosis Diabetes Tipe 1

1. Tes Urine dan Glukosa Darah untuk Menentukan Kandungan Glukosa

Doagnosis diabetes tipe 1 dilakukan dengan tes urine dan tes darah untuk memeriksa kandungan glukosanya. Pada kondisi normal glukosa tidak akan mengalir pada ginhal serta urine, namun ini akan terjadi bagi pengidap diabetes. Jika didapati adanya glukosa pada urine maka tes selanjutnya dilakukan pada sampel darah. Tes ini dilakukan sebanyak dua kali pada saat sebelum dan sesudah puasa. 

2. Tes HbA1c

Tes ini untuk melihat kadar gula rata-rata dalam darah selama periode 2 - 3 bulan terakhir. Tingkat HbA1c dengan angka 6,5% atau lebih menandakan adanya diabetes. Tes ini juga dapat digunakan sebagai pemeriksaan awal  untuk orang yang berisiko mengidap diabetes.

3. Tes Autoantibodi

Tes ini dilakukan untuk mendiagnosis diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 sebelum terjadi hiperglikemia.

Pengobatan Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 tidak bisa disembuhkan namun dapat dikendalikan dengan menyediakan suplai insulin yang dikonsumsi secara rutin. Dosisnya harus disesuaikan dengan makanan yang dikonsumsi, kadar gula dalam darah, serta aktivitas yang dilakukan.

Proses penyesuaian tersebut harus dilakukan secara bertahap. Beberapa jenis insulin yang bisa digunakan meliputi:

  • Insulin kerja panjang yang dapat bertahan satu hari.
  • Insulin kerja singkat yang dapat bertahan maksimal delapan jam.
  • Insulin kerja cepat yang tidak bertahan lama, tapi bereaksi cepat.

Selain suplai insulin, cara lain adalah dengan transplantasi sel-sel pankreas yang memproduksi insulin (sel islet). Dalam proses ini, sel islet dari yang diambil dari donor yang sudah meninggal akan dimasukkan ke pankreas pengidap diabetes tipe 1. Namun begitu, meski ada beberapa negara yang sudah menerapkan transplantasi islet, banyak juga yang enggan menjalani prosedur transplantasi ini karena risikonya cukup tinggi.

Pencegahan Diabetes Tipe 1

Cara paling sederhana untuk menyeimbangkan kadar gula darah adalah dengan mengatur pola makan seimbang dan olahraga secara teratur sesuai kebutuhan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter untuk mendapatkan solusi terbaik jika mengalami gejala-gejala di atas.