Dislokasi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Dislokasi

Dislokasi merupakan masalah pada tulang berupa bergesernya tulang dari sendi atau posisi yang semestinya. Dislokasi dapat terjadi pada sendi manapun, tetapi yang tersering mengalaminya adalah sendi bahu, jari, siku, lutut, dan panggul. Sendi yang pernah mengalami dislokasi memiliki faktor risiko lebih besar untuk mengalami dislokasi berulang.

 

Faktor Risiko Dislokasi

Setidaknya ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya dislokasi, sehingga menyebabkan cedera. Misalnya:

  • Olahraga, seperti basket, sepak bola, senam, atau gulat.

  • Kecelakaan kendaraan bermotor.

  • Keturunan, yang dipengaruhi kondisi ligamen yang lebih lemah sejak lahir.

  • Orang lanjut usia, oleh karena lebih cenderung mudah jatuh.

  • Anak-anak, oleh karena melakukan aktivitas fisik yang tinggi.

 

Penyebab Dislokasi

Penyebab utama dislokasi adalah cedera atau trauma yang disebabkan oleh benturan keras. Contohnya ketika seseorang terjatuh, tertabrak, atau bentuk trauma lainnya yang bisa menyebabkan benturan keras.

Baca juga: 6 Langkah Mudah Mencegah Dislokasi

 

Gejala Dislokasi

Dislokasi bisa menimbulkan beragam gejala pada setiap orang yang mengalaminya. Berikut beberapa gejala dislokasi yang mungkin muncul:

  • Kejanggalan bentuk sendi.

  • Pembengkakan, lebam, atau kemerahan pada sendi.

  • Sulit atau tidak dapat menggerakkan sendi.

  • Nyeri saat sendi berusaha digerakkan.

  • Mati rasa atau rasa kesemutan pada daerah sekitar sendi.

 

Diagnosis Dislokasi

Untuk mendiagnosis dislokasi, pada tahap awal dokter akan melakukan wawancara medis. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik di area yang mengalami trauma. Dalam beberapa kasus, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penujang, seperti:

  • Foto Rontgen, pemeriksaan ini untuk melihat kerusakan yang terjadi pada sendi dan sekitarnya yang mengalami cedera atau patah tulang.

  • MRI, pemeriksaan pemindaian ini bertujuan untuk melihat kerusakan pada jaringan lunak di daerah yang mengalami trauma.

 

Komplikasi Dislokasi

Beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkan dislokasi, antara lain:

  • Kerusakan saraf dan pembuluh darah di daerah sekitar sendi.

  • Robeknya ligamen, otot, bahkan jaringan lunak yang menghubungkan otot dengan tulang.

  • Peradangan pada sendi yang mengalami dislokasi.

  • Meningkatnya risiko cedera kembali pada sendi yang mengalami dislokasi.

 

Pengobatan Dislokasi

Prinsip penanganan yang dilakukan dokter pada kasus dislokasi adalah sebagai berikut:

  • Reduksi, yaitu suatu tindakan untuk mengembalikan tulang ke posisi semula.

  • Imobilisasi, yaitu suatu tindakan untuk menghambat gerak sendi dengan menggunakan penyangga sendi, seperti gips, selama beberapa minggu. Tindakan ini dilakukan setelah tulang dikembalikan ke posisi semula.

  • Operasi, yaitu suatu tindakan yang dilakukan jika tulang tidak dapat dikembalikan ke posisi semula atau jika terdapat kerusakan pembuluh darah, saraf, atau ligamen yang berdekatan dengan sendi yang mengalami dislokasi.

  • Rehabilitasi, prosedur ini akan dilakukan setelah peyangga sendi sudah boleh dilepas. Rehabilitasi ini bertujuan untuk memulihkan jangkuan gerak, sekaligus kekuatan sendi.

Beberapa langkah penanganan lainnya yang dapat dilakukan untuk membantu proses penyembuhan, antara lain:

  • Istirahatkan sendi yang cedera, jangan banyak digerakkan.

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, jika diperlukan untuk meredakan rasa nyeri yang menimbulkan ketidaknyamanan.

  • Kompres sendi yang sakit menggunakan es. Tindakan ini bisa dilakukan pada 1-2 hari pertama untuk mengurangi rasa nyeri. Bisa juga mengompresnya dengan air hangat pada hari berikutnya untuk membantu melemaskan otot yang tegang.

  • Bila sudah membaik, cobalah latih sendi secara bertahap. Namun, pastikan lakukan latihan ini atas saran dan rekomendasi dari dokter.

Baca juga: Banyak Dilakukan Atlet, Efektifkah Kompres Es untuk Atasi Dislokasi Sendi?

 

Pencegahan Dislokasi

Pencegahan dislokasi utamanya adalah dengan menghindari trauma pada sendi. Oleh karena itu, lakukan pergerakan dengan hati-hati dan aman. Contohnya, berhati-hati ketika hendak berolahraga atau berkendara. Bila perlu, gunakan alat pelindung diri untuk meminimalisir dampak dari benturan.  

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika mengalami gejala-gejala di atas untuk mendapatkan penanganan dan saran yang tepat. Penanganan yang cepat dan tepat, bisa memperbesar kemungkinan cepatnya pemulihan.

Referensi:
Mayo Clinic.Diakses pada 2019.Diseases and Conditions. Dislocation.  
Healthline. Diakses pada 2019. Dislocation.

Diperbarui pada 4 September 2019