halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Ad Placeholder Image

Empiema

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc
EmpiemaEmpiema

Pengertian Empiema

Empiema adalah akumulasi pus di antara paru dan membran yang menyelimutinya (ruang pleura) yang dapat terjadi bilamana suatu paru terinfeksi.

 

Faktor Risiko Empiema

Faktor risiko terbentuknya empiema adalah kebersihan gigi buruk, seizure disorder, serta pengguna alkohol dan obat. Pengidap lain yang berisiko terbentuk empiema paru, yaitu:

  • Individu dengan keadaan daya tahan tubuh yang menurun, seperti pada pengidap dengan kemoterapi steroid, malnutrisi, dan trauma multiple.
  •  
  • Individu dengan penurunan kesadaran, koma, anestesi umum, dan sedasi.
  •  
  • Pengidap dengan gangguan paru primer.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Pengidap Pneumonia Bisa Terkena Empiema

Penyebab Empiema

Lebih dari 50 persen penyebab empiema adalah efusi parapneumonia, sedangkan 25 persen terjadi setelah operasi paru, esofagus, ataupun mediastinum. 10 persen terjadi akibat trauma thoraks, dan 15 persen terjadi akibat sepsis, tuberkulosis, enterokolitis nekrotikans, abses subdiafragmatika, ataupun pneumotoraks spontan

Empiema dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, ataupun amuba. Organisme tersebut dapat mencapai rongga pleura melalui sirkulasi darah, jaringan paru, ataupun permukaan organ yang menyebabkan luka dada, misalnya luka dada setelah tindakan pembedahan, ruptur esofagus, dan lain-lain. Lima puluh persen empiema disebabkan oleh monomikrobial, dan 50 persen sisanya adalah polimikrobakterial

Gejala Empiema

Tanda-tanda gejala awal, terutama pada empiema thoraks, adalah pneumonia bakteria. Pengidap yang diobati dengan tidak memadai atau dengan antibiotik yang tidak tepat dapat mempunyai interval beberapa hari antara fase pneumonia klinik dan bukti adanya empiema. Kebanyakan pengidap mengidap demam, takikardia, sesak napas, sianosis, dan batuk-batuk, pada pemeriksaan fisik akan ditemukan tanda-tanda seperti pleural effusion.

Baca juga: Muncul Nanah di Selaput Paru, Apa Sebabnya?

Diagnosis Empiema

Diagnosis dari empiema dapat diperoleh melalui hal berikut:

  • Dari pemeriksaan anamnesis ditemukan demam dan keluar keringat malam, nyeri pleura, sesak napas, dan penurunan berat badan.
  •  
  • Pemeriksaan penunjang yang dilakukan biasanya foto toraks, tes kultur dan kepekaan dari drainase hasil aspirasi dari pleura, serta CT scan yang digunakan untuk membedakan kelainan parenkim terhadap pleura, mengevaluasi kelainan parenkim, menentukan lokulasi, mengevaluasi permukaan pleura, dan membantu menentuan terapi yang perlu dilakukan.
  •  
  • Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang sangat penting pada kasus empiema agar terapi dan tindakan yang diberikan bisa sesuai dengan kondisi yang dialami, sehingga komplikasi yang timbul bisa dihindari.

Pengobatan Empiema

Pengobatan meliputi pemberian obat yang tepat sesuai kondisi pengidap, fisioterapi dengan drainase postural, dan tindakan bedah dilakukan pada kasus yang tidak respons dengan pengobatan yang intensif, lama atau dengan komplikasi batuk darah, serta empiema atau keganasan. Selain itu, efek samping atau komplikasi pada empiema adalah dapat menyebabkan timbulnya fistula pada bronkopleura, syok, sepsis, dan gagal jantung kongestif.

Pada empiema sebagai komplikasi pneumonia atau bronkopneumonia terdapat masa interval. Pada anak yang lebih besar pengobatan pneumonia hanya menghilangkan gejala klinis dan tidak membunuh kuman penyebab yang lainnya, dan timbul masa laten beberapa minggu.

Baca juga: 3 Pengobatan Empiema, Penyebab Nanah di Selaput Paru

Pencegahan Empiema

Empiema sering kali didahului oleh infeksi pada paru-paru atau pneumonia. Oleh karena itu, kondisi empiema dapat dicegah dengan deteksi dan penanganan dini pada pengidap yang mengalami pneumonia. Jika penanganan pneumonia teratasi diharapkan tidak akan sampai ke tahap empiema.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

Tanya dokter untuk melakukan penanganan Gejala Empiema di Halodoc
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Empyema.
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Empyema.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Empyema.

Diperbarui pada 21 November 2019

Topik Terkini

Lihat Semua

Artikel Terkait

Inilah Gejala Empiema Berdasarkan Jenisnya
Inilah Gejala Empiema Berdasarkan Jenisnya
Empiema
Pengidap Pneumonia Berisiko Terkena Empiema, Ini Faktanya
Pengidap Pneumonia Berisiko Terkena Empiema, Ini Faktanya
Pneumonia
Mitos atau Fakta Alkoholik Berisiko Terkena Empiema?
Mitos atau Fakta Alkoholik Berisiko Terkena Empiema?
Empiema
Empiema Sederhana dan Empiema Kompleks, Apa Bedanya?
Empiema Sederhana dan Empiema Kompleks, Apa Bedanya?
Empiema
Waspadai Komplikasi yang Diakibatkan Empiema
Waspadai Komplikasi yang Diakibatkan Empiema
Empiema
Sering Kemoterapi Steroid Berisiko Kena Empiema, Benarkah?
Sering Kemoterapi Steroid Berisiko Kena Empiema, Benarkah?
Empiema
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp
halodoc-banner
Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

Download app banner
messagehelp@halodoc.com
local_phone021-5095-9900

BANTUAN & PANDUAN

  • Pusat Bantuan
  • Syarat & Ketentuan
  • Pemberitahuan Privasi

HALODOC

  • Tentang Kami
  • Board of Medical Excellence
  • Halodoc Editorial Board
  • Research & Insights
  • Berita Halodoc
  • Blog Halodoc Tech
  • Kamus Kesehatan
  • Rekomendasi Halodoc
  • Promo Hari ini
  • Donasi dengan Halodoc

KARIR & KOLABORASI

  • Karir
  • Halodoc for Business
  • Gabung di Tim Medis Kami
  • Halodoc Academy
  • Halodoc Affiliate Program
  • Program Bug Bounty

Keamanan & privasi

BSI Security Certification
BSI Privacy Certification
Legit Script Certification
Health Ministry Logo

© 2016-2025, PT Media Dokter Investama and Affiliates. All rights reserved.