Encephalomalacia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Encephalomalacia

Encephalomalacia atau disebut juga pelunakan otak adalah pelunakan pada lokasi tertentu di jaringan otak akibat peradangan atau perdarahan. Encephalomalacia dapat terjadi pada materi putih otak yang disebut leukoencephalomalacia atau materi abu-abu otak yang disebut polioencephalomalacia.

Encephalomalacia dapat terjadi pada siapa saja dan pada semua usia mulai dari janin dalam kandungan sampai lansia, tapi biasanya encephalomalacia yang terjadi pada janin atau bayi lebih berat dibanding anak-anak atau orang dewasa.

 

Gejala Encephalomalacia

Gejala dari encephalomalacia beragam, tergantung bagian otak yang mengalami pelunakan dan fungsinya menghilang. Beberapa gejalanya dapat berupa:

  • Vertigo atau pusing berputar
  • Kehilangan penglihatan atau kebutaan
  • Sakit kepala terus menerus dan semakin memberat karena tekanan intrakranial (tekanan dalam tulang tengkorak) meningkat
  • Kesadaran menurun, mulai dari mengantuk sampai koma
  • Tidak dapat bicara
  • Kelemahan atau kelumpuhan setengah badan (sisi kiri atau sisi kanan tubuh)
  • Kejang, awalnya dapat kejang sebagian anggota tubuh, jika proses berlanjut atau lokasi pelunakan otak luas dapat terjadi kejang seluruh tubuh



Penyebab Encephalomalacia

Encephalomalacia atau pelunakan otak terjadi apabila jaringan otak tertentu tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup mengakibatkan jaringan otak tersebut mengalami iskemik (kekurangan oksigen) kemudian jaringan otak tersebut akan mati dan mengalami pelunakan. Penyebab suplai oksigen dari darah yang kurang atau terhenti adalah

  • Stroke iskemik atau stroke karena sumbatan pembuluh darah di otak sehingga otak tidak mendapat suplai darah yang cukup
  • Perdarahan otak, yaitu pecahanya pembuluh darah dalam jaringan otak yang menyebabkan tekanan lokal pada jaringan otak mengakibatkan jaringan otak disekitarnya tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup akibat tekanan dan pada akhirnya jaringan otak rusak dan mengalami pelunakan. Perdarahan otak dapat disebabkan karena cedera kepala traumatis atau pecahnya pembuluh darah seperti pada stroke perdarahan (stroke hemoragik)
  • Peradangan pada jaringan otak. Peradangan dapat disebabkan oleh infeksi pada jaringan otak (encephalitis) atau selaput yang menutupi otak (meningitis). Organisme seperti bakteri, virus, jamur menyebabkan infeksi di otak atau membran yang menutupi otak (mening) dan menyebabkan peradangan pada sel-sel otak dan reaksi peradangan yang ditimbulkan dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak yang selanjutnya dapat menyebabkan pelunakan otak.

Pada bayi baru lahir atau janin dalam kandungan pelunakan otak disebabkan oleh berkurangnya pasokan oksigen ke otak akibat suplai darah yang berkurang yang disebabkan oleh

  • Asfiksia, kondisi dimana jaringan otak bayi kekurangan suplai oksigen akibat kondisi tali pusat yang kurang baik
  • Radang pada otak atau selaput otak yang biasanya disebabkan oleh  infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex) selama kehamilan.



Faktor Risiko Encephalomalacia

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami pelunakan otak adalah

  • Cedera otak traumatis, seperti cedera kepala karena benturan yang keras
  • Riwayat pembedahan otak
  • Infeksi TORCH pada ibu hamil
  • Stroke

 

Diagnosis Encephalomalacia

Untuk mendiagnosis encephalomalacia dokter akan bertanya tentang gejala terkait encephalomalacia, riwayat penyakit, riwayat trauma, atau riwayat operasi otak sebelumnya, kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik. Kemudian untuk mengkonfirmasi adanya pelunakan otak dapat dilakukan pemeriksaan MRI. Pemeriksaan MRI dapat mengetahui dengan detail jaringan otak. Alternatif lainnya dengan menggunakan pemeriksaan CT Scan. Encephalomalacia pada bayi baru lahir ditandai dengan rongga dimana jaringan otak seharusnya berada, sedangkan pada dewasa, pelunakan otak ditandai dengan volume otak yang berkurang terutama di daerah frontal dan temporal.

 

Pencegahan Encephalomalacia

Sampai saat ini belum ada pencegahan langsung untuk menghindari seseorang agar tidak terjadi encephalomalacia. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah menghindari atau menurunkan faktor risiko yang meningkatkan seseorang mengidap encephalomalacia, seperti

  • Kontrol kesehatan rutin pada seseorang yang memiliki risiko tinggi stroke, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dll
  • Mencegah benturan kepala yang hebat, misalnya
    • Selalu memakai alat pengaman kepala pada saat olahraga, berkendara, atau pekerjaan yang berisiko tinggi, misalnya konstruksi bangunan.
    • Memastikan kondisi lantai yang tidak licin atau menggunakan alas kaki yang tidak licin agar tidak terpeleset
  • Kontrol kehamilan rutin pada ibu hamil
  • Imunisasi TORCH pada ibu hamil

 

Pengobatan Encephalomalacia

Sampai saat ini belum ada pengobatan untuk encephalomalacia ini, karena apabila sel otak rusak tubuh tidak bisa menumbuhkan sel otak baru atau mengembalikan fungsi sel yang rusak. Namun, beberapa penelitian dikembangkan untuk mengembalikan fungsi sel otak dengan terapi sel induk atau stem cell. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan pembedahan atau operasi. Area otak yang mengalami pelunakan dapat diangkat dengan operasi dan bagian otak yang tersisa akan mengalami adaptasi fungsi akibat bagian otak yang hilang.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat dekat memiliki gejala-gejala tersebut dan memiliki riwayat penyakit seperti stroke, cedera kepala, ataupun infeksi otak sebaiknya diskusikan dengan dokter. Diagnosis dan penanganan dini dapat mencegah pelunakan otak semakin luas. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit yang diinginkan di sini.