• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Encephalomalacia

Encephalomalacia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Encephalomalacia

Pengertian Encephalomalacia

Encephalomalacia atau pelunakan otak adalah kondisi yang disebabkan oleh peradangan atau perdarahan di area tertentu. Pelunakan otak ini biasanya terjadi pada bagian leukoencephalomalacia atau materi putih otak dan polioencephalomalacia atau materi abu-abu otak.

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa pun dari segala macam usia, mulai dari janin hingga lansia. Encephalomalacia dapat menyebabkan perubahan otak dengan manifestasi klinis yang bervariasi. Hampir semua kasus yang dilaporkan pada bayi dan anak-anak biasanya terkait dengan gangguan saraf.

Gejala Encephalomalacia

Gejala pelunakan otak sangat beragam, tergantung pada bagian otak yang terkena. Beberapa gejala umum yang dialami pengidap, seperti:

  • Vertigo atau sensasi rasa berputar.
  • Kehilangan penglihatan atau kebutaan.
  • Sakit kepala terus menerus dan semakin parah akibat peningkatan tekanan intrakranial (tekanan dalam tulang tengkorak).
  • Penurunan kesadaran, mulai dari mengantuk sampai koma.
  • Tidak dapat bicara.
  • Kelemahan atau kelumpuhan setengah badan di sisi kiri atau kanan tubuh.
  • Kejang yang dialami di sebagian anggota tubuh. Jika kondisi berangsur semakin parah, kejang bisa saja dialami di seluruh tubuh.

Penyebab Encephalomalacia

Encephalomalacia atau pelunakan otak terjadi akibat jaringan otak tertentu tidak mendapat cukup pasokan oksigen dari darah. Akibatnya, jaringan otak akan mati dan mengalami pelunakan. Beberapa penyebab yang mendasari, seperti:

  • Stroke iskemik atau stroke akibat penyumbatan sumbatan pembuluh darah di otak, sehingga otak tidak mendapat suplai darah yang cukup.
  • Perdarahan otak, yaitu pecahanya pembuluh darah dalam jaringan otak yang menyebabkan kerusakan jaringan atau pelunakan otak akibat tidak mendapat cukup asupan oksigen. 
  • Peradangan pada jaringan otak yang disebabkan oleh infeksi pada jaringan otak (encephalitis) atau selaput yang menutupi otak (meningitis). Penyebabnya sendiri adalah organisme seperti bakteri, virus, dan jamur.

Sedangkan pada bayi yang baru lahir atau janin dalam kandungan, pelunakan otak dipicu oleh berkurangnya pasokan oksigen ke otak akibat berkurangnya suplai darah. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh:

  1. Asfiksia, yaitu kondisi ketika jaringan otak bayi kekurangan suplai oksigen akibat kondisi tali pusat yang kurang baik.
  2. Radang pada otak atau selaput otak yang biasanya disebabkan oleh infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex) selama kehamilan.

Faktor Risiko Encephalomalacia

Selain beberapa penyebab utama tersebut, encephalomalacia juga dipicu oleh beberapa faktor risiko, seperti:

  • Cedera otak traumatis, seperti cedera kepala akibat benturan keras.
  • Pernah melakukan prosedur pembedahan otak.
  • Infeksi TORCH pada ibu hamil.
  • Mengidap penyakit stroke.

Diagnosis Encephalomalacia

Untuk mendiagnosis encephalomalacia, dokter akan melakukan wawancara seputar gejala, riwayat penyakit, riwayat trauma, atau riwayat operasi otak sebelumnya. Kemudian, dokter akan melanjutkan dengan sejumlah pemeriksaan fisik dengan beberapa prosedur berikut ini:

  • MRI, yaitu pemeriksaan organ tubuh yang dilakukan dengan menggunakan teknologi magnet dan gelombang radio.
  • CT Scan otak, yaitu pemeriksaan dengan menggunakan sinar-X untuk mendapatkan gambar tiga dimensi dari tengkorak, otak, dan bagian lain yang diperlukan.

Kedua pemeriksaan tersebut dapat mengetahui dengan detail gambaran jaringan otak. Pada bayi baru lahir penyakit ditandai dengan rongga dimana jaringan otak seharusnya berada. Sedangkan pada orang dewasa, pelunakan otak ditandai dengan volume otak yang berkurang terutama di daerah frontal dan temporal.

Pengobatan Encephalomalacia

Sejauh ini belum ada langkah pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi gangguan. Pasalnya, belum ada pengobatan yang dapat membuat jaringan yang rusak kembali bekerja. Sebagai langkah awal, biasanya dokter mendeteksi penyebab yang mendasari di balik perubahan konsistensi otak.

Dalam kasus yang sangat ekstrem, substansi otak yang rusak dapat diangkat dengan operasi. Namun, konsistensi otak akan mengalami perubahan yang cukup besar akibat pengangkatan materi otak yang lunak. Hingga kini masih belum jelas apakah otak dapat kembali normal setelah prosedur dilakukan.

Pencegahan Encephalomalacia

Sampai saat ini belum ada pencegahan langsung untuk menghindari seseorang dari encephalomalacia. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan hanya menghindari kondisi yang meningkatkan risikonya. Berikut ini beberapa upaya tersebut:

  • Jika memiliki risiko stroke, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan penyakit kronis lainnya, disarankan untuk melakukan kontrol kesehatan rutin.
  • Mencegah benturan kepala yang hebat, seperti memakai helm pengaman ketika berkendara, berolahraga, atau berada di area konstruksi bangunan.
  • Pastikan kondisi lantai yang dipijak tidak licin.
  • Gunakan alas kaki yang tepat saat bepergian agar tidak mudah terpeleset.
  • Melakukan kontrol kehamilan rutin selama masa kehamilan.
  • Lakukan imunisasi TORCH pada ibu hamil.

Kapan Harus ke Dokter?

Disarankan untuk memeriksakan diri di rumah sakit terdekat ketika memiliki gejala yang telah disebutkan. Periksakan juga jika kamu memiliki riwayat penyakit seperti stroke, cedera kepala, ataupun infeksi otak lainnya. Diagnosis dan penanganan dini dapat mencegah pelunakan otak semakin luas. Kamu juga bisa mengakses informasi kesehatan lainnya dengan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Ind Psychiatry J. 2018 Jul-Dec; 27(2): 293–295. Diakses pada 2022. Psychosis in a case of encephalomalacia.

The Journal of Craniofacial Surgery. Diakses pada 2022. Encephalomalacia in the Frontal Lobe.

Radiopaedia. Diakses pada 2022. Encephalomalacia.