• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Vertigo

Vertigo

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Vertigo

Vertigo merupakan gejala dimana diri sendiri atau sekeliling terasa sedang berputar dan terjadi secara tiba-tiba. Gejala atas serangan vertigo berbeda-beda, ada yang ringan dan tidak terasa dan ada yang parah, serta bisa menghambat rutinitas seseorang karena bisa menyebabkan hilang keseimbangan dan disorientasi.

Saat vertigo menyerang, hal yang dirasakan bisa bervariasi, seperti pusing ringan dan muncul secara berkala. Jika serangan vertigo sudah parah, biasanya memiliki durasi yang lama dan bisa berlangsung selama beberapa hari, sehingga pengidapnya tidak bisa beraktivitas secara normal.

 

Faktor Risiko Vertigo

Berikut ini beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan gejala vertigo menyerang seseorang:

  • Berusia lebih dari 50 tahun.

  • Wanita.

  • Pernah atau sedang mengidap luka di kepala.

  • Sering menggunakan obat-obatan tertentu.

  • Ada anggota keluarga yang memiliki riwayat vertigo.

  • Mengalami infeksi pada telinga.

  • Sedang stres berat.

  • Sering mengonsumsi alkohol.

 

Penyebab Vertigo

Penyebab utama vertigo umumnya dikarenakan oleh adanya gangguan pada telinga bagian dalam, sehingga memicu masalah mekanisme keseimbangan tubuh. Selain penyebab utama tersebut, ada beberapa Penyebab lain vertigo, yaitu:

  • Perubahan posisi kepala tertentu.

  • Migrain atau sakit kepala tidak tertahankan.

  • Stroke, menghindari gerakan kepala secara tiba-tiba agar tidak terjatuh

  • Penyakit Meniere yaitu gangguan yang menyerang telinga bagian dalam.

  • Vestibular neuroniti, yaitu inflamasi saraf vestibular pada telinga bagian dalam.

  • Gangguan pada otak, misalnya tumor.

  • Obat-obatan tertentu yang menyebabkan kerusakan telinga.

  • Trauma atau luka di kepala dan leher.

 

Gejala Vertigo

Gejala yang umum terjadi adalah terasa benda di sekeliling berjalan memutar dengan diikuti telinga berdengung. Hal tersebut membuat rasa mual dan ingin muntah tidak bisa terhindarkan. Jika penyakit vertigo itu terus berlanjut, biasanya pengidap dapat terjatuh karena tidak kuat berdiri. Bahkan, apabila telah berbaring dan menutup mata, pengidap akan tetap merasa tubuhnya berputar-putar dan rasa berdebar hingga dapat menyebabkan pingsan.

Serangan awal vertigo biasanya berlangsung beberapa jam saja. Namun, jika tidak segera ditanggulangi, vertigo akan selalu kambuh dan kambuh lagi, dan apabila berulang dapat menyebabkan stroke.

 

Pengobatan Vertigo

Sebenarnya vertigo adalah sebuah gejala dan bukan sebuah penyakit. Dikarenakan vertigo adalah gejala, penanganan vertigo bisa dilakukan tergantung dari penyakit yang menimbulkan serangan vertigo datang. Beberapa kasus vertigo bisa sembuh tanpa pengobatan, dikarenakan otak berhasil adaptasi dengan perubahan pada telinga bagian dalam.

Vertigo membutuhkan langkah pengobatan khusus apabila disebabkan oleh:

  • Manuver Epley untuk menangani BBPV.

  • Obat-obatan.

  • Melakukan terapi rehabilitasi vestibular yang bertujuan untuk membantu otak beradaptasi dengan sinyal membingungkan dari telinga yang bisa jadi penyebab munculnya serangan vertigo, agar frekuensinya berkurang.

Selain dari metode pengobatan tersebut, penanganan vertigo bisa dilakukan saat berada di rumah selama gejala masih belum terlalu parah. Pengobatan di rumah bisa dengan melakukan pijatan ringan di sekitar area kepala, minum teh jahe, memakan kacang almond, meminum campuran cuka apel dengan madu. Terakhir, minum air putih yang cukup agar tubuh tidak dehidrasi. Hal itu tentu saja karena air putih memperlancar peredaran darah.

 

Pencegahan Vertigo

Berikut ini beberapa cara untuk mengurangi atau mencegah gejala-gejala vertigo muncul:

  • Menghindari gerakan secara tiba-tiba agar tidak terjatuh.

  • Segera duduk jika vertigo menyerang.

  • Gunakan beberapa bantal agar posisi kepala saat tidur menjadi lebih tinggi.

  • Gerakkan kepala secara perlahan-lahan.

  • Hindari gerakan kepala mendongak, berjongkok, atau tubuh membungkuk.

  • Kenalilah pemicu vertigo dan lakukan latihan yang dapat memicu vertigo. Otak akan menjadi terbiasa dan malah menurunkan frekuensi kambuhnya vertigo. Lakukan latihan ini dengan meminta bantuan orang lain.

  • Bagi yang juga mengidap penyakit Meniere, batasi konsumsi garam dalam menu sehari-hari.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika mengalami gejala-gejala yang telah dipaparkan tadi. Penanganan yang tepat dan cepat dapat meminimalisir komplikasi yang mungkin terjadi.

Referensi:
WebMD (2019). Vertigo: Causes, Symptoms, and Treatment
Everydayhealth (2019). What are the Causes and Risk Factors for Vertigo?

Diperbarui pada 22 November 2019

Showing response for:

Saya waktu itu pernah ya dok lagi tidur terus kepala kleyengan muter-muter gitu, itu harusnya diapain ya? Makasih
Orang yang memiliki gangguan keseimbangan seperti penyakit vertigo perlu melakukan beberapa penyesuaian dalam melakukan gerakan yang tiba-tiba. Seperti saat duduk lama kemudian ingin berdiri, atau dari tidur berbaring lama kemudian ingin bangun (bangun tidur). Untuk itu saat akan melakukan gerakan tiba tiba disarankan untuk melakukan secara perlahan dengan berdiam diri terlebih dahulu dalam posisi awal, kemudian baru secara perlahan duduk (jangan langsung berdiri).
Saya kan suka pusing kayak muter-muter gitu dok, pas diperiksain katanya saya itu tuh vertigo. Gimana cara nyegahnya ya dok sama ngobatinnya gimana?
Orang yang memiliki gangguan keseimbangan seperti penyakit vertigo perlu melakukan beberapa penyesuaian dalam melakukan gerakan yang tiba-tiba. Seperti saat duduk lama kemudian ingin berdiri, atau dari tidur berbaring lama kemudian ingin bangun (bangun tidur). Selain itu, beberapa penyakit vertigo dapat dipicu oleh faktor lain seperti kelelahan, untuk itu penting juga untuk menjaga tubuh agar tidak kelelahan untuk mencegah vertigo.
Kemarin kemarin saya cek hipertensi saya tinggi kan dok, ampe sekarang belom mendingan. Terus pas lagi bangun dari tidur itu saya suka pusing muter-muter gitu. Itu karena hipertensi atau vertigo ya dok pusingnya?
Hipertensi atau darah tinggi seringkali menyebabkan keluhan nyeri kepala berdenyu. Namun pada beberapa kasus, hipertensi ini dapat berkontribusi terhadap terjadinya vertigo. Selain itu, vertigo dan hipertensi juga dapat terjadi bersamaan dan tidak saling terkait satu sama lain. Untuk mengetahui apakah hipertensi dan vertigo saling terkait, penderita dapat mengontrol hipertensi terlebih dahulu hingga tensi menjadi normal, setelah itu pada masa tensi normal dilihat apakah vertigo muncul atau tidak. Atau anda bisa memeriksakan diri anda ke dokter untuk mengetahui penyebab dari vertigo tersebut.