• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Vertigo
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Vertigo

Vertigo

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
VertigoVertigo

Pengertian Vertigo

Vertigo merupakan rasa pusing yang menimbulkan sensasi palsu bahwa seseorang atau lingkungan di sekitarnya berputar atau bergerak. Kondisi ini juga dapat terjadi secara tiba-tiba pada seseorang. Perlu diketahui bahwa vertigo bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari gangguan kesehatan yang mendasarinya. Pada kasus yang parah, kondisi ini juga dapat menghambat aktivitas sehari-hari. 

Lantaran kondisi ini dapat menyebabkan disorientasi (kebingungan) dan hilang keseimbangan. Serangan vertigo bahkan bisa menyebabkan pengidapnya sampai terjatuh. Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Vertigo perifer. Vertigo ini terjadi ketika ada masalah dengan telinga bagian dalam.
  • Vertigo sentral. Terjadi ketika ada masalah dengan otak. Penyebabnya bisa termasuk infeksi, tumor otak, cedera otak traumatis atau stroke.

Penyebab Vertigo

Vertigo merupakan gejala dari gangguan kesehatan tertentu yang dapat terjadi pada telinga atau otak. Berikut adalah beberapa penyebab umum dari kondisi tersebut: 

  • Vertigo posisi paroksismal jinak (BPPV). Merupakan penyebab paling umum dari vertigo dan menciptakan perasaan intens dan singkat bahwa pengidapnya berputar atau bergerak. Episode ini dipicu oleh perubahan cepat dalam gerakan kepala, seperti pukulan ke kepala.
  • Infeksi. Infeksi virus pada saraf vestibular, yang disebut neuritis vestibular atau labirin, dapat menyebabkan vertigo yang intens dan konstan.
  • Penyakit Meniere. Ketika cairan berlebihan menumpuk di telinga bagian dalam, hal ini dapat memicu episode vertigo mendadak. Perlu diketahui bahwa episode tersebut dapat berlangsung selama beberapa jam.
  • Migrain. Vertigo akibat migrain dapat berlangsung beberapa menit hingga berjam-jam.
  • Cedera kepala atau leher. Vertigo merupakan salah satu gejala umum akibat cedera traumatis pada kepala atau leher. Terutama jika cedera menyebabkan kerusakan pada sistem vestibular.
  • Penggunaan obat-obatan. Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan vertigo, bersamaan dengan munculnya gejala lain. Misalnya seperti pusing, gangguan pendengaran, dan tinnitus, atau telinga berdenging.

Faktor Risiko Vertigo

Ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi vertigo, yaitu:

  • Berusia lebih dari 50 tahun.
  • Wanita.
  • Pernah atau sedang memiliki luka di kepala.
  • Sering menggunakan obat-obatan tertentu seperti antidepresan.
  • Ada anggota keluarga yang memiliki riwayat vertigo.
  • Mengalami infeksi pada telinga.
  • Sedang stres berat.
  • Sering mengonsumsi alkohol.

Gejala Vertigo

Salah satu gejala kondisi vertigo yang paling umum adalah pusing, yang biasanya memburuk dengan gerakan kepala. Gejala ini biasanya digambarkan oleh pengidapnya sebagai sensasi berputar, dengan ruangan atau benda di sekitar mereka tampak bergerak. Selain itu, ada beberapa gejala vertigo lain yang juga dapat terjadi, seperti: 

  • Peningkatan keringat. 
  • Mual. 
  • Muntah. 
  • Sakit kepala. 
  • Telinga terasa berdengung. 
  • Timbulnya gangguan pendengaran. 
  • Gerakan mata yang tidak disengaja. 
  • Kehilangan keseimbangan. 

Serangan awal kondisi vertigo biasanya berlangsung selama beberapa jam saja. Namun, jika tidak segera ditangani, vertigo akan selalu kambuh yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke.

Diagnosis Vertigo 

Dokter dapat mendiagnosis kondisi ini dengan melakukan pemeriksaan klinis dan mengumpulkan informasi tentang gejala dan riwayat medis. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Termasuk pada telinga dan saraf seseorang yang mengalaminya. 

Jika dibutuhkan, tes dan pengamatan klinis tertentu juga dapat dilakukan untuk mendiagnosis vertigo. Contohnya seperti pengujian impuls kepala atau manuver Dix-Hallpike. Dalam beberapa kasus, tes penunjang lainnya seperti tes pencitraan, pemeriksaan pendengaran, dan tes keseimbangan juga mungkin akan dilakukan. 

Pengobatan Vertigo

Sebenarnya beberapa kasus vertigo bisa sembuh tanpa pengobatan. Sebab, otak berhasil beradaptasi dengan perubahan pada telinga bagian dalam. Namun, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kondisi ini bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari suatu masalah kesehatan. 

Maka dari itu, jika dibutuhkan penanganan, hal ini akan berfokus pada penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa perawatan kondisi vertigo yang umum dilakukan:  

  • Penggunaan obat. Mengobati penyebab vertigo dapat membantu meringankan gejala. Misalnya, jika vertigo adalah produk sampingan dari infeksi, dokter dapat meresepkan antibiotik, atau steroid untuk membantu mengurangi peradangan. 
  • Rehabilitasi vestibular. Jika vertigo adalah akibat dari masalah telinga bagian dalam, jenis terapi fisik ini dapat membantu mengurangi gejala. Rehabilitasi vestibular dapat membantu memperkuat indra yang lain sehingga dapat mengimbangi episode vertigo.
  • Canalith repositioning procedure (CRP). Jika seseorang memiliki BPPV, manuver reposisi canalith dapat dilakukan. Perawatan ini bertujuan untuk membantu memindahkan endapan kalsium ke ruang telinga bagian dalam. 
  • Pembedahan. Ketika vertigo disebabkan oleh masalah mendasar yang serius, seperti tumor otak atau cedera leher, pembedahan mungkin diperlukan. 

Komplikasi Vertigo 

Tergantung penyebabnya, vertigo yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan komplikasi yang serius dan kerusakan permanen. Berikut adalah beberapa risiko komplikasinya: 

  • Kesulitan melakukan tugas sehari-hari. 
  • Masalah saraf yang menyebabkan nyeri, mati rasa atau kesemutan. 
  • Cedera traumatis karena jatuh. 
  • Kegelisahan. 
  • Kerusakan otak. 
  • Depresi. 
  • Menurunnya kualitas hidup secara keseluruhan. 
  • Terganggunya keseimbangan dan koordinasi tubuh. 
  • Kelumpuhan. 
  • Gangguan pendengaran permanen. 
  • Penyebaran infeksi. 
  • Tidak sadar dan koma. 

Pencegahan Vertigo

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah gejala-gejala vertigo muncul, yaitu:

  • Menghindari gerakan secara tiba-tiba agar tidak terjatuh.
  • Segera duduk jika vertigo menyerang.
  • Gunakan beberapa bantal agar posisi kepala saat tidur menjadi lebih tinggi.
  • Gerakkan kepala secara perlahan-lahan.
  • Hindari gerakan kepala mendongak, berjongkok, atau tubuh membungkuk.
  • Bagi pengidap penyakit Meniere, batasi konsumsi garam dalam menu sehari-hari.

Kapan Harus ke Dokter?

Segeralah memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala utama dari vertigo. Penanganan sedari dini tentunya dapat meminimalkan risiko komplikasi yang mengintai. 

Jika kamu ingin memeriksakan kondisi, kamu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter pilihanmu melalui aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2022. Vertigo: Causes, Symptoms, and Treatment
Everydayhealth. Diakses pada 2022. What are the Causes and Risk Factors for Vertigo? 
Healthline. Diakses pada 2022. Vertigo: Symptoms, Causes, Treatment, and More. 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Vertigo. 

Diperbarui pada 27 Juni 2022. 

Showing response for:

Jul 7, 2020
Saya waktu itu pernah ya dok lagi tidur terus kepala kleyengan muter-muter gitu, itu harusnya diapain ya? Makasih
Orang yang memiliki gangguan keseimbangan seperti penyakit vertigo perlu melakukan beberapa penyesuaian dalam melakukan gerakan yang tiba-tiba. Seperti saat duduk lama kemudian ingin berdiri, atau dari tidur berbaring lama kemudian ingin bangun (bangun tidur). Untuk itu saat akan melakukan gerakan tiba tiba disarankan untuk melakukan secara perlahan dengan berdiam diri terlebih dahulu dalam posisi awal, kemudian baru secara perlahan duduk (jangan langsung berdiri).
Jul 7, 2020
Saya kan suka pusing kayak muter-muter gitu dok, pas diperiksain katanya saya itu tuh vertigo. Gimana cara nyegahnya ya dok sama ngobatinnya gimana?
Orang yang memiliki gangguan keseimbangan seperti penyakit vertigo perlu melakukan beberapa penyesuaian dalam melakukan gerakan yang tiba-tiba. Seperti saat duduk lama kemudian ingin berdiri, atau dari tidur berbaring lama kemudian ingin bangun (bangun tidur). Selain itu, beberapa penyakit vertigo dapat dipicu oleh faktor lain seperti kelelahan, untuk itu penting juga untuk menjaga tubuh agar tidak kelelahan untuk mencegah vertigo.
Jul 7, 2020
Kemarin kemarin saya cek hipertensi saya tinggi kan dok, ampe sekarang belom mendingan. Terus pas lagi bangun dari tidur itu saya suka pusing muter-muter gitu. Itu karena hipertensi atau vertigo ya dok pusingnya?
Hipertensi atau darah tinggi seringkali menyebabkan keluhan nyeri kepala berdenyu. Namun pada beberapa kasus, hipertensi ini dapat berkontribusi terhadap terjadinya vertigo. Selain itu, vertigo dan hipertensi juga dapat terjadi bersamaan dan tidak saling terkait satu sama lain. Untuk mengetahui apakah hipertensi dan vertigo saling terkait, penderita dapat mengontrol hipertensi terlebih dahulu hingga tensi menjadi normal, setelah itu pada masa tensi normal dilihat apakah vertigo muncul atau tidak. Atau anda bisa memeriksakan diri anda ke dokter untuk mengetahui penyebab dari vertigo tersebut.