
DAFTAR ISI
- Apa Itu Farizol Sirup?
- Manfaat Farizol Sirup
- Dosis dan Aturan Pakai
- Perhatian Penggunaan
- Efek Samping Farizol
- Interaksi Obat Farizol
- Kontraindikasi Farizol
- Kesimpulan
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- FAQ
Apa Itu Farizol Sirup?
Farizol Sirup 125 mg/5 mL adalah obat antibiotik yang mengandung metronidazole, yaitu senyawa antimikroba yang ampuh melawan berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri anaerob dan protozoa.
Obat ini bekerja dengan cara mengganggu struktur DNA mikroorganisme, sehingga pertumbuhan dan penyebaran infeksi bisa dicegah.
Obat ini umumnya digunakan untuk mengobati infeksi seperti:
- Trikomoniasis pada saluran urogenital,
- Vaginitis akibat bakteri,
- Infeksi lambung dan usus karena amoeba (amoebiasis),
- Gingivitis nekrotikan akut,
- Pencegahan infeksi pasca operasi akibat bakteri anaerob.
Farizol tersedia dalam bentuk sirup suspensi oral, yang memudahkan penggunaannya, terutama pada anak-anak yang kesulitan menelan tablet.
- Golongan: Obat resep.
- Kategori: Antibiotik dan antiprotozoa.
- Manfaat: Digunakan untuk mengobati infeksi akibat bakteri anaerob dan parasit, seperti infeksi saluran pencernaan, infeksi vagina (vaginosis bakterialis), trikomoniasis, serta infeksi lainnya sesuai indikasi dokter.
- Digunakan oleh: Dewasa dan anak-anak.
- Farizol untuk ibu menyusui: Dapat terserap ke dalam ASI, sehingga penggunaannya harus berdasarkan pertimbangan dokter; pada beberapa kasus dokter dapat menyarankan jeda menyusui sementara.
- Farizol untuk ibu hamil: Hanya digunakan jika manfaat lebih besar daripada risiko sesuai pertimbangan dokter.
- Bentuk obat: Tablet
Manfaat Farizol Sirup
Farizol memiliki cakupan luas dalam mengatasi berbagai infeksi. Berikut beberapa manfaat utama dari penggunaan obat ini:
- Mengatasi uretritis dan vaginitis akibat infeksi Trichomonas vaginalis.
- Mengobati amoebiasis, baik yang terjadi di usus maupun hati.
- Mengatasi infeksi gusi, termasuk gingivitis nekrotikan yang disebabkan oleh bakteri anaerob.
- Pencegahan infeksi bakteri setelah tindakan pembedahan, khususnya pada saluran pencernaan dan sistem reproduksi.
- Mengobati giardiasis, yaitu infeksi usus oleh parasit Giardia lamblia.
- Digunakan sebagai alternatif pada pasien dengan alergi terhadap antibiotik penisilin saat terjadi infeksi bakteri anaerob.
Dengan kata lain, Farizol bekerja efektif sebagai obat lini pertama atau alternatif saat pasien memiliki kondisi khusus yang membatasi penggunaan antibiotik lain.
Studi Terkait Metronidazole
Studi dari Journal Antibiotics of MDPI menunjukkan bahwa:
- Metronidazole adalah antibiotik yang sering digunakan untuk mengobati infeksi di dalam perut.
- Memberikan metronidazole setiap 12 jam bisa tetap efektif dalam kondisi tertentu, meskipun pada beberapa kasus mungkin perlu tambahan antibiotik lain.
Dosis dan Aturan Pakai Farizol Sirup
Farizol merupakan obat keras yang hanya boleh digunakan sesuai dengan anjuran dan resep dari dokter.
Dosis obat dapat bervariasi tergantung dari kondisi pasien, jenis infeksi, usia, dan berat badan, terutama untuk anak-anak.
Berikut panduan umum yang biasa diberikan dokter:
- Dewasa:
- Untuk infeksi umum: 1 jam sebelum makan, diminum sebanyak 1 sendok takar (sesuai anjuran dokter).
- Untuk amoebiasis intestinal: 3 kali sehari × 750 mg selama 5–10 hari.
- Untuk abses hati: 3 dosis yang sama selama 5–10 hari.
- Anak-anak:
- Dosis berkisar antara 35–50 mg/kgBB/hari, yang dibagi dalam 3 kali pemberian per hari selama 5–10 hari.
- Cara pakai:
- Sebaiknya dikonsumsi dalam kondisi perut kosong, sekitar 1 jam sebelum makan untuk memaksimalkan penyerapan obat.
Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter karena bisa berisiko menimbulkan efek samping atau resistensi antibiotik.
Pahami lebih dalam terkait Penyakit Infeksi – Gejala, Penyebab, Pencegahan & Pencegahannya berikut ini agar kamu tetap waspada.
Perhatian Penggunaan
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum dan selama mengonsumsi Farizol:
- Wajib dengan resep dokter. Obat ini tidak boleh digunakan sembarangan karena termasuk dalam golongan antibiotik keras.
- Hati-hati pada pasien dengan riwayat kejang atau gangguan saraf. Metronidazole dapat memicu efek pada sistem saraf pusat jika digunakan dalam jangka panjang atau dosis tinggi.
- Tidak disarankan digunakan bersamaan dengan alkohol karena bisa menyebabkan reaksi mirip disulfiram, seperti mual parah, kram perut, atau muntah hebat.
- Jika kamu sedang hamil atau menyusui, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan keamanan obat ini.
Efek Samping Farizol Sirup
Seperti obat lainnya, Farizol juga berpotensi menimbulkan efek samping. Meskipun tidak semua orang mengalaminya, berikut beberapa keluhan yang bisa muncul saat mengonsumsi obat ini:
- Mual, muntah, atau rasa tidak nyaman pada perut.
- Diare atau konstipasi.
- Rasa logam di mulut.
- Pusing dan sakit kepala.
- Reaksi alergi, seperti ruam atau gatal-gatal.
- Dalam kasus yang jarang, dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf seperti kejang, neuropati perifer, hingga trombositopenia (penurunan jumlah trombosit darah).
Jika kamu mengalami gejala yang tidak biasa atau parah setelah mengonsumsi Farizol, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan ke tenaga medis.
Interaksi Farizol
Farizol dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain yang dapat meningkatkan risiko efek samping atau menurunkan efektivitas pengobatan.
Oleh karena itu, penting untuk memberi tahu dokter jika kamu sedang menggunakan:
- Obat pengencer darah seperti warfarin.
- Disulfiram, karena bisa menimbulkan gangguan mental atau psikosis.
- Obat epilepsi seperti fenitoin atau fenobarbital yang dapat mengubah metabolisme metronidazole.
- Alkohol, karena bisa menyebabkan reaksi tidak nyaman dan berbahaya.
- Obat antidepresan atau antipsikotik, yang bisa menimbulkan efek tambahan pada sistem saraf pusat.
Jangan pernah mencampur obat ini dengan produk lain tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Kamu juga perlu mengenal Apa Itu Interaksi Antar Obat dan Berbagai Dampaknya berikut ini supaya waspada.
Kontraindikasi Farizol Sirup
Obat ini tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi berikut:
- Alergi atau hipersensitivitas terhadap metronidazole atau komponen lain dari obat ini.
- Pasien dengan riwayat gangguan saraf berat.
- Riwayat kejang atau epilepsi yang tidak terkontrol.
- Sedang atau baru saja mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar.
Penggunaan obat ini pada pasien dengan kondisi tersebut bisa memicu reaksi yang serius, sehingga penting untuk menyampaikan riwayat kesehatan lengkap sebelum mendapatkan resep Farizol.
Kesimpulan
Farizol Sirup adalah obat yang sangat berguna dalam menangani berbagai infeksi akibat bakteri anaerob dan parasit, terutama di saluran cerna, mulut, atau sistem reproduksi.
Namun, karena termasuk dalam golongan obat keras, penggunaannya harus dengan resep dokter dan pengawasan yang ketat. Efek samping dan interaksi obat juga perlu menjadi perhatian utama.
Kalau kamu atau anggota keluargamu mengalami gejala infeksi bakteri, jangan ragu menghubungi dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Diperbaharui pada 03 Maret 2026.
Referensi:
Journal Antibiotics of MDPI. Diakses pada 2026. Assessing Clinical Outcomes of Metronidazole for Intra-Abdominal Infections When Dosed Every 12 h Versus Every 8 h in a Multi-Center Health System
National Health Service UK. Diakses pada 2026. Metronidazole
Web MD. Diakses pada 2026. Metronidazole – Uses, Side Effects, and More.
Medline Plus. Diakses pada 2026. Metronidazole.
Drugs.com. Diakses pada 2026. Metronidazole.
Medical News Today. Diakses pada 2026. Metronidazole, oral tablet.
FAQ
1. Farizol digunakan untuk mengobati apa?
Farizol digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan parasit tertentu, seperti infeksi saluran pencernaan, infeksi vagina (misalnya keputihan akibat bakteri), dan beberapa jenis infeksi lainnya sesuai resep dokter.
2. Apakah Farizol harus diminum sampai habis?
Ya, Farizol harus diminum sesuai durasi yang dianjurkan dokter meskipun gejala sudah membaik, agar infeksi benar-benar tuntas dan tidak kambuh.
3. Apa efek samping Farizol yang mungkin terjadi?
Efek samping yang bisa muncul antara lain mual, rasa logam di mulut, sakit kepala, atau gangguan pencernaan. Jika terjadi reaksi alergi atau keluhan berat, segera konsultasikan ke dokter.



