Floppy Eyelid Syndrome

Pengertian Floppy Eyelid Syndrome

Floppy eyelid syndrome atau yang secara harfiah berarti sindrom kelopak mata terkulai, adalah kondisi di mana kelopak mata atas kehilangan elastisitas, sehingga ia menjadi kendur dan “terkulai”. Akibatnya, kelopak mata bagian atas jadi mudah melipat ke atas.

 

Gejala Floppy Eyelid Syndrome

Ciri-ciri dan gejala floppy eyelid syndrome, yaitu:

  • Kelopak mata mudah dibalik atau dilipat ke atas, kendur, dan terasa seperti karet
  • Mata merah setiap kali bangun tidur
  • Peradangan kornea kronis
  • Peradangan kronis pada jaringan di bawah kelopak mata atas (disebut juga superior palpebral conjunctiva)
  • Mengalami gejala obstructive sleep apnea, seperti mengantuk di siang hari, dan mendengkur saat tidur.

 

Penyebab Floppy Eyelid Syndrome

Penyebab floppy eyelid syndrome yang sudah diketahui adalah interaksi berlebihan antara kelopak mata dengan bantal, jika sering tidur telungkup dengan wajah menekan ke bantal. Kebiasaan ini bisa mengurangi elastin dan membuat kelopak mata kendur.

Elastin adalah protein di jaringan penghubung yang berfungsi menjaga bentuk dan struktur berbagai jaringan tubuh setelah meregang. Obstructive sleep apnea tidak menyebabkan floppy eyelid syndrome secara langsung, namun kedua kondisi ini saling berhubungan.

 

Faktor Risiko Floppy Eyelid Syndrome

Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko mengalami floppy eyelid syndrome, yaitu:

    • Obesitas
    • Obstructive sleep apnea: ada hubungan yang erat antara kedua kondisi ini
    • Kebiasaan sering mengucek mata
    • Diabetes mellitus
    • Hipertensi
    • Hipertiroidisme
    • Tidur tengkurap
    • Down syndrome

 

Diagnosis Floppy Eyelid Syndrome

Floppy eyelid syndrome didiagnosis dengan beberapa metode berikut:

  • Pemeriksaan mata
  • Pemeriksaan kebiasaan tidur, misalnya posisi favorit saat tidur, ada atau tidaknya masalah tidur, apakah sering mengantuk di siang hari, dan apakah sering tidur mendengkur (ngorok)
  • Pemeriksaan riwayat medis termasuk ada tidaknya obstructive sleep apnea atau kondisi kesehatan lain

 

Pengobatan dan Efek Samping Floppy Eyelid Syndrome

Berbagai cara mengatasi floppy eyelid syndrome, antara lain:

  • Mengatasi kondisi obstructive sleep apnea terlebih dahulu  jika ada
  • Menggunakan salep khusus mata sebelum tidur untuk melindungi permukaan okular
  • Mengetuk kelopak mata sebelum tidur untuk mencegah kelopak mata terlipat saat tidur
  • Menggunakan penutup mata saat tidur untuk mencegah konjungtiva dan exposure kornea saat tidur
  • Terkadang operasi dibutuhkan untuk memendekkan atau mengencangkan kelopak mata

Komplikasi yang tidak ditangani, maka kondisi mata akan tetap terkulai terus-menerus.

 

Pencegahan Floppy Eyelid Syndrome

Beberapa hal berikut bisa dilakukan supaya tidak mengalami floppy eyelid  syndrome:

  • Menjalankan pola makan sehat, sehingga mencegah obesitas
  • Tidur menyamping atau telentang untuk mencegah trauma mekanis pada mata akibat tidur tengkurap
  • Jika memiliki obstructive sleep apnea, segera tangani

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami tanda-tanda dan gejala yang disebutkan di atas, segeralah diskusikan ke dokter mata. Penanganan yang tepat nyatanya dapat mengurangi akibat yang ditimbulkan dari kondisi ini. Pilihlah dokter serta rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu di sini.