• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Penyakit Mata

Penyakit Mata

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Penyakit Mata

Pengertian Penyakit Mata

Mata adalah organ penglihatan yang sangat penting bagi kehidupan. Organ ini bekerja dengan cara mendeteksi cahaya di dalam pupil, difokuskan ke retina di belakang mata, lalu retina mengubahnya menjadi impuls saraf, dan dibawa ke otak melalui saraf optik.

Sama halnya dengan kesehatan tubuh lain, kesehatan mata juga perlu dijaga. Jika tidak, penyakit mata bisa mengintai. Berikut ini beberapa penyakit mata yang umum terjadi:

1. Katarak

Katarak menyebabkan lensa mata menjadi berawan, sehingga penglihatan tampak kabur pada awalnya. Pengidap katarak biasanya kesulitan melihat di malam hari, peka terhadap cahaya, dan tidak bisa membedakan warna dengan jelas.

2. Glaukoma

Glaukoma mengikis dan merusak saraf optik yang menunjang penglihatan mata. Kerusakan saraf optik disebabkan oleh timbunan cairan dalam mata yang meningkatkan tekanan di dalam bola mata. 

Ada dua jenis glaukoma, yaitu glaukoma sudut terbuka primer dan glaukoma sudut tertutup. Keduanya bisa disebabkan oleh faktor usia, keturunan, komplikasi hipertensi pada mata, komplikasi diabetes, hingga penyakit mata tertentu seperti ablasi retina dan retinitis (infeksi peradangan retina).

3. Masalah Refraksi Mata

Masalah refraksi mata adalah gangguan penglihatan yang menyebabkan cahaya masuk tidak terpusat langsung ke retina. Kelainan refraksi menyebabkan kebutaan sebesar 9,5 persen di Indonesia. Beberapa kelainan refraksi pada mata, yaitu rabun dekat, rabun jauh, astigmatisme, dan presbiopi.

4. Konjungtivitis (Mata Merah)

Konjungtivitis atau mata merah adalah peradangan atau infeksi pada selaput transparan (konjungtiva) yang melapisi kelopak mata dan menutupi bagian putih bola mata. Ketika pembuluh darah kecil di bagian konjungtiva mengalami peradangan, warna merah lebih terlihat dan menutupi bagian putih dari bola mata.

5. Pterigium

Pterigium adalah gangguan mata akibat adanya selaput lendir yang menutupi bagian putih mata. Penyakit mata ini sering terjadi akibat sering terpapar radiasi sinar matahari.

Adanya selaput lendir tersebut juga membuat mata seperti kelilipan benda asing. Gejalanya meliputi mata merah, pandangan kabur, serta mata yang terasa gatal atau panas.

6. Amblyopia (Mata Malas)

Amblyopia, atau dikenal juga dengan sebutan mata malas, sering terjadi pada anak-anak. Penyakit mata ini terjadi ketika penglihatan di salah satu mata berkurang karena mata dan otak tidak dapat bekerja sama dengan baik. 

Ada banyak hal yang bisa jadi penyebab mata malas atau amblyopia, termasuk strabismus, ketidakseimbangan posisi kedua mata, rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme di satu mata dibandingkan mata lainnya.

7. Strabismus

Strabismus adalah istilah untuk menggambarkan ketidakseimbangan posisi kedua mata, sehingga mata terlihat juling. Penyakit mata ini terjadi akibat kurangnya koordinasi antar mata, sehingga mata melihat ke arah yang berbeda dan tidak fokus secara bersamaan pada satu titik. 

Baca juga: Inilah Bedanya Katarak dengan Glaukoma

Faktor Risiko Penyakit Mata

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena penyakit mata, yaitu:

  • Penggunaan gawai berlebihan. Sinar biru dari gawai yang digunakan berlebihan dapat menyebabkan mata kelelahan atau mata kering. Kebiasaan ini akan berdampak lebih buruk pada anak berusia di bawah 18 tahun. 
  • Pola hidup yang tidak sehat. Misalnya, kurang mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seperti wortel, sayuran berwarna hijau, buah-buahan, dan ikan yang mengandung omega-3 tinggi.
  • Penggunaan lensa kontak. Jika digunakan terlalu lama dan tidak dijaga kebersihannya, penggunaan lensa kontak dapat meningkatkan risiko penyakit mata, khususnya mata merah. 

Penyebab Penyakit Mata

Belum diketahui penyebab utama penyakit mata. Namun, kondisi ini dapat disebabkan oleh tumor, diabetes yang tidak diobati, hipertensi yang tidak ditangani. Selain itu, faktor genetika atau keturunan dan faktor usia juga mempengaruhi.

Baca juga: Mata Gempi Minus dan Silinder, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Gejala Penyakit Mata

Gejala umum dari penyakit mata adalah mata merah, terasa nyeri, gatal, berair, pandangan kabur atau berbayang, hingga kepala terasa pusing saat memfokuskan titik penglihatan pada satu objek.

Diagnosis Penyakit Mata

Penyakit mata perlu mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan dari dokter spesialis mata. Untuk mendiagnosis, dokter akan menelusuri riwayat kesehatan dan keluhan pada mata yang dialami untuk mengetahui faktor penyakit mata dan seberapa berat gejalanya. 

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik meliputi uji ketajaman penglihatan, tes lapangan pandang, pemeriksaan tekanan bola mata atau tes tonometri, dan tes slit lamp.

Pengobatan Penyakit Mata

Penyakit mata ringan dapat disembuhkan dengan obat tetes mata atau penggunaan kaca mata. Jika penyakit mata seperti glaukoma atau katarak sudah dalam kondisi parah perlu dilakukan perawatan laser hingga pembedahan.

Baca juga: Operasi Katarak, Ini yang Perlu Diketahui

Pencegahan Penyakit Mata

Kesehatan mata perlu dijaga untuk meminimalisir risiko penyakit mata. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata:

  • Rutin memeriksa mata, setidaknya enam bulan sekali.
  • Mengonsumsi makanan bergizi. Sayuran berdaun hijau, salmon, tuna, telur, kacang-kacangan, blueberry, blackberry, dan jeruk jika dikonsumsi secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan mata.
  • Jangan terlalu lama menatap gadget, termasuk ponsel, televisi, dan laptop.
  • Berhenti merokok.
  • Bersihkan riasan wajah sebelum tidur.
  • Rajin berolahraga, setidaknya 10-30 menit setiap hari.

Cara menjaga kesehatan mata juga dapat dilakukan dengan tidak mengabaikan berbagai masalah pada mata. Jika terasa seperti ada butiran pasir di mata, bilas dengan air bersih. 

Bila mata terasa gatal atau berubah merah, atasi dengan obat tetes mata atau kompres dingin. Segera periksakan ke dokter mata jika terdapat gejala seperti yang dibahas sebelumnya, atau jika mata terasa sakit, bengkak, sensitif terhadap cahaya, seperti ada bintik-bintik gelap mengambang ketika melihat, atau setiap kali kamu tidak dapat melihat secara normal.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami keluhan pada mata, sebaiknya jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Agar lebih mudah, kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter spesialis mata di rumah sakit. Bila mendapatkan resep obat, kamu juga bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk membeli obatnya dengan mudah.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. An Introduction to Eyes and How They Work
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Common Eye Disorders and Diseases.
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2021. Eye Health A-Z.
WebMD. Diakses pada 2021. Top Causes of Eye Problems.

Diperbarui pada 17 Mei 2021