Flu Babi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Flu Babi

Flu babi merupakan satu dari banyaknya jenis flu yang ada. Flu ini disebabkan oleh infeksi virus H1N1. Penggunaan nama babi ini bukannya tanpa alasan. Nama flu babi dibuat karena gen virus penyebabnya, hampir mirip dengan virus flu yang meyebabkan penyakit flu pada babi. Seperti yang diketahui, babi sendiri merupakan hewan yang amat rentan terhadap virus flu.

 

Faktor Risiko Flu Babi

Ada sebagian orang yang cukup rentan terhadap serangan flu, termasuk flu babi. Contohnya:

  • Berusia di bawah dua tahun atau di atas 65 tahun.

  • Sedang hamil.

  • Mengidap penyakit kronis, seperti asma, gangguan jantung, serta diabetes.

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya mengidap HIV.

  • Memiliki profesi sebagai pekerja medis, misalnya dokter dan perawat.

  • Mengalami obesitas.

Baca juga: Idap Flu Babi, Bisakah Diobati di Rumah?

 

Penyebab Flu Babi

Flu babi disebabkan oleh virus H1N1. Sama seperti virus infulenza lainnya, virus tersebut akan menyerang sel-sel pada dinding hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Penularan virus H1N1 juga serupa dengan virus influenza lain, misalnya dari pengidap yang bersin atau batuk. Jika tetesan ingus atau air liur dari pengidap tersebut menempel langsung pada permukaan mata, hidung, serta mulut. Hal yang perlu ditegaskan, flu babi ini tak bisa menular melalui konsumsi daging babi.

 

Gejala Flu Babi

Penyakit flu babi ini memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa, sehingga sulit untuk dikenali. Tak hanya itu, masa inkubasi flu babi juga tak jauh berbeda dengan flu biasa, yaitu 1-3 hari setelah pengidapnya terpapar virus flu babi. Berikut beberapa gejala yang umumya dialami oleh pengidap flu babi.

  • Pegal-pegal.

  • Sakit kepala.

  • Hidung tersumbat atau beringus.

  • Mata yang merah dan berair.

  • Sakit tenggorokan.

Baca juga: Termasuk Jenis Influenza, Kenapa Disebut Flu Babi?

 

Diagnosis Flu Babi

Untuk mendiagnosis flu babi, dokter akan mengamati gejala-gejala yang dirasakan oleh pasien. Mulai dari demam, nyeri otot, batuk, higga sesak napas. Di samping itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui ada atau tidaknya demam dan masalah pernapasan.

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui ada tidaknya virus flu babi di dalam tubuh pasien. Caranya adalah dengan mengambil sampel cairan tubuh (hidung atau tenggorokan).

 

Komplikasi Flu Babi

Flu babi yang tak ditangani depat tepat bisa menimbulkan beberapa komplikasi pada pengidapnya. Misalnya:

  • Gagal napas.

  • Menyebabkan pneumonia.

  • Menimbulkan gejala-gejala neurologis seperti kejang.

  • Memperburuk penyakit kronis yang diidap sebelumnya, seerti asma atau penyakit jantung.

 

Pengobatan Flu Babi

Umumnya flu dapat sembuh dengan sendirinya dan melakukan penanganan di rumah seperti:

  • Cukup beristirahat.

  • Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi.

  • Pastikan agar tubuh tetap hangat.

Obat-obatan juga mungkin akan diberikan oleh dokter jika dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk mengurangi intensitas gejala yang dialami oleh pasien. Obat-obatan yang bisa digunakan meliputi ibuprofen dan paracetamol.

Meski flu ini dapat sembuh dengan sendirinya atau dengan konsumsi obat, ada juga beberapa kasus flu babi yang harus segera ditangani di rumah sakit. Misalnya, pengidap flu babi yang punya risiko tinggi mengalami komplikasi. Dalam kasus seperti ini, dokter biasanya akan memberikan obat antivirus atau antibiotik bagi mereka yang berisiko tinggi.

Baca juga: Waspada, Ini 11 Tanda Anak Terkena Flu Babi

 

Pencegahan Flu Babi

Vaksin setidaknya dianjurkan dilakukan setahun sekali. Selain itu, pencegahan penularan bisa dilakukan dengan:

  • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun. Gunakan cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol jika perlu.

  • Hindari kontak langsung dengan pengidap sebisa mungkin.

  • Jangan bepergian jika sedang sakit.

  • Jika ada anggota keluarga yang mengidap flu, pastikan hanya salah satu keluarga yang merawatnya, sehingga anggota keluarga yang lain terhindar dari virus.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika flu babi yang dialami semakin memburuk, yakni ditandai dengan kondisi demam yang memburuk, kesulitan bernapas, muntah terus-menerus, hingga linglung dan kejang, segeralah periksakan diri ke dokter.

Referensi:
NIH. MedlinePlus. Diakses pada 2019.  H1N1 Flu (Swine Flu).
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Swine Flu (H1N1 flu).

Diperbarui pada September 2019