Flu Babi

Pengertian Flu Babi

Flu babi adalah istilah untuk salah satu jenis influenza yang disebabkan oleh virus H1N1. Istilah flu babi muncul karena galur virus penyebabnya mirip dengan virus influenza yang menyebabkan influenza pada babi.

Gejala Flu Babi

Masa inkubasi flu babi adalah sekitar 24 hingga 72 jam setelah pengidap terpapar oleh virus. Penyakit ini memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa sehingga sulit dikenali. Beberapa indikasi yang biasanya muncul meliputi:

  • Demam.
  • Kelelahan.
  • Pegal-pegal.
  • Sakit kepala.
  • Hidung tersumbat atau beringus.
  • Mata yang merah dan berair.
  • Sakit tenggorokan.
  • Batuk.

Pengidap flu umumnya tidak membutuhkan penanganan oleh dokter. Tetapi ada sebagian orang yang rentan mengidap komplikasi sehingga membutuhkan pemeriksaan oleh dokter, yaitu jika ia mengidap flu dan:

  • Berusia di bawah dua tahun atau di atas 65 tahun.
  • Sedang hamil.
  • Mengidap penyakit kronis, seperti asma, gangguan jantung, serta diabetes.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena mengidap HIV.
  • Memiliki profesi sebagai pekerja medis, misalnya dokter dan perawat.
  • Mengalami obesitas.

Penyebab Flu Babi

Flu babi disebabkan oleh virus H1N1. Sama seperti virus infulenza lainnya, virus tersebut akan menyerang sel-sel pada dinding hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Penularan virus H1N1 juga serupa dengan virus influenza lain, misalnya dari pengidap yang bersin atau batuk. Jika tetesan ingus atau air liur dari pengidap tersebut menempel langsung pada permukaan mata, hidung, serta mulut. Perlu diketahui bahwa virus ini tidak bisa menyebar melalui konsumsi daging babi.

Pengobatan Flu Babi

Umumnya flu dapat sembuh dengan sendirinya dan melakukan penanganan di rumah seperti:

  • Cukup beristirahat.
  • Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi.
  • Pastikan agar tubuh tetap hangat.

Obat-obatan juga mungkin akan diberikan oleh dokter jika dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk mengurangi intensitas gejala yang dialami oleh pasien. Contoh obatnya meliputi ibuprofen dan paracetamol.

Meski demikian, ada juga kasus-kasus flu babi yang membutuhkan penanganan di rumah sakit. Terutama jika pengidap memiliki risiko tinggi untuk mengalami komplikasi. Dokter biasanya akan memberikan obat antivirus atau antibiotik bagi mereka yang berisiko tinggi.

Pencegahan Flu Babi

Vaksin setidaknya dianjurkan dilakukan setahun sekali. Dan mencegah penularannya dengan:

  • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun. Gunakan cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol jika perlu.
  • Hindari kontak langsung dengan pengidap sebisa mungkin.
  • Jangan bepergian jika sedang sakit.
  • Jika ada anggota keluarga yang mengidap flu, pastikan hanya salah satu keluarga yang merawatnya sehingga anggota keluarga yang lain terhindar dari virus.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika flu babi yang dialami semakin memburuk, yakni ditandai dengan kondisi demam yang memburuk, kesulitan bernapas, muntah terus-menerus, hingga linglung dan kejang, segeralah berbicara dengan dokter.