
DAFTAR ISI
- Apa Itu Flutamol?
- Flutamol Obat untuk Penyakit Apa?
- Peringatan Sebelum Menggunakan Flutamol
- Dosis dan Aturan Pakai Flutamol
- Apa Kata Studi tentang Efektivitas Obat Kombinasi untuk Mengatasi Flu?
- Cara Menggunakan Flutamol dengan Benar
- Cara Menyimpan Obat Flutamol
- Efek Samping Flutamol
- Interaksi Flutamol
- Kontraindikasi Flutamol
- Kesimpulan
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- FAQ
Apa Itu Flutamol?
Flutamol obat apa? Flutamol adalah obat yang diformulasikan khusus untuk meredakan berbagai gejala flu yang sering mengganggu aktivitas sehari-hari.
Contohnya seperti demam, meredakan sakit kepala, hidung tersumbat, hingga bersin-bersin yang biasanya disertai batuk.
Obat Flutamol mengandung bahan aktif seperti paracetamol 500 mg, fenilpropanolamin HCL 15 mg, klorfeniramin maleat 2 mg, dan guaifenesin 50 mg.
Keempat bahan aktif tersebut menjadikan Flutamol pilihan yang tepat dan praktis untuk mengatasi keluhan flu, membantu tubuh terasa lebih nyaman, serta mempercepat pemulihan kondisi tubuh.
Produk Flutamol: Flutamol 10 Kaplet, Flutamol Sirup 60 ml, Flutamol P 10 Kapsul, Flutamol P Sirup 60 ml, dan Flutamol 4 Kaplet.
- Golongan: Obat analgesik dan antipiretik.
- Kategori: Obat bebas terbatas.
- Manfaat Flutamol: Meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin yang disertai batuk.
- Dapat digunakan oleh: Dewasa dan anak-anak, sesuai anjuran dokter.
- Flutamol untuk ibu hamil: Belum ada studi terkontrol tentang penggunaan Flutamol pada ibu hamil. Tanyakan pada dokter sebelum menggunakan obat ini.
- Flutamol untuk ibu menyusui: Kandungan klorfeniramin di dalam obat ini dapat terserap ke dalam ASI. Konsultasikan diri ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.
- Bentuk obat: Tablet, kaplet, dan sirup.
Flutamol Obat untuk Penyakit Apa?
Flutamol merupakan obat untuk mengatasi gejala flu:
- Demam.
- Sakit kepala.
- Batuk.
- Hidung tersumbat.
- Bersin-bersin.
Peringatan Sebelum Menggunakan Flutamol
Sebelum menggunakan Flutamol, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan:
- Beri tahu dokter jika kamu sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Beri tahu dokter jika kamu memiliki riwayat penyakit hati atau ginjal.
- Hindari menggunakan obat ini jika kamu memiliki alergi terhadap salah satu kandungan di dalamnya.
- Konsumsi obat sesuai dosis yang telah ditentukan. Hindari menggandakan atau mengurangi dosis tanpa pengawasan medis.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Flutamol jika memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, atau glaukoma.
- Flutamol dapat menyebabkan kantuk. Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin berat setelah mengonsumsi obat ini.
- Jika gejala tidak membaik setelah beberapa hari penggunaan, segera konsultasikan dengan dokter.
Selain Flutamol, ini Pilihan Obat Penurun Demam yang Ampuh untuk Orang Dewasa.
Dosis dan Aturan Pakai Flutamol
Setelah mengetahui flutamol obat apa, kamu juga perlu memahami dosis dan aturan pakainya. Penggunaan Flutamol harus sesuai dosis agar aman dan efektif untuk meredakan gejala flu. Berikut ini dosis umum penggunaan Flutamol:
- Dewasa: 1 kaplet, diberikan 3-4 kali sehari.
- Anak-anak usia 6-12 tahun: ½ kaplet, diberikan 3-4 kali sehari.
Fakta tentang Kandungan Obat Flutamol
1. Parasetamol berfungsi sebagai antipiretik dan analgesik, yang membantu menurunkan demam serta meredakan sakit kepala atau nyeri tubuh.
2. Fenilpropanolamin HCI bekerja sebagai dekongestan yang membantu meredakan hidung tersumbat dengan menyempitkan pembuluh darah di saluran hidung sehingga pernapasan menjadi lebih lega.
3. Klorfenamin. Merupakan antihistamin yang bekerja mengurangi reaksi alergi seperti bersin-bersin, hidung gatal, serta mata berair.
4. Guaifenesin. Sebagai ekspektoran, guaifenesin membantu mengencerkan dahak sehingga memudahkan pengeluaran dahak ketika batuk.
Apa Kata Studi tentang Efektivitas Obat Kombinasi untuk Mengatasi Flu?
Studi yang dipublikasikan oleh International Journal of Medical Science in Clinical Research and Review (2024), melihat efektivitas dan keamanan obat kombinasi yang terdiri dari paracetamol, fenilefrin, dan klorfeniramin maleat untuk mengatasi gejala flu pada bayi di India.
Penelitian dilakukan terhadap 415 bayi dengan memberikan obat dalam bentuk tetes oral selama lima hari. Hasilnya menunjukkan bahwa, gejala flu pada bayi menurun secara signifikan sejak hari pertama hingga hari kelima.
Penelitian ini juga menemukan bahwa 80 persen bayi sudah sembuh dari gejala flu, dan tidak ditemukan adanya efek samping serius. Kesimpulannya, obat kombinasi tersebut aman dan efektif digunakan untuk mengobati flu.
Cara Menggunakan Flutamol dengan Benar
Tak hanya memahami flutamol obat apa, berikut ini cara menggunakan Flutamol dengan benar:
- Telan tablet Flutamol dengan segelas air putih.
- Untuk bentuk cair, gunakan sendok takar yang disediakan.
- Jangan menggandakan dosis jika terlupa meminumnya.
Jangan keliru, Ini Bedanya Gejala Flu dengan Pilek.
Cara Menyimpan Obat Flutamol
Agar kualitas obat tetap terjaga, pastikan kamu menyimpannya dengan baik dan benar. Berikut ini caranya:
- Simpan produk pada suhu ruangan di bawah 30° Celsius. Letakkan produk di tempat kering dan jauh dari kelembapan.
- Hindari dari paparan sinar matahari langsung.
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak, supaya tidak berisiko tertelan.
- Tutup rapat kemasan obat setelah digunakan.
- Selalu pastikan tanggal kedaluwarsa obat, terutama sebelum kamu mengonsumsinya.
Yuk, cari tahu juga Ini 7 Cara Menangani Gejala Awal Flu.
Efek Samping Flutamol
Meski aman, Flutamol dapat menimbulkan efek samping, antara lain:
- Mengantuk.
- Sakit kepala.
- Gangguan pencernaan.
- Mulut kering.
Interaksi Flutamol
Obat Flutamol bisa berinteraksi dengan beberapa jenis obat, seperti:
- Obat dengan kandungan paracetamol lainnya, dapat menyebabkan overdosis yang memicu gangguan pada hati.
- Obat antikoagulan atau pengencer darah seperti warfarin.
- Obat penekan susunan saraf pusat.
- Alkohol dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.
Kontraindikasi Flutamol
Flutamol tidak boleh digunakan pada beberapa orang dengan kondisi berikut:
- Orang yang memiliki riwayat alergi terhadap kandungan Flutamol.
- Orang yang mengidap gangguan hati dan ginjal, hipertensi, glaukoma, hipertiroid, hipertrofi prostat, dan retensi urine.
- Ibu menyusui dan ibu hamil tanpa rekomendasi dokter.
- Anak di bawah 6 tahun tanpa rekomendasi dokter.
Kesimpulan
Obat Flutamol adalah obat yang dapat digunakan untuk meringankan gejala-gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin disertai batuk.
Namun, sebelum menggunakannya pastikan kamu membaca aturan pakai dan konsultasikan dengan dokter bila diperlukan, terutama pada ibu hamil dan menyusui.
Konsultasi dengan dokter spesialis paru kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Diperbarui pada 13 April 2026.
Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Pain Management Guidelines.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Diakses pada 2026. Pedoman Pengobatan Nyeri dan Demam.
WebMD. Diakses pada 2026. Acetaminophen (Paracetamol).
International Journal of Medical Science in Clinical Research and Review. Diakses pada 2026. Efficacy and Safety of the combination of Paracetamol, Phenylephrine, and Chlorpheniramine Maleate for the treatment of common cold in Indian infants.
Halodoc. Diakses pada 2026. Flutamol 10 Kaplet.
Pyridam Farma. Diakses pada 2026. Flutamol.
FAQ
1. Flutamol obat apa?
Flutamol adalah obat yang mengandung paracetamol, digunakan untuk meredakan demam, sakit kepala, nyeri ringan hingga sedang.
2. Flutamol 500 mg obat apa?
Flutamol 500 mg adalah obat dengan kandungan paracetamol 500 mg, digunakan untuk menurunkan demam serta meredakan gejala flu seperti demam.
3. Apakah flutamol bisa menyebabkan ketergantungan?
Flutamol tidak menyebabkan ketergantungan jika digunakan sesuai dosis yang dianjurkan.
4. Flutamol obat untuk penyakit apa?
Flutamol adalah obat yang efektif untuk meredakan gejala flu dan batuk, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, batuk, dan bersin-bersin.
5. Apakah Flutamol aman untuk ibu hamil?
Ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi Flutamol. Hal ini untuk memastikan keamanan dosis dan aturan pakai sesuai kondisi yang dialami ibu hamil.
6. Apakah flutamol menyebabkan kantuk?
Ya, Flutamol dapat menyebabkan kantuk karena mengandung antihistamin. Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsinya.
7. Bolehkah Flutamol diminum bersama obat lain?
Boleh, tetapi perlu berhati-hati. Hindari konsumsi bersamaan dengan obat lain yang mengandung paracetamol atau obat penenang tanpa konsultasi dokter.



