Folikulitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Folikulitis

Folikulitis merupakan kondisi yang ditandai dengan peradangan pada folikel rambut. Folikel rambut sendiri merupakan tempat tumbuhnya rambut, berupa lubang kecil yang terdapat di kulit kepala.

Meski kondisi medis ini umumnya tak berbaya, folikulitis yang tak ditangani bisa berdampak serius. Misalnya, menyebabkan bekas luka, bahkan hilangnya rambut secara permanen.

 

Faktor Risiko Folikulitis

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya folikulitis, meliputi:

  • Mengidap penyakit yang menurunkan kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS dan diabetes.

  • Mengenakan pakaian yang ketat, tidak menyerap panas dan keringat, serta sering menggunakan sarung tangan karet atau sepatu boots.

  • Menggunakan obat luar (krim) untuk jangka panjang, terutama krim yang mengandung kortikosteroid atau antibiotik (untuk pengobatan jerawat)

  • Memiliki jerawat atau radang pada kulit.

  • Berendam dalam bak air panas yang tidak bersih.

  • Kerusakan lapisan kulit akibat mencukur atau waxing rambut, serta gesekan dengan pakaian yang ketat.

Baca juga: Bikin Gatal, Kenali 3 Jenis Folikulitis

 

Penyebab Folikulitis

Folikulitis dapat disebabkan oleh infeksi pada folikel rambut atau kondisi kulit lainnya. Berikut beberapa kondisi yang bisa menyebabkan atau justru memperparah kondisi folikulitis.

  • Kondisi kulit lainnya, seperti dermatitis dan jerawat.

  • Virus, jamur, dan rambut yang tumbuh ke arah dalam (ingrown hair).

  • Luka akibat kecelakaan atau operasi.

  • Folikel rambut yang rusak atau tersumbat akibat tergesek dengan pakaian atau saat mencukur.

  • Penyebab utama folikulitis adalah infeksi folikel rambut dari bakteri yang ada pada kulit, antara lain Staphylococcus aureus.

 

Gejala Folikulitis

Pada folikel rambut yang mengalami peradangan akan muncul benjolan-benjolan kecil, seperti jerawat yang berisi nanah dan memiliki titik kuning pada bagian tengah. Benjolan tersebut terkadang pecah, kemudian mengering dan membentuk koreng. Berikut adalah beberapa gejala lain yang mungkin dirasakan oleh pengidap folikulitis :

  • Lepuhan berisi nanah yang nantinya akan pecah dan ditutupi dengan lapisan keras.

  • Peradangan dan kemerahan dalam kulit.

  • Kulit gatal atau terbakar.

  • Rasa nyeri pada kulit.

  • Benjolan besar yang membengkak.

Baca juga: Bikin Enggak Nyaman, Kenali Perbedaan Folikulitis dan Jerawat

 

Diagnosis Folikulitis

Diagnosis folikulitis dapat dilakukan dengan mengetahui riwayat penyakit dan melihat kondisi kulit pengidap. Jika dianggap perlu, dokter mungkin juga akan melakukan dermoskopi. Tindakan tersebut merupakan pemeriksaan kulit dengan alat seperti mikroskop, untuk menelisik kondisi kulit dengan lebih jelas.

Jika infeksi terus berlanjut meski pengidap telah menjalani pengobatan, dokter akan mengambil usapan kulit atau rambut yang terinfeksi untuk diperiksa di laboratorium dan menentukan penyebab infeksinya. Biopsi kulit dengan mengambil sampel kulit dilakukan jika dicurigai ada kondisi lain, tetapi jarang dilakukan.

 

Komplikasi Folikulitis

Meski kasusnya jarang terjadi, folikulitis bisa menimbulkan beberapa komplikasi seperti kebotakan permanen, terbentuknya bisul, rusaknya kulit secara permanen, hingga infeksi yang menyebar.

 

Pengobatan dan Efek Samping Folikulitis

Efek samping atau komplikasi yang dapat terjadi akibat folikulitis berulang-ulang, seperti:

  • Infeksi yang menyebar.

  • Bercak-bercak infeksi pada kulit yang meluas dan terasa gatal.

  • Rusaknya kulit hingga menyebabkan jaringan parut atau bekas luka, botak permanen, hingga kerusakan folikel.

  • Terbentuknya bisul-bisul di bawah lapisan kulit.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Folikulitis Bisa Sebabkan 6 Komplikasi Ini

 

Pencegahan Folikulitis

Untuk menghindari timbulnya folikulitis, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti:

  • Biasakan mencuci tangan dan kaki untuk menjaga kebersihan kulit usai bepergian atau beraktivitas.

  • Hindari berbagi handuk, pakaian, atau alat cukur.

  • Cuci handuk, pakaian, dan seprai dengan air panas atau dengan deterjen yang cukup.

  • Bila perlu, gunakan sabun antiseptik saat mandi.

  • Penggunaan sabun antiseptik memang dapat menyebabkan kulit kering. Siasati dengan menggunakan pelembap setelah mandi.

  • Cukur rambut sesuai arah tumbuhnya.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala yang disebutkan di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Folliculitis.
WebMD. Diakses pada 2019. What is Folliculitis?

Diperbarui pada 26 November 2019