Gangguan Memori

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gangguan Memori

Gangguan memori adalah kondisi ketika otak memiliki kesulitan untuk menyimpan, mengendalikan, dan mengingat kembali memori. Gangguan memori bisa berkembang menjadi lebih buruk, misalnya menyebabkan penyakit Alzheimer.

 

Faktor Risiko Gangguan Memori

Nyatanya, cukup banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang alami gangguan memori, antara lain:

  • Trauma otak (misalnya, operasi, dan cedera kepala).

  • Stroke.

  • Penggunaan alkohol yang berlebihan.

  • Faktor risiko untuk gangguan kognitif ringan (MCI), ini termasuk tekanan darah tinggi (hipertensi), dan diabetes.

  • Orang dengan tingkat pendidikan, olahraga fisik dan mental, dan sosialisasi yang rendah.

  • Orang dengan mutasi gen APOE (apolipoprotein E) juga memiliki risiko tinggi untuk terkena gangguan terkait memori.

Baca juga: 5 Tips Cegah Gangguan Memori di Usia Muda Hingga Tua

 

Penyebab Gangguan Memori

Gangguan memori yang dialami seseorang bisa berkaitan dengan gangguan pada otak yang disebabkan karena:

  • Demensia, umum terjadi pada usia tua (>40 tahun) merupakan sebuah gangguan penurunan fungsi otak, seperti daya ingat, kemampuan berpikir, memahami sesuatu, dan lain-lain.

  • Alzheimer, umum terjadi pada mereka yang berusia lanjut dan merupakan sebuah gangguan otak yang ditandai dengan penurunan fungsi otak.

  • Gangguan memori.

  • Anemia berat.

  • Efek samping obat.

  • Stress akibat informasi berlebihan pada otak.

 

Gejala Gangguan Memori

Gejala yang umum dari gangguan memori:

  • Konfabulasi (misalnya, memori ciptaan atau memori asli teringat secara berurutan).

  • Linglung.

  • Depresi.

  • Kesulitan mengatasi tugas sehari-hari, seperti mengerjakan neraca buku tabungan, memenuhi janji pertemuan, ataupun menyiapkan makanan.

  • Melupakan orang, fakta, dan kejadian yang sebelumnya diketahui dengan baik.

  • Tersesat atau salah menaruh barang.

  • Semakin kesulitan dalam mengikuti petunjuk atau melakukan pendekatan tahap demi tahap untuk tugas familiar.

  • Lekas marah.

  • Masalah bahasa, seperti mencampur kata-kata atau kesulitan mengingat kata.

  • Gangguan neurologis (misalnya, tremor atau gerakan tidak terkoordinasi).

  • Performa buruk dalam tes memori.

  • Mengulangi cerita dan/atau pertanyaan yang sama.

Baca juga: Mulai Pikun, Adakah Cara Agar Tidak Mudah Lupa?

 

Diagnosis Gangguan Memori

Dokter akan mengumpulkan informasi mengenai riwayat medis seseorang, termasuk di antaranya tentang penggunaan obat-obatan yang diresepkan dan yang dijual bebas, pola makan, riwayat kesehatan di masa lalu, dan kesehatannya secara umum. Oleh karena itu, diagnosis yang tepat akan tergantung pada pengumpulan rincian data ini dengan akurat, lalu dokter juga dapat bertanya kepada anggota keluarga untuk informasi mengenai orang tersebut.

Tes darah dan urine dapat dilakukan untuk membantu dokter menemukan masalah apapun.Selain itu, tes kemampuan mental (tes memori, pemecahan masalah, berhitung, dan bahasa) juga dilakukan untuk mendiagnosisnya.

CT scan otak dapat membantu dokter menemukan penyebabnya. Scan juga dapat menunjukkan tanda-tanda perubahan normal pada otak terkait usia. Sangat mungkin juga dilakukan scan di kemudian hari guna melihat perubahan lebih lanjut pada otak.

 

Komplikasi Gangguan Memori

Penting diingat bahwa juga terdapat beberapa efek samping atau komplikasi pada gangguan memori, antara lain dapat menyebabkan :

  • Depresi.

  • Enggan melakukan kegiatan normalnya.

  • Perubahan sikap dan perilaku.

  • Perubahan pola tidur.

  • Sulit berkomunikasi.

  • Menarik diri dari keluarga dan lingkungan.

 

Pengobatan Gangguan Memori

Gangguan terkait memori atau ingatan dapat ditangani dengan beberapa cara atau pendekatan yang dilakukan oleh psikiater dan psikolog klinis. Ada tiga pendekatan, yaitu:

  • Pendekatan behavioral. Melalui strategi modifikasi perilaku untuk melihat kebiasaan yang tidak sesuai dan menggantinya dengan yang sesuai. Selain itu, pendekatan ini juga dapat digunakan untuk mengembangkan cara efektif untuk menggunakan ingatan.

  • Pendekatan psikodinamika. Dalam pendekatan ini, terapis memakai asosiasi bebas. Pengidap akan diminta untuk bercerita mengenai hal apapun yang segera muncul di pikiran tanpa berpikir lebih jauh dan merasa bersalah, sehingga dapat membuka ingatan yang terpendam atau tertekan dalam pikirannya.

  • Pendekatan dengan teknik hypnosis. Teknik ini dilakukan untuk mengungkap ingatan yang tertekan atau terpendam. Teknik ini digunakan karena tidak semua orang dapat dan mau menceritakan pengalaman yang tersimpan dengan rapat dalam keadaan sadar. Selain itu, teknik yang mirip dengan hipnosis adalah narcoanalysis. Teknik tersebut akan menggunakan obat Sodium Pentothal untuk menemukan ingatan dan menyelidiki ingatan yang ditekan.

Jenis pengobatan akan ditentukan tergantung pada penyebabnya. Dalam banyak kasus, pengobatan dapat berkebalikan dari penyebabnya. Contohnya, kehilangan ingatan akibat obat-obatan dapat diatasi dengan permberian obat jenis lain. Suplemen gizi juga bermanfaat untuk melawan kehilangan memori yang disebabkan oleh kekurangan gizi. Selain itu, mengobati depresi dapat memperbaiki memori jika depresi merupakan penyebabnya. Dalam beberapa kasus, untuk pengidap yang memiliki stroke, maka terapi dapat membantunya untuk mengingat bagaimana cara melakukan tugas tertentu seperti berjalan atau menali sepatu.

Pengobatan yang dikhususkan untuk kondisi ini sangat penting bagi orang yang memiliki gangguan memori. Contohnya, tersedia obat untuk mengobati masalah gangguan memori terkait penyakit Alzheimer, dan obat untuk membantu menurunkan tekanan darah dapat membantu mengurangi risiko lebih banyak kerusakan otak akibat demensia terkait tekanan darah tinggi.

Baca juga: Sama-Sama Bikin Lupa, Ini Bedanya Amnesia, Demensia, dan Alzheimer

 

Pencegahan Gangguan Memori

Untuk membantu menambah daya ingat, buatlah planner atau jadwal akan semua kegiatan kamu, buat, dan lakukan checklist pada pekerjaan. Selain itu, buatlah juga jadwal kehidupan sehari-hari, seperti lakukan olahraga baik fisik maupun otak. Misalnya menyelesaikan teka-teki silang, makan nutrisi seimbang, cukup istirahat, dan relaksasi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala atau keluhan seperti di atas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Penanganan yang tepat nyatanya dapat mengurangi akibat yang ditimbulkan dari kondisi ini. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Memory Loss.
Web MD. Diakses pada 2019. Forgetfulness: It's Not Always What You Think.
Health Communities. Diakses pada 2019. Memory Problems.

Diperbarui pada 6 September 2019