Gawat Janin

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gawat Janin

Gawat janin adalah kondisi kekurangan oksigen atau kekurangan asupan nutrisi di dalam kandungan. Dalam dunia medis, kondisi ini juga dikenal dengan sebutan fetal distress.

 

Faktor Risiko Gawat Janin

Gawat janin bisa terjadi bila janin tidak menerima cukup oksigen, sehingga mengalami hipoksia. Kondisi ini dapat terjadi secara kronik (dalam jangka waktu lama) atau akut. Adapun janin yang berisiko tinggi untuk mengalami kegawatan (hipoksia), meliputi:

  • Janin yang pertumbuhannya terhambat.

  • Janin dari ibu dengan diabetes.

  • Janin pre-term dan post-term.

  • Janin dengan kelainan letak.

  • Janin kelainan bawaan atau infeksi.

 

Penyebab Gawat Janin

Penyebab utama gawat janin adalah pasokan oksigen yang kurang pada janin (hipoksia janin). Kondisi ini dapat terjadi terkait dengan keadaan ibu atau janin sendiri.  Kondisi yang terkait dengan janin, meliputi:

  • Berat badan janin yang rendah (intrauterine growth restriction/IUGR), yaitu ketika berat janin kurang dari persentil 10 dari berat badan normal dalam usia kehamilan yang sama.

  • Pasokan oksigen melalui tali pusat berkurang. Salah satu penyebabnya adalah oligohidramnion, yaitu cairan ketuban yang terlalu sedikit.

  • Mengalami sindrom aspirasi mekonium. Sindrom ini bisa mengakibatkan iritasi pada paru-paru janin, infeksi, serta menghalangi jalan napas janin.

Sedangkan gawat janin yang dipengaruhi oleh kondisi pada ibu, di antaranya:

  • Masa kehamilan lebih dari 42 minggu.

  • Memiliki penyakit anemia, diabetes, tekanan darah tinggi saat kehamilan, atau preeklamsia.

  • Kehamilan pada usia di atas 35 tahun.

  • Kehamilan dengan janin kembar atau lebih.

Baca juga: Ketahui Kondisi Air Ketuban Tidak Normal saat Hamil

 

Gejala Gawat Janin

Merasakan gerakan bayi dalam perut ibu merupakan suatu hal yang membahagiakan. Ini juga bisa menjadi penanda bahwa keadaan bayi dalam rahim sedang baik-baik saja. Oleh karena itu, rasakan dengan baik setiap gerakan yang dibuat oleh bayi.

Menjelang waktu kelahiran, ibu akan semakin merasakan setiap perubahan dari gerakan yang dihasilkan bayi. Hal ini normal karena bayi yang semakin bertambah besar jadi memiliki ruang gerak yang lebih sedikit dalam rahim ibu.

Janin yang sehat memiliki detak jantung yang stabil dan dapat menanggapi rangsangan dengan gerakan yang tepat. Sedangkan bayi yang sedang mengalami kondisi gawat janin, dapat menunjukkan tanda-tanda, seperti:

  • Detak jantung yang menurun.

  • Gerakan bayi yang menurun atau bahkan tidak bergerak sama sekali.

Penting bagi ibu untuk memperhatikan jumlah tendangan bayi. Banyak dokter merekomendasikan bahwa normalnya ibu merasakan tendangan bayi sebanyak 10 tendangan dalam waktu dua jam.

Jika ibu merasakan ada perubahan gerak yang bersifat negatif dari bayi, sebaiknya segera hubungi bidan atau dokter. Dokter mungkin akan memeriksa detak jantung bayi ibu dan melakukan USG untuk mengetahui pertumbuhan bayi.

Baca juga: Ini Fakta Tendangan Bayi dalam Kandungan

 

Diagnosis Gawat Janin

Berikut pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis gawat janin:

  • Pemeriksaan USG Doppler. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mendeteksi denyut jantung janin (DJJ). DJJ normal berkisar antara 120-160. Pada kondisi gawat janin, DJJ kurang dari 120 kali per menit atau 160 kali per menit.

  • Pemeriksaan cardiotocography (CTG). Melalui pemeriksaan ini, dapat diketahui respons DJJ terhadap pergerakan janin dan kontraksi rahim ibu. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi kondisi gawat janin lebih dini dibandingkan dengan USG Doppler.

  • Biometri janin. Pemeriksaan biometri janin diukur melalui USG. Bila hasil pemeriksaan biometri menunjukkan ukuran janin lebih kecil dari yang seharusnya, itu bisa menandakan adanya gangguan plasenta yang mendasari terjadinya gawat janin.

 

Pengobatan Gawat Janin

Penanganan kondisi gawat janin tergantung pada penyakit yang menyebabkannya, usia kehamilan, dan berat badan janin. Namun, secara umum, jika kondisi gawat janin terjadi, sebisa mungkin dokter akan melakukan tindakan pengakhiran kehamilan dengan cara operasi Caesar atau induksi persalinan. Ini sebisa mungkin dilakukan dalam waktu satu jam setelah kondisi gawat janin terdeteksi.

Jika gawat janin menyebabkan bayi terhirup mekonium (feses bayi baru lahir), segera setelah bayi lahir, dokter harus langsung membersihkan saluran pernapasan bayi. Tindakan ini dapat dilakukan dengan alat pengisap (suction) dan memasang alat bantu pernapasan (ventilator) bila diperlukan. Gawat janin yang tidak diatasi dapat menyebabkan kematian pada janin.

 

Pencegahan Gawat Janin

Sebagian kasus gawat janin dapat dideteksi dini. Oleh karena itu, untuk mencegahnya, sebaiknya ibu hamil melakukan kontrol rutin ke dokter dengan membawa buku kontrol agar kehamilan dapat terpantau dengan baik.

Baca juga: Pentingnya Tes USG Saat Hamil

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika ibu hamil mengalami gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera diskusikan ke dokter.

Referensi:
American Pregnancy Association. Diakses pada 2019. Fetal Distress: Diagnosis, Conditions & Treatment.
MSD Manuals. Diakses pada 2019. Fetal Distress - Women's Health Issues.

Diperbarui pada 6 September 2019