Geriatri

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Apa itu Geriatri?

Dalam dunia medis, geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada penanganan, diagnosis, serta pencegahan penyakit dan gangguan kesehatan yang menyerang kalangan lansia. Geriatri berasal dari bahasa Yunani, geron yang berarti orang tua, dan teria yang artinya penanganan terhadap penyakit. Seperti yang diketahui bersama, saat seseorang memasuki usia senja, maka ia mengalami banyak masalah kesehatan.

Mereka akan mengalami beberapa masalah seperti menurunnya kualitas penglihatan, pendengaran, tubuh yang jadi mudah lelah, kehilangan ketajaman pikiran, bahkan penyakit diabetes dan jantung. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2016 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penduduk lansia di seluruh Indonesia mencapai sekitar 22,5 juta jiwa.

Faktanya, orang lanjut usia memiliki kebutuhan perawatan kesehatan khusus yang pasti berbeda dengan orang dewasa. Hal ini membuat perawatan medis mereka menjadi lebih rumit. Selain itu, orang lanjut usia biasanya memiliki masalah kesehatan yang lebih dari satu, seperti penyakit jantung, diabetes, radang sendi, penyakit Alzheimer, atau tekanan darah tinggi. Kondisi ini membuat perawatan untuk lansia menjadi rumit dan oleh karenanya dokter geriatri sangat dibutuhkan untuk menangani kondisi yang kompleks ini.

Salah satu tugas yang diemban oleh dokter geriatri adalah meresepkan obat yang tepat. Salah satu obat mungkin berguna mengobati satu masalah kesehatan. Namun, di sisi lain ia menyebabkan kesehatan lain yang lebih buruk. Selain itu, meresepkan terlalu banyak obat juga tidak baik karena menimbulkan efek samping, kemungkinan munculnya interaksi obat, atau membuat kinerja ginjal menjadi semakin berat.

Baca juga: Sering Pelupa, Coba Cari Tahu 7 Gejala Alzheimer

 

Apa Saja Tugas Dokter Geriatri?

Dokter geriatri bertugas menjaga kesehatan lansia dengan cara mencegah timbulnya penyakit, sekaligus membantu mengatasi masalah kesehatan yang timbul. Umumnya, dokter geriatri akan dibantu oleh tim medis, termasuk perawat, ahli farmasi, ahli gizi, terapis, dan psikiater yang terlatih khusus untuk membantu lansia untuk tetap sehat.

Kondisi penyakit pada lansia menyebabkan gangguan pada daya ingat, kesulitan menahan buang air, tubuh semakin lemah, atau mengalami gangguan kesehatan akibat efek samping pengobatan. Oleh karena itu, lansia kerap kali mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas harian, termasuk makan, mandi atau berganti pakaian.

Dokter geriatri bersama tim medis lainnya umumnya memahami bahwa penanganan lansia perlu dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari melakukan evaluasi penyakit yang pernah diidap hingga rencana perawatan yang tepat. Hal ini diperlukan kerjasama antara keluarga atau perawat khusus lansia.

Baca juga: Siapakah yang Membutuhkan Home Care?

 

Penyakit yang Umum Menyerang Lansia

Berikut ini beberapa gangguan kesehatan utama yang sering dialami para lansia yang dapat ditangani oleh dokter geriatri:

  • Penyakit Jantung. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kematian pada lansia. Faktor penyebabnya adalah kondisi hipertensi dan kolesterol tinggi. Penyakit ini bisa dicegah sejak usia muda, yaitu dengan cara mengonsumsi makanan sehat bergizi berimbang, olahraga, mencegah stres, dan istirahat cukup. Cara tadi bisa diterapkan kepada pasien lansia dengan bantuan keluarga atau perawat.

  • Radang Sendi. Sudah sangat umum bahwa pasien lansia tidak memiliki kondisi fisik yang prima lagi. Banyak di antara mereka yang mengalami radang sendi, sehingga aktivitasnya terganggu. Penting untuk berdiskusi ke dokter untuk mendapat perawatan dan penanganan yang tepat.

  • Demensia. Selain gangguan yang membuat kondisi fisik lansia lemah, tidak jarang juga para lansia mengalami gangguan mental atau saraf, termasuk demensia. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan ingatan, berpikir, dan tingkah laku yang kemudian berpengaruh pada aktivitas sehari-hari.

  • Diabetes. Semakin bertambah usia, mengendalikan kadar gula darah menjadi semakin penting. Dalam jangka panjang, efek diabetes yang mungkin saja sudah muncul sejak usia muda akan mulai semakin terasa, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kesemutan kaki, hingga kebutaan.

Baca juga: Ini 4 Tips Jaga Tekanan Darah Normal untuk Lansia

 

Referensi:
MSD Manuals. Diakses pada 2019. Introduction to Geriatrics.
American Geriatrics Society. Diakses pada 2019. About Geriatrics.

Diperbarui pada 6 September 2019