• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hematoma

Hematoma

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
hematoma

Pengertian Hematoma

Hematoma merupakan kondisi adanya kumpulan darah yang tidak normal di luar pembuluh darah. Gangguan ini dapat terjadi pada dinding pembuluh darah, arteri, vena, hingga kapiler, sehingga darah bocor ke jaringan yang tidak seharusnya.

Kondisi ini bisa hanya seukuran titik kecil, tetapi bisa juga berukuran besar yang akhirnya menimbulkan pembengkakan secara signifikan. Hematoma juga akan menyebabkan iritasi dan peradangan. Masalah ini juga dapat menyebabkan pendarahan berkelanjutan dan bahkan kebocorannya lebih besar jika terus dibiarkan.

Orang awam sering mengartikan kondisi ini dengan kondisi memar atau lebam. Padahal, hematoma menggambarkan kondisi yang jauh lebih serius. Sebab, penumpukan darah akibat hematoma bisa menimbulkan bengkak dan bisa terjadi di semua bagian tubuh. Maka dari itu, pemeriksaan segera perlu dilakukan agar masalah ini dapat ditangani dengan cepat.

Hematoma terbagi menjadi beberapa jenis dan diberi nama berdasarkan lokasinya. Berikut beberapa jenisnya:

  • Hematoma subdural: hematoma antara jaringan otak dan lapisan dalam otak.
  • Hematoma epidural tulang belakang: hematoma antara tulang belakang dan lapisan luar sumsum tulang belakang.
  • Hematoma epidural intrakranial: hematoma antara tengkorak dan lapisan luar otak.
  • Hematoma subungual: hematoma di bawah kuku.
  • Hematoma intra-abdominal, peritoneal, atau retroperitoneal: hematoma di dalam rongga perut.
  • Hematoma telinga atau aural: hematoma antara tulang rawan telinga dan kulit di atasnya.
  • Hematoma limpa: hematoma di dalam limpa.
  • Hematoma hati: hematoma di dalam hati.

Penyebab Hematoma

Penyebab paling umum terjadinya hematoma adalah cedera atau trauma pada pembuluh darah. Gangguan ini dapat terjadi karena adanya kerusakan pada pembuluh darah yang merusak dinding pembuluh darah, bahkan jika hanya kerusakan kecil. Berbagai hal yang dapat menjadi penyebab hematoma adalah:

  • Kecelakaan.
  • Terjatuh.
  • Cedera pada kepala.
  • Patah tulang.
  • Operasi.
  • Prosedur medis atau gigi invasif (biopsi dan kateterisasi jantung).
  • Suntikan obat. 
  • Terkadang, hematoma dapat terjadi secara spontan tanpa diketahui penyebab yang bisa diidentifikasi atau tidak diketahui cedera dan trauma yang dialami. Selain itu, obat pengencer darah tertentu juga dapat meningkatkan risiko pembentukan dari gangguan akibat kebocoran darah ini.

 Faktor Risiko Hematoma

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hematoma pada seseorang, yaitu:

  • Usia yang sudah tua.
  • Alami gangguan perdarahan, seperti hemofilia.
  • Mengidap trombositopenia, atau jumlah rendah dari jenis sel darah yang membantu menghentikan pendarahan.
  • Gangguan konsumsi alkohol.
  • Alami penyakit hati atau kerusakan hati.
  • Kekurangan vitamin C atau K.
  • Mengidap penyakit anemia aplastik.
  • Mengidap aneurisma.
  • Alami infeksi virus yang parah.
  • Terserang kanker darah.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan risiko hematoma.

Gejala Hematoma

Seseorang yang mengalami hematoma bisa menimbulkan berbagai gejala yang berbeda-beda. Gejala yang dirasakan bisa tergantung dari ukuran, lokasi, dan kondisi hematoma yang diidap. Berikut beberapa gejala yang dapat ditimbulkan, yaitu:

  • Hematoma subdural: sakit kepala, masalah neurologis (kelemahan di satu sisi atau kesulitan berbicara), kebingungan, dan kejang.
  • Hematoma epidural: nyeri punggung, tubuh yang lemah, kehilangan kontrol usus atau kandung kemih.
  • Hematoma subungual: nyeri kuku, kelemahan kuku, kuku rontok, dan kuku rusak.
  • Hematoma limpa, hati, atau peritoneal: nyeri perut dan nyeri pinggang.

Terkadang gejala dari gangguan ini tidak timbul sama sekali meskipun masalah yang terjadi terbilang parah. Contohnya, perdarahan pada rongga perut. Gangguan ini tidak menimbulkan gejala karena hematoma dapat menyebar di ruang yang bebas tanpa menekan organ lainnya yang dapat menimbulkan gejala.

Diagnosis Hematoma

Awalnya, dokter akan melakukan wawancara medis seputar gejala yang kamu alami hingga riwayat penyakit yang pernah diidap. Setelah melihat adanya gejala hematoma, barulah dokter akan melakukan pemeriksaan fisik di lokasi terjadinya hematoma. Dokter juga dapat melakukan tes hitung darah lengkap, panel koagulasi, dan tes hati untuk menilai kondisi dasar yang bergantung pada situasinya.

Beberapa pemeriksaan pencitraan juga perlu dilakukan untuk mendiagnosis hematoma di dalam tubuh, seperti:

  • CT scan pada kepala untuk mendiagnosis hematoma subdural.
  • CT scan pada abdomen untuk mendeteksi hematoma di rongga perut (intra-abdominal, hati, limpa, retroperitoneal, peritoneal).
  • Magnetic resonance imaging (MRI) yang lebih ampuh dalam mendeteksi hematoma epidural daripada CT scan.

Pengobatan Hematoma

Pada beberapa kasus hematoma tidak membutuhkan pengobatan apa pun. Sebab, tubuh dapat menyerap kembali darah tersebut. Selain itu, pengobatan dari gangguan ini perlu disesuaikan dengan lokasi dan tingkat keparahannya. Berikut beberapa cara untuk mengobatinya:

  • Mengompres dengan es batu. Tempelkan kompres es yang dibungkus handuk ke area yang alami hematoma selama 10 hingga 15 menit selama beberapa kali per hari. 
  • Pembalutan atau penekanan untuk menghentikan perdarahan dan mengatasi pembengkakan.
  • Melakukan elevasi (mengangkat organ tubuh lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah ke area yang mengalami perdarahan).

Komplikasi Hematoma

Hematoma perlu mendapatkan penanganan segera. Sebab, jika dibiarkan bisa memicu kondisi medis lainnya, seperti pembengkakan atau peradangan. Kondisi inilah yang akan menyebabkan beberapa komplikasi seperti:

  • Infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini pada area darah yang terkumpul.
  • Rusaknya otot secara permanen. Kondisi ini bisa terjadi bila hematoma terjadi di rongga kepala dan menekan saraf di otak, sehingga meningkatkan tekanan intrakranial. Jika dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan otak hingga kelumpuhan atau penurunan kesadaran.
  • Menimbulkan iritasi pada organ dan jaringan tubuh.

Pencegahan Hematoma

Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah hematoma. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risikonya, yaitu:

  • Hindari alami jatuh, terutama pada seseorang yang mengonsumsi obat pengencer darah.
  • Perhatikan furnitur dan sudut-sudut rumah agar ramah pada anak-anak yang rentan terjatuh dan alami cedera ringan.
  • Menghindari olahraga dengan kontak tinggi.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala-gejala di atas, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat. Ingat, penanganan yang cepat dan efektif bisa meningkatkan peluang kesembuhan.

Kamu juga bisa memeriksakan diri dengan membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, kamu bisa melakukan pemesanan untuk pemeriksaan ini hanya menggunakan smartphone. Segera gunakan aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
MedicineNet. Diakses pada 2022. Hematoma.
Rxlist. Diakses pada 2022. Hematoma.
Medical News Today. Diakses pada 2022. Hematoma: Everything you need to know.

Diperbarui pada 29 April 2022