Hematoma

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Hematoma

Hematoma merupakan kondisi adanya darah yang tidak normal di luar pembuluh darah. Kumpulan darah ini bisa berukuran setitik kecil, tapi bisa juga berukuran besar dan menyebabkan pembengkakan. Hematoma juga akan menyebabkan iritasi dan peradangan.

Orang awam sering mengartikan hematoma dengan kondisi memar atau lebam. Padahal, hematoma menggambarkan kondisi yang jauh lebih serius. Sebab, penumpukan darah akibat hematoma bisa menimbulkan bengkak. Tidak seperti lembam atau memang yang umumnya menggambarkan kondisi yang lebih ringan.

 

Faktor Risiko Hematoma

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap hematoma. Contohnya, aneurisma atau pelebaran yang abnormal pada pembuluh darah. Selain itu, pengunaan obat-obatan tertentu dan kondisi medis tertentu juga bisa menjadi faktor pemicunya. Contohnya, penyakit anemia aplastik atau infeksi virus.

Baca juga: Hati-Hati, Ini Komplikasi Akibat Hematoma

 

Penyebab Hematoma

Hematoma bisa disebabkan oleh trauma atau cedera yang terjadi karena kecelakaan, terjatuh, cedera kepala, dan patah tulang. Selain itu, hematoma juga bisa disebabkan oleh bersin yang terlalu keras, luka tembak, dan terkilirnya lengan atau kaki. Beberapa hal yang meningkatkan seseorang terkena hematoma adalah:

  • Obat pengencer darah, sebab bisa menyebabkan potensi perdarahan mendadak, bahkan dapat memperparah kondisi hematoma.

  • Cedera seperti keretakan tulang

  • Kehamilan dan melahirkan

 

Gejala Hematoma

Seseorang yang mengalami hematoma bisa menimbulkan berbagai gejala. Gejala yang dirasakan bergantung dari ukuran, lokasi, dan kondisi hematoma yang diidap. Berikut beberapa gejala yang umumnya pengidapnya alami:

  • Pembengkakan di area hematoma.

  • Warna kemerahan pada bagian tubuh yang muncul hematoma.

  • Arena munculnya hematoma bila disentuh akan terasa sakit dan terasa lebih hangat.

Baca juga: Waspada, Epidural Hematoma Dapat Menyerang Tulang

 

Diangnosis Hematoma

Pertama-tama dokter akan melakukan wawancara medis seputar gejala yang dialami pasien hingga riwayat penyakit yang pernah diidap. Setelah melihat adanya gejala hematoma, barulah dokter akan melakukan pemeriksaan fisik di lokasi terjadinya hematoma.

Selain pemeriksaan fisik, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan penunjang untuk membantu menelisik lebih jauh kondisi pasien. Misalnya, menggunakan CT scan untuk mengetahui hematoma pada otak atau rongga perut. Selain CT scan, ada pula foto Rotgen untuk mengetahui ada-tidaknya fraktur tulang yang menyebabkan hematoma.

 

Komplikasi Hematoma

Hematoma yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu kondisi medis lainnya, seperti pembengkakan atau peradangan. Kondisi inilah yang akan menyebabkan komplikasi seperti

  • Infeksi, infeksi bakteri ini bisa tubuh pada darah yang terkumpul.

  • Rusaknya otot secara permanen. Kondisi ini bisa terjadi bila hematoma terjadi di rongga kepala dan menekan saraf di otak (meningkatkan tekanan intrakranial). Kondisi ini bisa berujung pada kerusakan otak, sehingga menyebabkan kelumpuhan atau penurunan kesadaran.

  • Iritasi, kondisi ini bisa terjadi pada organ dan jaringan tubuh.

Baca juga: Sering Minum Obat Pengencer Darah, Benarkah Rentan Alami Hematoma?

 

Pengobatan Hematoma

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hematoma. Hal yang perlu digarisbawahi, pengobatan ini dilakukan sesuai dengan tingkat lokasi dan keparahan hematoma. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hematoma.

  • Mengompres dengan es batu.

  • Pembalutan atau penekanan untuk menghentikan perdarahan dan elevasi (mengangkat organ tubuh lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah ke area yang mengalami perdarahan).

 

Pencegahan Hematoma

Untuk mencegah hematoma cobalah berhati-hati ketika melakukan aktivitas seperti olahraga atau kegiatan lainnya. Tujuannya adalah untuk menghindari cedera yang bisa memicu terjadinya hematoma.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala-gejala di atas, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat. Ingat, penanganan yang cepat dan efektif bisa meningkatkan peluang kesembuhan.

Referensi:
MedicineNet. Diakses pada 2019. Hematoma.

Diperbarui pada September 2019