Hernia Nukleus Pulposus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Hernia Nukleus Pulposus

Hernia nukleus pulposus (HNP) atau herniated disc adalah kondisi ketika salah satu bantalan atau cakram (disc) tulang rawan dari tulang belakang menonjol keluar dan menjepit saraf. Penyakit ini sering disebut oleh orang awam sebagai saraf terjepit.

 

Gejala Hernia Nukleus Pulposus

Tidak semua pengidap HNP merasakan gejala tertentu dan hanya mengetahuinya saat melakukan tes pemindaian. Akan tetapi, sebagian besar pengidap biasanya mengalami gejala yang berupa:

Nyeri pada kaki atau bahu dengan intensitas yang dapat meningkat saat batuk, bersin, ataupun bergerak dalam posisi tertentu. Melemahnya fungsi otot, sehingga menurunkan kemampuan pengidap dalam bergerak, membungkuk, ataupun memindahkan barang.

Beberapa titik anggota tubuh mengalami sensasi kesemutan atau kaku. Biasanya di sekitar punggung, bahu, tangan, tungkai, dan kaki. Gejala-gejala tersebut terkadang dirasakan juga oleh pengidap nyeri punggung ringan akibat keseleo atau terpelintir. Dianjurkan untuk menemui dokter bila seseorang merasakan gejala di atas agar bisa diketahui penyebabnya.

 

Penyebab Hernia Nukleus Pulposus

Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya HNP adalah sebagai berikut:

  1. Riwayat trauma
  2. Riwayat pekerjaan yang perlu mengangkat beban berat, duduk, dan mengemudi  dalam waktu lama.
  3. Sering membungkuk.
  4. Posisi tubuh saat berjalan.
  5. Proses degeneratif (usia 30—50 tahun).
  6. Struktur tulang belakang.
  7. Kelemahan otot-otot perut, dan tulang belakang.

 

Faktor Risiko Hernia Nukleus Pulposus

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hernia nukleus pulposus, seperti:

  • Genetika. Kondisi yang diturunkan dari salah satu anggota keluarga yang memiliki riwayat HNP.
  • Obesitas. Penekanan pada tulang punggung dikarenakan berat tubuh berlebih.
  • Merokok. Asap rokok dapat menurunkan kadar oksigen di cakram dan meningkatkan risiko pengikisan tulang punggung.
  • Mengangkat beban berat. Seseorang yang sering mengangkat atau mendorong beban berat secara berulang dengan postur tubuh yang salah, berpotensi mengalami HNP.

 

Diagnosis Hernia Nukleus Pulposus

Dokter biasanya dapat menentukan diagnosis penyakit HNP dari gejala dan riwayat penyakit. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk memeriksa postur tubuh, refleks, kekuatan otot, kemampuan berjalan, dan sensasi dari alat gerak, seperti nyeri, kesemutan ataupun baal.

Pemeriksaan penunjang untuk memberikan gambaran tulang dan otot tulang belakang dan menunjukkan area yang rusak. Tes meliputi: sinar X, CT scan, MRI, dan discograms.

 

Pengobatan dan Efek Samping Hernia Nukleus Pulposus

Pengobatan hernia nukleus pulposus (HNP) bervariasi dari yang konservatif sampai operasi. Pengobatan tergantung dari seberapa parah gejala dan seberapa jauh cakram menonjol keluar. Kebanyakan pengidap HNP akan membaik dengan melakukan program latihan, meliputi peregangan dan penguatan tulang belakang dan otot sekitarnya.

Sebaiknya, pengidap juga menghindari posisi yang membuat nyeri dan menghindari mengangkat beban berat. Namun, tetaplah berusaha aktif karena tidak aktif dapat menyebabkan kelemahan otot dan kekakuan sendi.

Obat anti nyeri yang dijual bebas biasanya dapat membantu. Dokter dapat memberikan obat yang lebih kuat, seperti obat pelemas otot, obat penahan nyeri golongan narkotika, ataupun obat sakit saraf.

Operasi dapat dilakukan jika gejala tidak membaik dalam waktu 6 minggu atau ketika hernia memengaruhi fungsi kerja otot. Dokter akan mengambil cakram yang menonjol atau rusak tanpa mengambil seluruh cakram. Prosedur itu disebut microdiscectomy. Pada kasus yang parah, dokter dapat mengganti cakram dengan yang buatan dan menggabungkan tulang belakang. Prosedur tersebut disebut laminectomy dan spinal fusion.

Walau jarang, tapi HNP dapat menekan cauda equina yang terletak di punggung bawah dan mengakibatkan komplikasi yang serius, seperti:

  • Disfungsi pengeluaran cairan dari kandung kemih, di mana pengidap akan kesulitan mengeluarkan urine atau tinja, hingga kemandulan secara seksual.
  • Menurunnya kemampuan beraktivitas dikarenakan kondisi ini dapat memperburuk gejala, seperti nyeri hebat, otot melemah, ataupun kaku.
  • Anestesi sadel, di mana pengidap kehilangan kemampuan merasa atau sensasi di titik tertentu, seperti paha bagian dalam, tungkai belakang, dan di sekitar dubur.

Disarankan bagi pengidap HNP untuk segera menemui dokter atau mendatangi rumah sakit terdekat, jika merasakan gejala yang mengarah pada komplikasi agar dapat segera ditangani.

 

Pencegahan Hernia Nukleus Pulposus

Terdapat beberapa kiat untuk mengurangi risiko HNP, yaitu:

  • Gunakan teknik pengangkatan yang benar (tekuk dan angkat dari lutut, bukan pinggang)
  • Lakukan olahraga teratur
  • Pertahankan berat badan yang ideal
  • Selalu pertahankan postur tubuh yang baik saat duduk dan berdiri
  • Jangan duduk dalam jangka waktu lama, cobalah untuk berdiri dan melakukan peregangan secara berkala
  • Lakukan latihan untuk menguatkan otot punggung, kaki, dan perut

 

Kapan Harus ke Dokter?

Dianjurkan untuk menemui dokter apabila seseorang merasakan gejala di atas agar bisa diketahui penyebabnya. Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terkait hernia nukleus pulposus, sekarang kamu bisa dengan mudah langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.