Hidronefrosis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Hidronefrosis

Hidronefrosis adalah kondisi saat ginjal mengalami pembengkakan akibat penumpukan urine, karena urine tidak dapat mengalir dari ginjal ke kandung kemih. Kondisi ini umumnya terjadi pada salah satu ginjal, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada kedua ginjal sekaligus. Penyakit ini bukan penyakit utama, tapi merupakan kondisi sekunder dari penyakit lain yang berkembang dalam tubuh.

Kondisi ini dapat dialami oleh semua orang dari segala usia, bahkan pada janin yang sedang berkembang dalam kandungan (hidronefrosis antenatal). Penanganan dilakukan untuk menghilangkan yang menghambat aliran urine, baik dengan pemberian obat maupun prosedur operasi.

 

Faktor Risiko Hidronefrosis

Hidronefrosis merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit ini, antara lain:

  • Usia. Walaupun bisa menyerang bayi, akan tetapi penyakit ini paling banyak menyerang orang-orang yang berada di rentang usia 20-60 tahun.

  • Jenis kelamin. Kondisi ini lebih banyak ditemukan pada mereka yang berjenis kelamin wanita dibanding dengan pria.

  • Mereka yang tengah mengidap batu ginjal.

  • Mengalami cacat bawaan sejak lahir yang memengaruhi saluran kencing dan ginjalnya.

  • Pernah mengalami cedera atau operasi pada ginjal.

  • Mengidap tumor atau kanker.

  • Wanita yang sedang hamil, sehingga mereka mengalami pembesaran rahim yang kemudian meningkatkan risiko hidronefrosis.

Baca juga: Hidronefrosis Dapat Sebabkan Gagal Ginjal, Ini Alasannya

 

Penyebab Hidronefrosis

Pembengkakan ginjal ini merupakan akibat dari penyakit lain yang dialami pengidap. Hidronefrosis terjadi saat terdapat gangguan atau sumbatan pada saluran kemih, sehingga urine terperangkap di dalam ginjal karena tidak dapat dikeluarkan. Penumpukan ini kemudian sebabkan ginjal menjadi bengkak. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan penyumbatan aliran urine hingga membuat ginjal membengkak, antara lain:

  • Kehamilan akibat pembesaran rahim yang dapat menekan ureter.

  • Batu ginjal yang berpotensi menyumbat ureter.

  • Penyempitan ureter akibat jaringan parut karena infeksi, operasi, atau terapi.

  • Aliran urine malah kembali dari kandung kemih ke ginjal (refluks vesikoureteal).

  • Berbagai jenis kanker atau tumor yang terjadi di sekitar saluran kemih, kandung kemih, panggul, atau perut.

  • Gangguan atau kerusakan pada saraf kandung kemih atau neurogenic bladder.

  • Organ panggul yang menonjol keluar dari vagina (rolapse).

 

Gejala Hidronefrosis

Sebagian besar kasus hidronefrosis yang dialami orang dewasa tidak akan menunjukkan gejala sama sekali, begitupun pada bayi. Meski begitu, penyakit ini akan menimbulkan gejala seperti pada infeksi saluran kemih, misalnya demam tanpa penyebab jelas. Beberapa gejala lain akibat hidronefrosis, antara lain:

  • Sering mengeluarkan urine dan meningkatnya keinginan membuang urine.

  • Rasa nyeri pada perut dan panggul.

  • Mual dan muntah.

  • Tidak dapat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.

  • Rasa nyeri saat buang air kecil atau urine (disuria).

  • Urine disertai dengan darah (hematuria).

  • Lebih jarang mengeluarkan urine atau urine keluar dengan aliran yang lemah.

  • Gejala infeksi saluran kemih, misalnya urine berwarna gelap, aliran urine lemah, menggigil, demam, atau rasa terbakar saat mengeluarkan urine.

Baca juga: Ketahui 4 Cara Mengatasi Hidronefrosis

 

Diagnosis Hidronefrosis

Dokter akan melakukan langkah diagnosis hidronefrosis dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Tes darah, untuk mengetahui adanya infeksi.

  • Tes urine, untuk melihat adanya darah dalam urine atau infeksi.

  • Urografi intravena, untuk melihat kondisi saluran urine dengan menyuntikkan pewarna khusus dalam aliran darah, yang selanjutnya diamati dengan foto Rontgen.

  • Pemindaian ginjal dengan USG atau CT scan, yang dapat menunjukkan gambaran ginjal secara jelas.

 

Komplikasi Hidronefrosis

Komplikasi yang dapat timbul dari hidronefrosis adalah gagal ginjal karena ginjal mengalami kerusakan secara permanen.

 

Pengobatan Hidronefrosis

Penanganan utama dari hidroneforisis adalah dengan melepaskan sumbatan yang terjadi. Jika sumbatan terjadi karena adanya batu, batu perlu diambil untuk melancarkan aliran urine. Pemasangan nefrostomi atau insersi stent ureter dapat dilakukan. Jika terdapat infeksi, pemberian antibiotik diperlukan.

Mereka yang mengidap hidronefrosis juga perlu dievaluasi untuk melakukan pembedahan guna mengangkat penyebab dari hidronefrosis, seperti batu, tumor, atau obstruksi ureter. Jika salah satu ginjal rusak parah dan tidak berfungsi, nefrektomi atau pengangkatan ginjal dapat dilakukan.

Baca juga: Kista Juga Bisa Terjadi di Dalam Ginjal

 

Pencegahan Hidronefrosis

Pencegahan terjadinya hidronefrosis adalah dengan menghindari terjadinya obstruksi.

  • Jika terdapat batu ginjal, upaya pengangkatan batu perlu segera dilakukan.

  • Jika terdapat tumor di daerah saluran kemih, tumor perlu segera diangkat untuk menghindari hambatan aliran urine lebih lanjut.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

Referensi:
National Kidney Foundation. Diakses pada 2019. Hydronephrosis.
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Hydronephrosis.
Healthline. Diakses pada 2019. Hydronephrosis.

Diperbarui pada 9 September 2019