• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hifema

Hifema

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
hifema

Pengertian Hifema

Hifema terjadi karena ada kumpulan darah di bilik depan mata, yaitu di antara kornea dan iris. Kondisi ini umumnya terjadi akibat cedera atau trauma pada mata yang kemudian memicu robek pada iris atau pupil. Darah yang mengumpul bisa menutupi sebagian atau seluruh iris dan pupil. Kondisi ini bisa berbahaya dan mengganggu, sebab disertai dengan rasa sakit. 

Perdarahan di bagian depan mata ini umumnya dapat langsung terlihat dengan mata biasa. Penanganan medis mungkin perlu segera dilakukan, untuk menghindari kerusakan mata lebih lanjut yang bisa berujung pada kebutaan. Rasa sakit yang ditimbulkan bisa membuat tidak nyaman serta kesulitan untuk beraktivitas sehari-hari. 

Penyebab Hifema 

Penyebab utama hifema adalah cedera atau trauma pada mata. Namun jika dilihat dari penyebabnya, kondisi ini bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu traumatic hyphema dan spontaneous hyphema. Berikut perbedaannya: 

– Traumatic Hyphema 

Mengumpulnya darah pada mata terjadi karena cedera atau trauma, misalnya benturan keras saat kecelakaan atau berolahraga. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi risikonya menjadi lebih besar pada orang-orang yang aktif berolahraga atau melakukan aktivitas berat tanpa mengenakan pelindung mata. 

– Spontaneous Hyphema

Spontaneous hyphema muncul bukan karena trauma atau cedera pada mata. Kondisi ini biasanya terjadi karena ada kondisi medis tertentu, seperti: 

  1. Retinopati diabetik.
  2. Leukemia.
  3. Tumor mata.
  4. Kanker mata
  5. Gangguan pembekuan darah.
  6. Peradangan pada lapisan tengah mata.
  7. Infeksi mata akibat virus herpes. 

Gejala Hifema

Gejala umum hifema yang akan muncul adalah perdarahan di bilik depan mata. Apabila perdarahan masih sedikit, hifema tidak bisa dilihat secara kasat mata. Namun, bila perdarahan yang terjadi banyak, mata dapat terlihat seperti dipenuhi darah. 

Selain itu, hifema juga dapat menimbulkan gejala berupa:

  • Nyeri pada mata.
  • Penglihatan kabur atau terhalang.
  • Sensitif terhadap cahaya.

Berdasarkan banyaknya darah yang muncul, hifema dapat dibagi menjadi empat tingkatan. Tingkat pertama ditunjukkan dengan perdarahan pada kurang dari sepertiga bilik depan mata. Sementara pada tingkatan kedua, perdarahan akan memenuhi sepertiga hingga setengah bilik depan mata. 

Ketiga, lapisan darah memenuhi separuh bilik depan mata. Sedangkan pada tingkat terakhir atau tingkat keempat, ditandai dengan perdarahan yang memenuhi seluruh bilik mata anterior yang terlihat seperti bola billiard angka 8 atau disebut juga hifema bola 8.

Pada lebih banyak kasus, hifema yang terjadi adalah pada tingkat pertama. Selain keempat tingkatan hifema, ada juga perdarahan pada bilik mata anterior yang tidak terlihat secara kasat mata yang kemudian disebut dengan mikrohifema.

Diagnosis Hifema

Untuk mendiagnosis hifema, dokter mata akan menanyakan kepada pengidap mengenai riwayat cedera dan melakukan pemeriksaan fisik pada mata. Pemeriksaan mata juga akan dilakukan.

Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan kondisi bagian dalam mata dengan menggunakan alat bernama slit lamp. Dokter akan memeriksa tekanan pada bola mata serta ketajaman penglihatan pengidapnya. Apabila pernah terjadi cedera yang berat, maka dokter dapat meminta pemeriksaan CT scan mata.

Komplikasi Hifema

Penting diketahui, ada beberapa komplikasi akibat hifema yang dapat muncul. Mulai dari peningkatan tekanan bola mata yang menyebabkan terjadinya glaukoma. Kondisi semacam ini tidak bisa dianggap sepele karena berujung pada kebutaan.

Pengobatan Hifema

Untuk penanganan awal, pengidap hifema dapat berbaring dengan kepala yang ditinggikan 45 derajat. Mata pengidap juga sebaiknya ditutup untuk beristirahat sejenak dan tidak melakukan aktivitas yang berlebihan, karena 15-20 persen pengidap dapat mengalami perdarahan lebih lanjut.

Jika nyeri tidak tertahankan, pengidap dapat mengonsumsi parasetamol. Aspirin tidak dianjurkan, karena dikhawatirkan dapat memperberat perdarahan. Saat penanganan di rumah sakit, pengidap juga dapat diberikan obat penenang, obat antinyeri, antiradang, dan obat untuk menurunkan tekanan bola mata.

Pada beberapa kasus, dokter perlu mengeluarkan darah dari bilik mata depan tersebut. Hal ini wajib dilakukan jika perdarahan yang terjadi banyak, tekanan bola mata meningkat (glaukoma), ataupun setelah 5 hari tidak ada perbaikan walau telah diobati.

Segera kunjungi dokter mata apabila kondisi ini terjadi. Jangan berusaha untuk mengobati diri sendiri, karena dikhawatirkan dapat memperburuk penyakit. Jika pengobatan yang dilakukan terlambat atau malah tidak diobati, hifema dapat menimbulkan komplikasi. Ini berupa perlengketan struktur-struktur dalam bola mata, glaukoma (tekanan bola mata yang meningkat), dan kornea menjadi berwarna merah atau kehitaman.

Pencegahan Hifema

Hifema dapat terjadi akibat trauma atau benturan pada mata. Oleh karena itu, gunakan kacamata pelindung saat bekerja di tempat terbuka atau saat berolahraga. 

Mengalami gejala hifema tetapi masih ragu? Coba bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Sampaikan kondisi dan gejala yang dialami pada dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Tanyakan juga masalah seputar mata pada ahlinya. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2022. Hyphema.
Healthline. Diakses pada 2022. What is a Hyphema?
WebMD. Diakses pada 2022. Hyphema (Bleeding in Eye)
Diperbarui pada 10 Mei 2022.