Hifema

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Hifema

Hifema merupakan suatu kelainan pada mata ketika terdapat darah di bilik mata depan (antara kornea dan iris). Perdarahan di bagian depan mata ini umumnya dapat langsung terlihat dengan mata biasa.

 

Faktor Risiko Hifema

Para ahli menduga bahwa gangguan pembekuan darah merupakan faktor risiko satu-satunya yang dapat meningkatkan terjadinya hifema.

Baca juga: 7 Penyakit Tak Biasa Pada Mata

 

Penyebab Hifema

Berbagai hal yang diduga dapat menjadi penyebab terjadinya hifema, antara lain:

  • Cedera pada mata, karena kecelakaan atau pada saat berolahraga, misalnya terkena shuttlecock bulutangkis pada mata.

  • Pembuluh darah pada permukaan iris mata tidak normal.

  • Infeksi mata akibat virus herpes.

  • Gangguan saat pembekuan darah, misalnya hemofilia dan anemia sel sabit.

  • Komplikasi pasca operasi mata.

  • Hifema spontan dapat terjadi karena kelainan pembuluh darah atau pembentukan pembuluh darah baru (neovaskularisasi), kanker mata, serta uveitis.

 

Gejala Hifema

Gejala umum hifema yang akan muncul adalah perdarahan di bilik depan mata. Apabila perdarahan masih sedikit, hifema tidak bisa dilihat secara kasat mata. Namun, bila perdarahan yang terjadi banyak, mata dapat terlihat seperti dipenuhi darah.

Selain itu, hifema juga dapat menimbulkan gejala berupa:

  • Nyeri pada mata.

  • Penglihatan kabur atau terhalang.

  • Sensitif terhadap cahaya.

Berdasarkan banyaknya darah yang muncul, hifema dapat dibagi menjadi empat tingkatan. Tingkat pertama ditunjukkan dengan terjadinya perdarahan pada kurang dari sepertiga bilik depan mata. Sementara pada tingkatan kedua, perdarahan akan memenuhi sepertiga hingga setengah bilik depan mata. Ketiga, lapisan darah memenuhi separuh bilik depan mata. Sedangkan pada tingkat terakhir atau tingkat keempat, akan ditandai dengan perdarahan yang memenuhi seluruh bilik mata anterior yang terlihat seperti bola billiard angka 8 atau disebut juga hifema bola 8.

Pada lebih banyak kasus, hifema yang terjadi adalah pada tingkat pertama. Selain keempat tingkatan hifema, ada juga perdarahan pada bilik mata anterior yang tidak terlihat secara kasat mata yang kemudian disebut dengan mikrohifema.

Baca juga: Screening Retina Hanya untuk Gangguan Mata Parah, Benarkah?

 

Diagnosis Hifema

Untuk mendiagnosis hifema, dokter mata akan menanyakan kepada pengidap mengenai riwayat cedera dan melakukan pemeriksaan fisik pada mata. Pemeriksaan mata juga akan dilakukan, yang meliputi pemeriksaan kondisi bagian dalam mata dengan menggunakan alat bernama slit lamp. Dokter juga akan memeriksa tekanan pada bola mata serta ketajaman penglihatan pengidapnya. Apabila pernah terjadi cedera yang berat, maka dokter dapat meminta pemeriksaan CT scan mata.

 

Komplikasi Hifema

Penting diketahui juga bahwa akan muncul beberapa komplikasi akibat hifema. Mulai dari peningkatan tekanan bola mata yang menyebabkan terjadinya glaukoma. Kondisi semacam ini tidak bisa dianggap sepele karena berujung pada kebutaan.

 

Pengobatan Hifema

Untuk penanganan awal, pengidap hifema dapat berbaring dengan kepala yang ditinggikan 45 derajat. Mata pengidap juga sebaiknya ditutup untuk beristirahat sejenak dan tidak melakukan aktivitas yang berlebihan, karena 15-20 persen pengidap dapat mengalami perdarahan lebih lanjut.

Jika nyeri tidak tertahankan, pengidap dapat mengonsumsi parasetamol. Aspirin tidak dianjurkan, karena dikhawatirkan dapat memperberat perdarahan. Saat penanganan di rumah sakit, pengidap juga dapat diberikan obat penenang, obat antinyeri, antiradang, dan obat untuk menurunkan tekanan bola mata.

Pada beberapa kasus, dokter perlu mengeluarkan darah dari bilik mata depan tersebut. Hal ini wajib dilakukan jika perdarahan yang terjadi banyak, tekanan bola mata meningkat (glaukoma), ataupun setelah 5 hari tidak ada perbaikan walau telah diobati

Segera kunjungi dokter mata apabila kondisi ini terjadi. Jangan berusaha untuk mengobati diri sendiri, karena dikhawatirkan dapat memperburuk penyakit. Jika pengobatan yang dilakukan terlambat atau bahkan malah tidak diobati, hifema dapat menimbulkan komplikasi berupa pelengketan struktur-struktur dalam bola mata, glaukoma (tekanan bola mata yang meningkat), dan kornea menjadi berwarna merah atau kehitaman.

Baca juga: Sering Diabaikan, 6 Penyebab Retina Mata Rusak

 

Pencegahan Hifema

Hifema dapat terjadi akibat trauma atau benturan pada mata. Oleh karena itu, gunakan kacamata pelindung saat bekerja di tempat terbuka atau saat berolahraga.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter ketika dirimu merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dan cepat akan semakin baik demi proses pengobatan dan penyembuhan.

 

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2019. Hyphema.
Healthline. Diakses pada 2019. What is a Hyphema?
Web MD. Diakses pada 2019. Hyphema (Bleeding in Eye)

Diperbarui pada 10 September 2019