Kanker Mata

Pengertian Kanker Mata

Kanker mata adalah kanker yang terjadi pada jaringan mata. Terdapat berbagai jenis kanker yang sering menyebabkan kanker mata, antara lain:

  • Melanoma, yaitu jenis paling umum.
  • Karsinoma sel gepeng (squamous cell carcinoma).
  • Limfoma intraokular.
  • Retinoblastoma, yaitu kanker yang umum terjadi pada masa kanak-kanak.

 

Gejala Kanker Mata

Beberapa gejala umum dari kanker mata, antara lain:

  • Kehilangan sebagian atau seluruh penglihatan.
  • Penglihatan kabur.
  • Melihat kilatan cahaya, bercak, garis bengkok, atau bayangan.
  • Mata atau kelopak mata membengkak.

 

Penyebab Kanker Mata

Penyebab pasti dari kanker mata belum diketahui hingga saat ini. Namun, terdapat beberapa kondisi yang terkait dengan kanker mata, antara lain:

  • Warna mata yang lebih terang, seperti hijau, biru, atau abu. Pasalnya, mata yang lebih terang memiliki lebih sedikit pigmen untuk melindungi dari sinar UV berbahaya.
  • Kulit putih lebih sensitif terhadap cahaya matahari dan dapat menyebabkan jenis kanker lainnya yang dapat menyebar ke mata.
  • Tahi lalat yang bersifat kanker.
  • Paparan sinar matahari.
  • Kondisi turunan, akibat perubahan DNA yang dapat menyebabkan kanker mata.

 

Faktor Risiko Kanker Mata

Beberapa faktor risiko kanker mata, antara lain:

  • Usia paling banyak adalah 55 tahun dan jarang terjadi pada anak-anak.
  • Jenis kelamin pria dengan kanker mata sedikit lebih banyak dibanding wanita.
  • Ras berkulit putih lebih mudah terkena dibanding berkulit hitam atau orang Asia.
  • Riwayat penyakit keturunan seperti melanoma.
  • Kondisi kesehatan lainnya seperti melanositosis okulodermal (pigmentasi mata), nevi (bercak atau tahi lalat pada mata), atau dysplastic nevus syndrome.
  • Kondisi dengan banyak tahi lalat yang abnormal pada kulit atau bercak pada mata.
  • Terkena paparan sinar matahari atau zat kimia.

 

Diagnosis Kanker Mata

Dokter akan mendiagnosis kanker mata dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan mata dengan oftalmoskop, serta pemeriksaan penunjang seperti:

  • Ultrasound (USG) dengan gelombang suara untuk mengambil gambar mata.
  • Fluorescein angiography dengan menggunakan kamera khusus untuk mengambil gambar bagian dalam pembuluh darah di mata untuk melihat adanya tumor.
  • Biopsi dengan mengambil sel tumor dengan jarum untuk dilihat di bawah mikroskop.
  • Pemeriksaan darah untuk memeriksa bagaimana hati dan ginjal bekerja.
  • Ultrasound scan pada hati untuk memeriksa penyebaran kanker.

 

Pengobatan Kanker Mata

Pengobatan untuk kanker mata tergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Beberapa langkah penanganannya, antara lain:

  • Kemoterapi yang dilakukan jika kanker telah menyebar. Obat dapat diberikan melalui suntikan atau melalui obat minum.
  • Brachytherapy dengan memasukkan plat tipis yang dilapisi material radioaktif untuk mengangkat sel kanker.
  • Radioterapi eksternal dengan cahaya radiasi untuk membunuh sel tumor.
  • Terapi laser untuk menghancurkan jaringan tumor yang dapat digunakan untuk intraocular melanoma.
  • Operasi yang umum digunakan pada perawatan melanoma intraokular. Beberapa pilihan operasinya, antara lain iridectomy, yaitu pengangkatan sebagian iris. Irido trabeculectomy, yaitu pengangkatan sebagian iris, serta bagian kecil dari luar bola mata. Iridocyclectomy, yaitu pengangkatan sebagian iris dan badan ciliary. Sclerouvectomy atau endoresection, yaitu pengangkatan tumor choroidal. Terakhir enukleasi, yaitu pengangkatan bola mata apabila tumor terlalu besar dan pengidap kehilangan penglihatan.

 

Pencegahan Kanker Mata

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker mata, antara lain:

  • Menghindari paparan sinar ultraviolet dengan memakai kacamata UV-protected ketika matahari sedang terik, untuk mencegah melanoma pada mata.
  • Mencegah infeksi HIV yang merupakan faktor risiko pemicu limfoma intraokular.
  • Melakukan pemeriksaan penyaring (screening) bagi anak yang memiliki riwayat retinoblastoma pada keluarganya.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak berhasil, segera berdiskusi dengan dokter. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu di sini.